12 lokasi wisata di Lumajang terapkan cek dan scan barcode PeduliLindungi
Pencegahan penularan Covid-19 di area wisata, Pemerintah Kabupaten Lumajang lewat Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lumajang memberlakukan cek atau scan QR barcode aplikasi PeduliLindungi kepada setiap pengunjung yang datang. Dari

Elshinta.com - Pencegahan penularan Covid-19 di area wisata, Pemerintah Kabupaten Lumajang lewat Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Lumajang memberlakukan cek atau scan QR barcode aplikasi PeduliLindungi kepada setiap pengunjung yang datang. Dari ratusan lokasi wisata yang tersebar di 21 kecamatan sementara ini ada 12 lokasi wisata yang menerapkan aturan tersebut.
Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) kabupaten Lumajang Siswanto mengatakan, pemberlakuan barcode salah satunya berada di kawasan wisata Ranupane, wisata B29, wisata Watu Pecak dan beberapa tempat yang lainnya tidak disebutkan satu persatu olehnya.
"Insyaallah ada 12 titik maaf saya belum bisa menyebutkan satu-satu, tapi yang jelas khusus di Ranupani, Insyaallah di Argosari (B29-red)," kata Siswanto seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, Senin (11/10).
Siswanto berharap penerapan barcode di tempat wisata bisa menjadi kenyamanan bagi pengunjung dan juga menekan terjadinya lonjakan terpapar Covid-19 di wilayah Lumajang pada umumnya.
"Itu dilakukan dalam pengembangan wisata secara menyeluruh di era pandemi ini," tutur Siswanto.
Pihaknya berharap dengan dibukanya kunjungan wisata, lambat laun perekonomian masyarakat pelaku wisata, maupun masyarakat yang menopang keberadaan wisata seperti berjualan souvernir, makan khas dan jasa transportasi mengalami peningkatan.
"Ketaatan para pelaku wisata merupakan harapan saya, supaya pelonggaran beraktivitas utamanya di lokasi wisata tidak sampai di tutup. Saya yakin bila mereka patuh perekonomian akan cepat pulih," ucap Siswanto.
Siswanto berpesan kepada para pelaku wisata baik guide, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengelola wisata agar memberikan agar memberikan servis.
"Servis yang memuaskan akan memberikan informasi positif bagi pelaku wisata, utamanya terkait keamanan", pungkas Siswanto.