Saham Hong Kong ditutup lebih rendah terseret raksasa teknologi
Elshinta
Selasa, 12 Oktober 2021 - 18:58 WIB |
Saham Hong Kong ditutup lebih rendah terseret raksasa teknologi
Sumber foto: Antara/elshinta.com

Elshinta.com - Saham-saham Hong Kong berakhir lebih rendah pada perdagangan Selasa (12/10), terseret oleh saham teknologi kelas berat setelah laporan Presiden China Xi Jinping meneliti hubungan antara pemberi pinjaman dan perusahaan-perusahaan swasta besar.

Indikator utama Bursa Efek Hong Kong, Indeks Hang Seng (HSI) anjlok 1,43 persen atau 362,50 poin menjadi menetap di 24.962,59 poin, sedangkan Indeks China Enterprises merosot 1,67 persen atau 150,09 poin menjadi ditutup pada 8.849,17 poin.

Indeks teknologi Hang Seng terperosok 3,2 persen, setelah naik dalam tiga sesi sebelumnya.

Raksasa e-commerce Alibaba Group anjlok 3,9 persen setelah Wall Street Journal melaporkan Presiden China Xi Jinping memusatkan perhatian pada hubungan yang telah dikembangkan oleh bank-bank pemerintah China dan pendukung keuangan lainnya dengan pemain sektor swasta besar.

Perusahaan fintech terkenal Ant Group yang terkait dengan Alibaba, secara khusus dipantau, kata laporan itu.

"Kekhawatiran pasar tentang peraturan industri di daratan akan terus berlanjut," kata Ahli Strategi Sekuritas Everbright Sun Hung Kai, Kenny Ng. "Valuasi saham Hong Kong yang relatif rendah membatasi ruang untuk penurunan tajam lebih lanjut di waktu mendatang."

Sub-indeks perawatan kesehatan, sub-indeks energi dan sub-indeks industri turun antara 0,8 persen dan 2,1 persen.

Ping An Insurance Group kehilangan 5,2 persen, penurunan harian terbesar pada Indeks Hang Seng.

Melawan tren, perusahaan properti menguat 0,7 persen setelah Morgan Stanley mengatakan pihaknya memperkirakan regulator dapat mengendurkan cengkeraman mereka pada sektor ini untuk membantu menstabilkan dan mendukung ekonomi.

Saham Evergrande New Energy Vehicle Group terdongkrak 4,6 persen, sehari setelah perusahaan mengatakan akan mulai memproduksi kendaraan listrik tahun depan meskipun ada krisis investasi eksternal.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Bom rakitan mengguncang Kabul
Sabtu, 04 Desember 2021 - 20:58 WIB
 Sebuah ledakan bom mengguncang Police District 4 Kabul, ibu kota Afghanistan pada Sabtu tanpa adan...
 KBRI Tokyo gelar forum bisnis kelautan dan perikanan di Kota Kesennuma Jepang
Sabtu, 04 Desember 2021 - 14:11 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo bekerja sama dengan Kantor Walikota Kesennuma menyel...
Paviliun Indonesia Expo 2020 Dubai menarik ratusan ribu pengunjung
Sabtu, 04 Desember 2021 - 13:23 WIB
Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai, Uni Emirat Arab, menarik ratusan ribu pengunjung sejak dua bu...
WHO: Sejauh ini belum ada kematian akibat Omicron
Sabtu, 04 Desember 2021 - 12:11 WIB
Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (3/12) mengatakan bahwa sejauh ini belum ada...
Temuan Omicron di India jadi kasus pertama di regional WHO SEARO
Jumat, 03 Desember 2021 - 17:24 WIB
India mengonfirmasi dua kasus varian Omicron (B.1.1.529) sebagai kasus pertama di regional Organisas...
Novavax akan produksi vaksin Omicron mulai Januari
Jumat, 03 Desember 2021 - 12:36 WIB
Novavax Inc pada Kamis (2/12) mengatakan bahwa pihaknya akan memulai produksi komersial vaksin COVID...
Wamenlu: Presidensi Indonesia di G20 bisa berkontribusi atasi pandemi
Jumat, 03 Desember 2021 - 12:25 WIB
Presidensi Indonesia di G20 dapat memberikan kontribusi dalam penanganan masalah pandemi dan pemban...
Zimbabwe konfirmasi kemunculan Omicron
Jumat, 03 Desember 2021 - 10:54 WIB
Wakil Presiden sekaligus Menteri Kesehatan dan Perawatan Anak Zimbabwe Constantino Chiwenga mengonfi...
Indonesia-China tandatangani proyek industri migas Rp21,6 triliun
Kamis, 02 Desember 2021 - 23:11 WIB
Para pengusaha Indonesia dan China menandatangani nota kesepahaman (MoU) proyek injeksi kimia dan te...
Karyawati Alibaba korban pelecehan disidang kasus pencemaran nama baik
Kamis, 02 Desember 2021 - 12:23 WIB
Seorang karyawati raksasa e-dagang China Alibaba yang mengaku mengalami pelecehan seksual oleh atasa...
InfodariAnda (IdA)