Polda Jateng tanam satu juta mangrove
Kepolisian Daerah Jawa Tengah melaksanakan program penanaman satu juta pohon mangrove di seluruh pesisir Jawa Tengah dalam program Mageri Segoro (memagari laut).

Elshinta.com - Kepolisian Daerah Jawa Tengah melaksanakan program penanaman satu juta pohon mangrove di seluruh pesisir Jawa Tengah dalam program Mageri Segoro (memagari laut). Launching program itu dipusatkan di Desa Bendono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Selasa (12/10) yang dihadiri Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Pangdam IV/ Diponegoro Mayjen TNI Rudianto, dan Gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Penamanam 1 juta mangrove itu memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia). Rekor sebelumnya, dipegang Polda Sumatera Utara yang menanam 280.000 pohon mangrove. Penghargaan langsung diserahkan langsung oleh perwakilan MURI kepada Kapolda di lokasi kegiatan.
"Kami berharap program Mageri Segoro ini menjadi pemantik masyarakat agar tergerak hatinya untuk melestarikan lingkungan hidup. Di samping itu juga untuk menjaga garis pantai," kata Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Selasa (12/10).
Ia menambahkan Mageri Segoro adalah membuat pagar hidup di daerah-daerah baik di muara sungai maupun pantai. "Kegiatan Mageri Segoro tidak hanya penanaman mangrove saja, tetapi juga pemberdayaan masyarakat wilayah pesisir di masa pandemi Covid 19," tuturnya.
Dalam kegiatan itu juga mengemas vaksinasi covid 19 di setiap Polres wilayah Polda yang ada di garis pantai. Untuk wilayah Bendono 2.000 vaksin didatangkan untuk warga di sana.
Selain itu Polda Jateng juga melakukan bakti sosial terhadap masyarakat pesisir yang terdampak. Ada 500 paket yang diberikan kepada masyarakat Bendono.
"Kami melalui Direktorat Polisi Air dan Udara juga melakukan pembinaan masyarakat untuk melakukan budidaya kerang. Pembinaan ini dilakukan di setiap polres yang terdapat satuan polisi perairan. Saat ini sudah panen kerang dari hasil binaan. Semoga dapat membantu perekonomian masyarakat dalam mengatasi dampak Covid-19," tutur Ahmad Luthfi.
Dalam program Mageri Segoro, Polda Jateng merangkul 470 komunitas, dan Forkompinda untuk menanam pohon mangrove. Satu lokasi ditargetkan menanam 10.000 pohon.
Selain itu 16 polres di Jateng yang memiliki garis pantai juga melakukan langkah yang sama.
Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengaku bersemangat mengikuti kegiatan ini. "Saya langsung bersepeda dari rumah ke sini. Berangkat pukul 06.30 pagi. Sampai sini saya sempat berkeliling karena kepagian," ujarnya.
Ganjar menjelaskan, isu penurunan tanah di Jawa Tengah khususnya Pantura sudah sangat serius. Karena itu, gagasan Kapolda menanam satu juta mangrove melalui Polda Jateng Mageri Segoro amat diapresiasi.
"Kami siap untuk selanjutnya. Gas pol kegiatan penanaman mangrove ini. Kami senang karena Dinas Lingkungan sudah mendapat partner dalam pelestarian lingkungan," imbuhnya.
Sementara itu Pangdam IV/Diponegoro Mayjen Rudianto menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dalam menanam mangrove di kawasan pesisir pantura. Hal itu, sudah direncanakan jauh hari bersama Kapolda.
"Kapolda pernah menelepon saya mengajak menanam mangrove. Ayo bro, kita menanam mangrove. Tentu saja saya antusias. Pada intinya pada program Mageri Segoro, jajaran TNI siap mendukung," katanya.