Belasan jaksa AS surati Facebook tentang disinformasi vaksin
Elshinta
Jumat, 15 Oktober 2021 - 10:38 WIB |
Belasan jaksa AS surati Facebook tentang disinformasi vaksin
Sebuah logo cetak 3 Dimensi Facebook tampak di depan kata-kata COVID-19 Penyakit Virus Corona yang dipamerkan dalam gambar ini difoto pada 24 Maret 2020. (REUTERS/Dado Ruvic)

Elshinta.com - Jaksa agung di 14 negara bagian AS mengirim surat ke kepala eksekutif Facebook Inc Mark Zuckerberg untuk bertanya apakah para penyebar disinformasi vaksin di platform itu mendapat perlakuan khusus dari perusahaan.

Permintaan itu disampaikan setelah Frances Haugen, pelapor Facebook, menggunakan dokumen internal perusahaan yang mengungkap bahwa platform media sosial itu telah membangun sistem yang mengecualikan sejumlah orang penting dari berbagai aturan.

Dalam surat yang dikirim pada Rabu, para jaksa mengatakan mereka "sangat khawatir" dengan sejumlah laporan bahwa Facebook memiliki daftar pengguna yang menerima perlakuan khusus.

Mereka juga ingin mengetahui apakah "Disinformation Dozen" masuk dalam daftar itu.

Pusat Penanggulangan Kebencian Digital (CCDH) mendeskripsikan "Disinformation Dozen" sebagai 12 orang penentang vaksin yang bertanggung jawab atas penyebaran dua pertiga konten menyesatkan tentang vaksin di media sosial.

Facebook belum merespons permintaan Reuters untuk berkomentar.

Perusahaan itu sebelumnya mengatakan telah menyusun aturan untuk mencegah klaim-klaim palsu spesifik tentang COVID-19 dan vaksin penyakit itu.

Facebook juga mengatakan mereka telah memberikan informasi yang dapat diandalkan tentang topik tersebut kepada masyarakat.

Disinformasi tentang COVID-19 telah tersebar secara masif selama pandemi di media sosial seperti Facebook, Twitter dan YouTube. Peneliti dan anggota parlemen telah lama menuduh Facebook gagal mengawasi konten yang membahayakan di platformnya.

Pada Juli, Presiden AS Joe Biden mengatakan platform media sosial seperti Facebook "membunuh manusia" karena membiarkan misinformasi tentang vaksin COVID-19 diunggah di platformnya.

Haugen, mantan manajer produk di tim misinformasi sipil Facebook, mundur dari perusahaan bernilai hampir 1 triliun dolar AS (Rp14,1 kuadriliun) itu.

Dia membawa puluhan ribu dokumen rahasia dan menyerukan transparansi tentang cara Facebook membujuk para pengguna untuk tetap menggulirkan konten agar pengiklan bisa menjangkau mereka.

Surat tersebut ditandatangani oleh 14 jaksa agung dari negara bagian Connecticut, California, Delaware, Illinois, Iowa, Maine, Massachusetts, Michigan, Minnesota, Maryland, Pennsylvania, Rhode Island, Vermont dan Virginia.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Dua kasus COVID-19 varian Omicron ditemukan di Australia
Minggu, 28 November 2021 - 20:10 WIB
Australia melaporkan bahwa dua penumpang pesawat yang tiba dari wilayah selatan Afrika pada akhir pe...
Pakar: WHO kelompokkan Omicron dalam kategori kewaspadaan tinggi
Minggu, 28 November 2021 - 19:55 WIB
Pakar ilmu kesehatan Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan Organisasi Keseha...
Studi: Tiongkok akan alami wabah Covid `kolosal` jika ikuti AS, Prancis
Minggu, 28 November 2021 - 19:38 WIB
Tiongkok akan menghadapi lebih dari 630.000 kasus COVID-19 per hari jika negara itu meninggalkan keb...
Pria Guatemala sembunyi di roda pesawat, tiba dengan selamat
Minggu, 28 November 2021 - 18:46 WIB
Seorang penumpang gelap asal Guatemala yang bersembunyi di bilik roda pendarat pesawat American Airl...
 11 aktor dan tim pendukung Indonesia sukses tampilkan drama teater `Electra` di Jepang
Minggu, 28 November 2021 - 18:35 WIB
Lima laki-laki bercelana pendek dan topi hitam, duduk di kursi roda sebagai pasien rumah sakit jiwa.
Anggota DPR Selandia Baru naik sepeda ke RS untuk melahirkan
Minggu, 28 November 2021 - 16:04 WIB
Anggota parlemen (DPR) Selandia Baru Julie Anne Genter pada Minggu dini hari berangkat ke rumah saki...
Belgia temukan kasus pertama varian baru COVID Afsel di Eropa
Sabtu, 27 November 2021 - 14:25 WIB
Belgia menemukan kasus terkonfirmasi varian baru COVID-19 pertama di Eropa pada Jumat (26/11), bersa...
EU berencana hentikan perjalanan dari Afsel terkait varian baru COVID
Sabtu, 27 November 2021 - 09:17 WIB
Uni Eropa berniat menghentikan perjalanan udara dari kawasan Afrika selatan di tengah meningkatnya k...
Negara-negara Asia, Eropa waspadai varian baru virus corona
Sabtu, 27 November 2021 - 08:55 WIB
Negara-negara Asia dan Eropa bergegas memperketat pembatasan pada Jumat setelah varian baru virus co...
Taiwan jajaki pasar komponen otomotif dan kendaraan listrik Indonesia
Sabtu, 27 November 2021 - 06:51 WIB
Taiwan tengah menjajaki peluang bisnis di pasar industri otomotif Indonesia, baik dari komponen suku...
InfodariAnda (IdA)