2.891 aparat gabungan dikerahkan amankan penutupan PON Papua
Elshinta
Jumat, 15 Oktober 2021 - 15:17 WIB |
2.891 aparat gabungan dikerahkan amankan penutupan PON Papua
Upacara pengamanan penutupan PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura. (ANTARA/elshinta.com)

Elshinta.com - Sebanyak 2.891 aparat gabungan TNI-Polri dan mitra dikerahkan untuk mengamankan penutupan PON XX Papua yang dipusatkan di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Jumat.

Penutupan kejuaraan empat tahunan yang dihadiri Wakil Presiden Ma'ruf Amin diharapkan berlangsung aman.

Kasatgas Humas Ops Deraku Cartenz Kombes Dedy Sumarsono di Sentani mengatakan, pola pengamanan yang akan dilaksanakan pada penutupan tidak jauh berbeda dengan pengamanan waktu pembukaan.

Ada tiga titik pengamanan yang sudah disiapkan yaitu di dalam stadion untuk pengamanan para penonton dan tamu undangan, pengamanan di luar stadion dan di area parkir.

"Penutupan PON Papua juga mengedepankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19," kata Kombes Sumarsono menambahkan,

Penonton yang akan menyaksikan langsung penutupan PON, kata dia harus membawa undangan yang telah dibagikan dan menunjukkan sertifikat vaksin pertama dan kedua kepada petugas, bisa melalui Aplikasi pedulilindungi atau dengan foto copy KTP dan sertifikat vaksin.

"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga keamanan dan kenyamanan penutupan PON Papua dan mengedepankan protokol kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak, dan tidak berkerumun," pungkas Kombes Sumarsono.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polrestro Jakbar gagalkan peredaran setengah ton ganja asal Sumatera
Minggu, 05 Desember 2021 - 11:59 WIB
Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat menggagalkan peredaran ganja kering dan si...
Polisi tangkap pengedar narkoba bersenjata api rakitan di Muara Enim
Minggu, 05 Desember 2021 - 09:31 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Selatan  menangkap tersangka terduga pe...
 Valencya bebas, Kuasa hukum: Masih ada tiga kasus lain
Sabtu, 04 Desember 2021 - 14:45 WIB
Sambil menangis, Valencya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu ...
Polda Jabar bekuk sindikat pemalsu Kartu Prakerja
Sabtu, 04 Desember 2021 - 11:59 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat membekuk sindikat pemalsu Kartu ...
Bripka MN penembak rekan sejawatnya hingga tewas masih terima gaji
Jumat, 03 Desember 2021 - 19:47 WIB
Brigadir Polisi Kepala MN, penembak rekan sejawatnya hingga tewas di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Te...
Kejaksaan Tinggi NTT tahan mantan bupati Kupang
Jumat, 03 Desember 2021 - 16:50 WIB
Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur menahan mantan Bupati K...
Kominfo fokuskan sosialisasi pada masyarakat sambil rampungkan RUU PDP
Jumat, 03 Desember 2021 - 14:48 WIB
Tenaga Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa Devie Rahmawati menyebutkan Kementerian Kom...
Kejaksaan NTT periksa 30 saksi kasus korupsi aset Pemkab Kupang
Jumat, 03 Desember 2021 - 13:50 WIB
Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur telah melakukan pemerik...
Kompolnas terima 3.701 aduan masyarakat terhadap Polri
Jumat, 03 Desember 2021 - 13:39 WIB
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) selama periode Januari-November 2021 menerima 3.701 aduan mas...
Kejari tahan bendahara desa di Seruyan diduga korupsi Rp1,18 miliar
Jumat, 03 Desember 2021 - 08:30 WIB
Kejaksaan Negeri Seruyan, Kalimantan Tengah menahan bendahara Desa Tumbang Laku, Seruyan Hulu, beri...
InfodariAnda (IdA)