Cuci tangan dengan benar demi cegah penularan penyakit
Elshinta
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 12:01 WIB |
Cuci tangan dengan benar demi cegah penularan penyakit
Ilustrasi mencuci tangan (Pixabay)

Elshinta.com - Bertepatan dengan peringatan Global Hand Washing Day oleh Global Handwashing Partnership sejak 2008 kemudian ditetapkan sebagai Hari Cuci Tangan Sedunia oleh Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) pada 15 Oktober, pakar kesehatan kembali mengingatkan pentingnya mencuci tangan demi mencegah penularan penyakit.

Dokter sekaligus kepala unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Wahyu Ika Wardhani melalui keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu, mengatakan, mencuci tangan telah terbukti menurunkan angka kejadian diare sekitar 23-40 persen serta penyakit pernapasan sebanyak 16-21 persen. 

Langkah-langkah mencuci tangan yang benar menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dimulai dari membasahkan tangan menggunakan air yang bersih, menuangkan sabun yang cukup untuk membersihkan tangan, menggosok telapak tangan yang satu ke telapak tangan lainnya, menggosok punggung tangan dan sela-sela jari, diikuti telapak tangan dan sela jari dengan posisi saling bertautan serta punggung jari ke telapak tangan dengan posisi jari saling bertautan.


Setelahnya, menggenggam dan membasuh ibu jari dengan posisi memutar, menggosok bagian ujung jari ke telapak tangan agar bagian kuku terkena sabun, menggosok tangan yang bersabun di bawah air bersih yang mengalir.

Terakhir, mengeringkan tangan dengan lap sekali pakai atau tisu dan membersihkan pemutar keran air dengan lap sekali pakai atau tisu.

Ners Agustin dari Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) RSUI, menuturkan, kuman-kuman di tangan sebenarnya terdiri dari kuman yang menetap dan nomaden. Beberapa kuman ini di antaranya berbahaya dan menyebabkan penyakit.

"Walau tak terlihat, berbagai kuman hidup di lingkungan dan tubuh kita. Sekitar 2000 – 10.000 kuman dari lebih dari 150 spesies hidup di tangan kita. Beberapa kuman di antaranya berbahaya dan menyebabkan penyakit,” tutur dia.

Waktu penting yang perlu diwaspadai sebagai titik penularan kuman, antara lain yaitu setelah bersin dan batuk, sebelum menyentuh organ tubuh yang terbuka (seperti mata, hidung, dan mulut), setelah menyentuh permukaan benda yang sering disentuh (termasuk gagang pintu), sebelum dan sesudah merawat luka, sebelum dan sesudah merawat seseorang yang sedang muntah atau diare.

Anda juga disarankan mencuci tangan setelah menyentuh sampah, jika tangan Anda kotor atau berminyak, serta sebelum dan sesudah berpindah dari satu lingkungan ke lingkungan lain.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Pemkot bertekad turunkan angka stunting di Kota Magelang
Minggu, 28 November 2021 - 13:44 WIB
Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah bertekad terus menekan jumlah anak penderita stunting di wilay...
Tetap sehat saat liburan, pilih protein yang tepat
Minggu, 28 November 2021 - 12:35 WIB
Liburan akhir tahun sudah di depan mata. Saat liburan, kita cenderung mengkonsumsi makanan tinggi ka...
Alasan PPOK bisa munculkan sesak
Minggu, 28 November 2021 - 12:11 WIB
Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Aditya Wirawan, Ph.D, Sp.P,...
PPOK dan kanker paru bisa dicegah dengan berhenti merokok
Minggu, 28 November 2021 - 11:59 WIB
Rokok adalah salah satu jenis candu yang dapat membahayakan kesehatan dan menimbulkan berbagai masal...
Bupati Sleman ajak masyarakat rutin olahraga cegah penyakit degeratif
Sabtu, 27 November 2021 - 17:41 WIB
Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Kustini Sri Purnomo mengajak masyarakat untuk dapat secara...
Kompetisi kopi COE pertama Asia digelar oleh Indonesia
Sabtu, 27 November 2021 - 13:35 WIB
Indonesia menjadi Negara Asia pertama yang menggelar kompetisi kopi Cup of Excellence (COE). Sebanya...
Mengatasi gejala kelelahan pada penyintas COVID-19
Sabtu, 27 November 2021 - 12:21 WIB
Kelelahan atau fatigue adalah gejala yang paling sering ditemukan pada post-COVID syndrome, bahkan k...
Tiga metode terapi pasien kanker paru
Sabtu, 27 November 2021 - 10:35 WIB
Dr. Ralph Girson Ginarsa, SpPD-KHOM, spesialis penyakit dalam dan konsultan hematologi onkologi medi...
 Turunkan stunting, DP2KBP3A Boyolali lakukan latihan orientasi
Kamis, 25 November 2021 - 19:46 WIB
Upaya percepatan turunkan stunting di Kabupaten Boyolali JawaTengah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) B...
Virolog: Cegah lonjakan kasus COVID-19 dengan prokes
Rabu, 24 November 2021 - 17:35 WIB
Virolog dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr Daniel Joko Wahyono MBiomed mengingatkan bah...
InfodariAnda (IdA)