Polisi ungkap kasus pembuangan bayi di Kabupaten Malang
Elshinta
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 20:15 WIB |
Polisi ungkap kasus pembuangan bayi di Kabupaten Malang
Polisi ungkap kasus pembuangan bayi di Kabupaten Malang

Elshinta.com - Kepolisian Resor (Polres) Malang berhasil mengungkap pelaku pembuangan seorang bayi berjenis kelamin laki-laki, di Desa Ledoksari, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, yang terjadi pada Rabu (14/10).

Kasat Reskrim Polres Malang AKP Donny Bara'langi dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Malang, Jawa Timur, Sabtu, mengatakan bahwa pelaku pembuangan bayi tersebut ibu kandungnya.

"Dari penyelidikan, kami mendapatkan informasi bahwa ada seorang mahasiswi kebidanan yang magang di salah satu puskesmas dalam keadaan hamil. Ia mengakui sebagai ibu kandung yang dibuang itu," kata Donny.

Donny menjelaskan, pelaku pembuangan bayi tersebut, berinisial DD, dan merupakan seorang mahasiswi yang tengah magang sebagai bidan, di salah satu puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Malang.

Menurutnya, usai mendapatkan informasi tersebut, petugas mendatangi rumah tinggal mahasiswi berinisial DD, di wilayah Kecamatan Tumpang. Polisi mendapati mahasiswi tersebut dalam kondisi lemas.

Petugas kemudian meminta keterangan kepada DD, dan mendapati sejumlah fakta terkait motif pelaku untuk membuang bayi tersebut. Menurutnya, mahasiswi tersebut tidak berkenan dengan kehamilannya, karena akan membuat malu keluarga.

"Dia tidak berkenan dengan kehamilannya. Malu di hadapan keluarga, karena dia hamil di luar nikah," ujarnya.

Pelaku berinisial DD tersebut, melakukan magang sebagai bidan di salah satu puskesmas yang ada di Kecamatan Tumpang itu selama dua pekan. Pada saat pelaku datang, ia sudah dalam kondisi hamil tua.

Selain itu, lanjutnya, pihak kepolisian juga telah mendapatkan identitas ayah kandung dari bayi yang dibuang tersebut. Ayah kandung bayi tersebut, saat ini berada di Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Bapak dari bayi itu, adalah pacar dari pelaku, yang saat ini posisinya berada di Sumba," katanya.

Ia menambahkan, saat ini masih melakukan peninjauan terkait kondisi kesehatan DD, dan bayinya. Polres Malang menggandeng Dinas Sosial Kabupaten Malang, dan instansi terkait untuk memantau kondisi kejiwaan dan kesehatan pelaku. Sementara sang bayi, dilaporkan dalam kondisi sehat.

"Kami melibatkan Dinas Sosial, psikiater dan instansi terkait untuk memantau kondisi kejiwaan dan kesehatan pelaku. Untuk sang bayi, kondisinya sehat," katanya.

Pada Rabu (14/10) kurang lebih pada pukul 05.30 WIB, warga Desa Ledoksari, Kecamatan Tumpang, melaporkan telah menemukan seorang bayi laki-laki yang berada dekat dengan tumpukan batu bata.

Bayi tersebut, ditemukan warga dalam kondisi tidak mengenakan baju, dengan tali pusar yang masih menempel. Bayi tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Tumpang untuk mendapatkan perawatan, dan saat ini telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Saiful Anwar Malang.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Polisi tangkap pengedar narkoba bersenjata api rakitan di Muara Enim
Minggu, 05 Desember 2021 - 09:31 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Selatan  menangkap tersangka terduga pe...
 Valencya bebas, Kuasa hukum: Masih ada tiga kasus lain
Sabtu, 04 Desember 2021 - 14:45 WIB
Sambil menangis, Valencya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu ...
Polda Jabar bekuk sindikat pemalsu Kartu Prakerja
Sabtu, 04 Desember 2021 - 11:59 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat membekuk sindikat pemalsu Kartu ...
Bripka MN penembak rekan sejawatnya hingga tewas masih terima gaji
Jumat, 03 Desember 2021 - 19:47 WIB
Brigadir Polisi Kepala MN, penembak rekan sejawatnya hingga tewas di Kabupaten Lombok Timur, Nusa Te...
Kejaksaan Tinggi NTT tahan mantan bupati Kupang
Jumat, 03 Desember 2021 - 16:50 WIB
Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur menahan mantan Bupati K...
Kominfo fokuskan sosialisasi pada masyarakat sambil rampungkan RUU PDP
Jumat, 03 Desember 2021 - 14:48 WIB
Tenaga Ahli Menkominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa Devie Rahmawati menyebutkan Kementerian Kom...
Kejaksaan NTT periksa 30 saksi kasus korupsi aset Pemkab Kupang
Jumat, 03 Desember 2021 - 13:50 WIB
Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Tinggi Provinsi Nusa Tenggara Timur telah melakukan pemerik...
Kompolnas terima 3.701 aduan masyarakat terhadap Polri
Jumat, 03 Desember 2021 - 13:39 WIB
Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) selama periode Januari-November 2021 menerima 3.701 aduan mas...
Kejari tahan bendahara desa di Seruyan diduga korupsi Rp1,18 miliar
Jumat, 03 Desember 2021 - 08:30 WIB
Kejaksaan Negeri Seruyan, Kalimantan Tengah menahan bendahara Desa Tumbang Laku, Seruyan Hulu, beri...
Nurul Ghufron jelaskan soal harta kekayaannya yang naik
Jumat, 03 Desember 2021 - 07:01 WIB
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron menjelaskan mengenai harta kekayaannya ...
InfodariAnda (IdA)