Ekonom: Penghapusan pajak UMKM sudah tepat
Elshinta
Minggu, 17 Oktober 2021 - 09:01 WIB |
Ekonom: Penghapusan pajak UMKM sudah tepat
Ilustrasi- Dahyani (49), pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), tengah mengemas keripik pisang yang baru saja digorengnya dalam bilik huntara di Kelurahan Mpanau, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (24/11/2020). ANTARA/Izfaldi Muhammad

Elshinta.com - Pengamat Ekonomi Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Sulawesi Tengah, Sofyan Bachmid menilai langkah pemerintah Indonesia menghapus pajak bagi UMKM yang berpenghasilan di bawah Rp500 juta melalui pengesahan Undang-Undang Pajak Penghasil (PPh) merupakan langkah tepat.

“Meskipun memang sudah dilakukan di beberapa negara di Asia Tenggara seperti Singapura dan Thailand, dan meski kita baru melakukannya saya kira sudah sangat tepat menghapuskan dari 0,5 persen menjadi 0 persen,” Kata Sofyan, di Palu, Sabtu petang.

Keputusan yang sudah diambil Kementerian Keuangan, menurut dia,  bentuk keadilan dalam sistem perpajakan kepada masyarakat, sekaligus memberikan stimulus bagi para UMKM untuk mengembangkan usaha-usaha mereka.

Sejak pandemi, kata dia, jumlah UMKM di Tanah Air meningkat signifikan. Bata Kementerian Koperasi dan UMKM, hingga Juli 2021 total UMKM yang berpusat di Jakarta sebanyak 13,7 juta dari total 64 Juta yang tersebar luas di seluruh wilayah Indonesia.

“Merujuk hal tersebut, dari aspek pajak laporan Kementerian Keuangan yang saya dapatkan, kontribusi UMKM masih cukup besar hingga 60 persen, belum lagi pada penyerapan tenaga kerjanya” ucap Sofyan.

Ia mengemukakan salah satu fungsi pajak yakni dapat mendistribusikan, mengalokasikan, dan menstabilisasi ekonomi. Karena itu ia menyarankan penting juga untuk dipertimbangkan penurunan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang saat ini masih berada pada nilai 10 persen.

“Ini menarik dan juga sudah dilakukan oleh negara-negara lain untuk menunjang pertumbuhan UMKM, manfaatnya dapat meningkatkan daya beli masyarakat karena sudah pasti akan berkorelasi pada harga dan jasa, kalau itu dilakukan apalagi dalam masa pandemi seperti ini pasti akan meningkat daya beli masyarakat kita,” ujar Sofyan.

Salah satu keunggulan yang dimiliki Indonesia, katanya, dalam potensi persaingan adalah sebagai negara penghasil barang dan jasa dengan biaya yang murah, namun memang belum begitu kompetitif.

“Harus menjadi perhatian yang serius bagi pemerintah untuk mendorong produk unggul secara komparatif dan unggul secara kompetitif, serta harus didorong cepat supaya ekonomi kita semakin cepat pertumbuhannya,” kata dia.

Ia menyarankan untuk skala Sulawesi Tengah pemerintah setempat secara konkrit memberikan pemahaman aspek pajak terhadap kepada pelaku UMKM, yang berpenghasilan di atas maupun di bawah Rp500 juta.

“Karena memang di sini kita belum begitu melek tentang pajak, saya kira itu harus dilakukan oleh Pemerintah Sulawesi Tengah untuk memaksimalkan kehadiran dari UU PPh ini,” ujar Sofyan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Mencetak talenta digital dimulai dari sekolah
Minggu, 28 November 2021 - 09:27 WIB
Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) tidak hanya fokus pada pengembangan usaha mikr...
OPD diminta berikan kontribusi di sektor UMKM untuk kendalikan inflasi
Jumat, 19 November 2021 - 17:45 WIB
Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mendorong para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk berk...
Kisah dua pahlawan masa kini, beri kesempatan kerja ratusan orang
Rabu, 10 November 2021 - 08:59 WIB
Pada peringatan Hari Pahlawan 10 November yang tahun ini kembali berlangsung di tengah pandemi COVID...
PPUMI canangkan gerakan `Sejuta Sertifikasi Halal Gratis Bagi UMKM`
Jumat, 29 Oktober 2021 - 13:35 WIB
Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang penting bagi perekonomian Indonesia. Den...
Bagi tips kepada pelaku UMKM, Bahlil: jangan minder!
Kamis, 28 Oktober 2021 - 18:37 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia membagikan tips ke...
UMKM gula semut Rejang Lebong juara nasional
Minggu, 17 Oktober 2021 - 22:27 WIB
Produk gula semut Sari Aren Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, keluar sebagai juara pertama...
Program Active Selling dan upaya menolong UMKM bangkit dari pandemi
Minggu, 17 Oktober 2021 - 12:49 WIB
Kondisi ekonomi saat ini tidak bisa disamakan dengan krisis yang pernah terjadi pada satu atau dua d...
Kisah sukses UMKM warung setalah gabung platform digital
Minggu, 17 Oktober 2021 - 12:37 WIB
Dwi Subekti, seorang ibu dua anak yang tinggal di Jakarta Timur, pernah mengalami masa terpuruk saat...
Ekonom: Penghapusan pajak UMKM sudah tepat
Minggu, 17 Oktober 2021 - 09:01 WIB
Pengamat Ekonomi Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Sulawesi Tengah, Sofyan Bachmid menilai langkah pe...
Kota Probolinggo dorong UMKM kembangkan produk olahan mangga
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 19:45 WIB
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo mendorong usaha ...
InfodariAnda (IdA)