Top
Begin typing your search above and press return to search.

Harga kedelai naik, perajin tahu kian terpuruk

Harga kedelai naik, perajin tahu di Salatiga, Jawa Tengah  semakin terpuruk, akibat lesunya penjualan  di tengah pandemi Covid-19. \r\n\r\n

Harga kedelai naik, perajin tahu kian terpuruk
X
Sumber foto: Pranoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Harga kedelai naik, perajin tahu di Salatiga, Jawa Tengah semakin terpuruk, akibat lesunya penjualan di tengah pandemi Covid-19.

Seperti diutarakan sejumlah perajin tahu di sentra industri tahu Kalitaman, Salatiga. Budi Harsono salah satunya. Dia mengaku kondisi sekarang perajin tahu hanya bertahan saja karena biaya produksi naik.

"Selain harga kedelai naik dari Rp7 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram harga minyak goreng juga naik," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Pranoto, Minggu (17/10).

Sekarang ini lanjut Budi dalam sehari paling hanya produksi tahu 1,5 ton saja padahal sebelum pandemi bisa 5-6 ton. Dampak lain akibat lesunya penjualan tambah Budi adalah tenaga kerja juga banyak yang keluar cari kerja di sektor lain.

"Dalam sehari maksimal untuk satu pekerja hanya dapat jatah produksi tahu 20 kotak saja padahal sebelumnya bisa 40- 50 kotak. Untuk menyelesaikan produksi tahu 20 kotak hanya dapat Rp50 ribu honornya dan itu dirasa kurang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga," tambahnya.

Sedangkan Muhriji perajin tahu lainya mengatakan, karena harga kedelai naik maka solusinya harga jual tahu dinaikkan dari Rp1.200 rupiah menjadi Rp1.500 rupiah per potong. Muhriji juga mengaku usahanya terpuruk karena hanya tinggal produksi tahu maksimal 2 ton saja dalam sehari padahal biasanya bisa 7- 8 ton.

"Perajin tahu sekarang dalam kondisi sulit karena pandemi ditambah harga kedelai naok terus," ujarnya.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire