MemoRI 24 Oktober
24 Oktober 1830: Sultan Hamengkubuwana V sahkan perjanjian Klaten
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
24 Oktober 1830: Sultan Hamengkubuwana V sahkan perjanjian Klaten
Sumber foto: https://bit.ly/3pahmgW/elshinta.com.

Elshinta.com - Setelah Perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro berakhir pada 1830, wilayah Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta dikurangi oleh Belanda. Daerah yang dikurangi antara lain ialah Banyumas, Bagelen, Kediri dan Madiun.

Belanda juga mempertegas batas wilayah Kesultanan Yogyakarata dan Kasunanan Surakarta dengan Perjanjian Klaten pada 27 September 1830. Dalam perjanjian ini masing-masing raja diwakili oleh pepatih dalem dan disaksikan pihak Belanda.

Perjanjian ditandatangani Sunan Pakubuwana VII pada 1 Oktober 1830, sementara Sultan Hamengkubuwana V pada 24 Oktober pada tahun yang sama.

Perjanjian ini menegaskan di mana saja batas-batas wilayah Yogyakarta dan Surakarta.

"Untuk menetapkan batas pemisah yang dibuat umum dan permanen, pada hari ini dan untuk seterusnya daerah Pajang dan Sukowati menjadi milik Paduka Susuhunan dan daerah Mataram dan Gunung Kidul menjadi daerah Paduka Sultan Yogyakarta,"jelas yang diterangkan tesis Logen Jabbar Ramadhan berjudul Perjanjian Klaten 1830: Dampaknya pada Kasultanan Yogyakarta.

Menurut Sistem PemerintahanTradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta karya Tatiek Kartikasari, batas yang ditentukan semula berada di Sungai Opak.

Namun, karena aliran sungai tidak menentu maka dibuatlah batas berupa jalan di Prambanan membujur ke utara sampai ke Gunung Merapi dan selatan sampai Gunung Kidul di kaki gunung sebelah utara.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
3 Desember 1945: Perjuangan tujuh pegawai PU pertahankan Gedung Sate
Jumat, 03 Desember 2021 - 06:16 WIB
Gedung Sate yang terletak di Jalan Diponegoro 22, Kota Bandung, Jawa Barat, pascaproklamasi kemerdek...
28 Oktober 1963: Peringatan Sumpah Pemuda dan seperempat abad lagu Indonesia Raya
Kamis, 28 Oktober 2021 - 06:24 WIB
Lagu Indonesia Raya lahir pada Kongres Pemuda ke-2 atau Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
27 Oktober 1945: Pemuda Buleleng turunkan bendera Belanda
Rabu, 27 Oktober 2021 - 06:10 WIB
Pada 27 Oktober 1945, dalam catatan sejarah pernah terjadi peristiwa berdarah mempertahankan tegakny...
25 Oktober 1960: Pameran alutsista digelar di Lapangan Banteng
Senin, 25 Oktober 2021 - 06:15 WIB
Pada 25 Oktober 1960, Pameran Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) dilakukan pemerintah Indonesi...
24 Oktober 1830: Sultan Hamengkubuwana V sahkan perjanjian Klaten
Minggu, 24 Oktober 2021 - 06:31 WIB
Setelah Perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro berakhir pada 1830, wilayah Kesultanan Yogyaka...
19 Oktober 1945: Puluhan tentara Jepang dibantai di Kali Bekasi
Selasa, 19 Oktober 2021 - 06:27 WIB
Tepat pada 19 Oktober 1945 atau 76 tahun silam, Stasiun Kota Bekasi hingga Kali Bekasi menjadi saksi...
15 Oktober 1945: Haji Darip pimpin pertempuran Klender
Jumat, 15 Oktober 2021 - 06:18 WIB
Sejumlah pertempuran pecah di beberapa wilayah Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan berkumandang...
13 Oktober 1945: Pertempuran Medan Area
Rabu, 13 Oktober 2021 - 06:19 WIB
Pertempuran Medan Area adalah peristiwa perlawanan rakyat terhadap Pasukan Sekutu yang terjadi di Me...
12 Oktober 1945: Laskar Wanita Indonesia berdiri di Bandung
Selasa, 12 Oktober 2021 - 06:16 WIB
Laskar Wanita Indonesia (Laswi) adalah badan pergerakan dan perjuangan kaum perempuan yang berkontri...
11 Oktober 1862: Pangeran Antasari wafat
Senin, 11 Oktober 2021 - 12:49 WIB
Pahlawan Nasional Indonesia, Pangeran Antasari menghembuskan nafas terakhirnya pada 11 Oktober 1862,...
InfodariAnda (IdA)