Satgas TNI bantu obati luka robek warga di perbatasan RI-PNG
Elshinta
Rabu, 20 Oktober 2021 - 07:47 WIB |
Satgas TNI bantu obati luka robek warga di perbatasan RI-PNG
Personel kesehatan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 403/WP memberikan pengobatan luka robek bagian kepala warga perbatasan. ANTARA Papua/HO-Pendam XVII

Elshinta.com - Prajurit TNI dari Tim Kesehatan Poskoki Yuruf Satuan Tugas (satgas) Pamtas Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista memberikan pengobatan luka robek bagian kepala warga perbatasan RI-PNG, Lukas Watae (37) di Kampung Yuruf 2 Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom, Papua

Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Pamtas Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista Letkol Inf Ade Pribadi Siregar dalam keterangan diterima, Rabu mengatakan, korban dibawa ke Poskoki Yuruf Kipur 1 Satgas Pamtas Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista oleh keluarganya Marthen Watae (35) dengan menggunakan sepeda motor menempuh perjalanan selama 20 menit untuk tiba di Poskoki Yuruf.

“Dari keterangan keluarga korban terlibat keributan pada saat sedang berada di kebunnya dengan dua orang tidak dikenal. Salah satu orang tersebut membawa senjata tajam berupa parang dan korban mengalami luka pada bagian kepala sehingga saat kembali ke rumah dalam kondisi terluka. Kemudian pihak keluarga segera membawa korban ke Poskoki Yuruf untuk mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis Pos Satgas,”ungkap Dansatgas.

Di tempat terpisah, Dankipur 1 Satgas Pamtas Yonif Mekanis 403/Wirasada Pratista Lettu Inf Sugiman mengungkapkan, pada saat korban datang ke pos kepala korban sudah mengalami pendarahan cukup parah.

"Oleh karenanya tim kesehatan Satgas segera menyiapkan peralatan untuk mengobati luka korban. Saat ditanyakan kronologisnya, keluarga korban tidak mengatahui secara pasti apa penyebabnya, sehingga korban dianiaya oleh dua orang tidak dikenal tersebut,"ujarnya.

Disebutkan Lettu Sugiman, dari hasil koordinasi dengan Dokter Satgas, mengatakan bahwa luka di bagian kepala perlu mendapat penanganan serius, karena fungsi vital dan kepala terdiri dari beberapa bagian penting, yaitu otak, mata, telinga, hidung dan mulut.

"Semua itu berkaitan dengan fungsi penginderaan di tubuh. Korban mengalami luka robek sepanjang 9 cm di kepala bagian kiri dengan kedalaman sekitar 1 cm sehingga Dokter Satgas memutuskan untuk membersihkan dan menjahit luka korban kurang lebih sekitar 12 jahitan,"tambah Sugiman.

Diakuinya, setelah luka diperban. Selanjutnya korban diberikan obat anti nyeri dan antibiotik untuk mencegah infeksi guna mempercepat penyembuhan pada lukanya.

"Tidak lupa Bintara Kesehatan yaitu Serka Budiari mengingatkan korban untuk kembali lagi setelah 3 (tiga) hari untuk kontrol kondisi luka pada kepalanya,”tutup Sugiman.

Sementara itu, orang tua korban Marthen Watae menyampaikan ucapan terimakasih atas semua pertolongan satgas Pamtas Yonif Mekanis 403 yang telah diterimanya.

"Ternyata bapak-bapak TNI sangat baik dan ramah, terlebih lagi membantu keluarga saya yang mengalami luka robek akibat terkena parang. Pengobatan inipun gratis, terima kasih TNI yang telah selamatkan nyawa keluarga saya,"ungkap Marthen Watae.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Antisipasi banjir dan longsor, personel lalu lintas siaga
Minggu, 28 November 2021 - 17:58 WIB
Personel dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh bersiaga untuk mengantisipasi terjadinya...
 Begi-bagi jamu, Operasi Zebra Candi ala Satlantas Polres Kudus
Minggu, 28 November 2021 - 14:26 WIB
Puluhan anggota Satuan Lalu Lintas Polres Kudus, Jawa Tengah berkumpul di sisi timur kawasan Alun-a...
Satgas TNI Yonif 123 berikan bantuan tas-buku anak di perbatasan
Minggu, 28 November 2021 - 10:27 WIB
Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 123/Rajawali di bawah Kolakopsrem 174/ATW Merauke menjadi gu...
Satgas Yonif 512 bagikan pakaian untuk warga perbatasan RI-PNG
Minggu, 28 November 2021 - 09:03 WIB
Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY Pos Kalilapar dipimpin Danpos Letda Inf Wahyu...
Kodim Polewali Mandar sisir pelosok ajak warga divaksin
Minggu, 28 November 2021 - 08:51 WIB
Kodim 1402 Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menyisir pelosok desa setempat untuk mengajak ...
Satgas Yonif 512 layani pengobatan gratis warga perbatasan RI-PNG
Sabtu, 27 November 2021 - 20:51 WIB
Prajurit TNI Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada ...
Dinkes Sulsel: Hoaks jadi kendala utama vaksinasi di pedesaan
Sabtu, 27 November 2021 - 09:35 WIB
Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan mencatat bahwa hoaks atau berita bohong terkait vaksin COVID-19 me...
Antisipasi gangguan kamtibmas, Polres Semarang siapkan rencana pengamanan unjuk rasa ormas
Jumat, 26 November 2021 - 19:14 WIB
Sejumlah aksi menyampaikan pendapat di muka umum atau unra terjadi di sejumlah tempat di Jateng pada...
Satgas TNI Yonif 131 bagikan sembako ke warga perbatasan RI-PNG
Jumat, 26 November 2021 - 08:11 WIB
Satgas Yonif 131/Brs melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan gratis dan pembagian semba...
Kapolri minta jajaran petakan potensi kerawanan jelang Nataru
Kamis, 25 November 2021 - 07:11 WIB
Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Listyo S Prabowo, meminta seluruh jajarannya...
InfodariAnda (IdA)