Tiingkatkan kesehatan tulang dengan senam dan jaga asupan nutrisi
Elshinta
Rabu, 20 Oktober 2021 - 08:59 WIB |
Tiingkatkan kesehatan tulang dengan senam dan jaga asupan nutrisi
Sejumlah peserta mengikuti senam bersama di Alun-alun Kota Tangerang, Banten, Minggu (3/11/2019). ANTARA FOTO/Fauzan/ama. (ANTARA FOTO/FAUZAN)

Elshinta.com - Ketua Umum Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi) Anita A. Hutagalung mengatakan terdapat banyak cara untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan tulang; mulai dari edukasi asupan nutrisi hingga senam.

"Kami ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan osteoporosis, mengingat tulang adalah penyangga tubuh kita. Beberapa yang kami lakukan antara lain edukasi mulai dari anak-anak sampai lansia melalui penyuluhan dan seminar tentang kesehatan tulang," kata Anita, dikutip Rabu.

"Kami ingin memasyarakatkan upaya (pencegahan osteoporosis) sejak dini. Selain edukasi, ada program-program dan kegiatan pendukung seperti senam, agar masyarakat bisa terhindar dari patah tulang yang diakibatkan osteoporosis," ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, Anita mengatakan, pandemi tidak menjadi halangan pihaknya untuk melakukan upaya-upaya tersebut. Senam, yang biasanya dilakukan bersama dan langsung (luring), kini juga hadir dalam format virtual.

"Perwatusi sebagai sebuah lembaga yang fokus kepada penanganan osteoporosis di Indonesia selalu melakukan inovasi di tengah pandemi, untuk terus bersama masyarakat melalui senam virtual secara teratur tiap tiga kali dalam seminggu, sehingga masyarakat tetap bergerak dalam rangkaian senam yang dirancang untuk menguatkan dan memadatkan tulang," jelas Anita.

Ia melanjutkan, hal ini juga dilakukan untuk kaum muda sebagai tindakan pencegahan.

"Keseimbangan antara gerakan senam yang baik dan benar, terukur dan teratur, serta tak lupa juga tambahan asupan nutrisi akan mampu membantu kepadatan tulang bagi penderita maupun pencegahan terhadap penyakit osteoporosis," kata Anita.

Adapun Anita membagikan sejumlah "prinsip" gerakan senam osteoporosis. Salah satunya adalah dilakukan dengan duduk, agar gerakan-gerakan yang dilakukan tidak terlalu membebani tubuh, terutama mereka yang sudah terjangkit penyakit tulang tersebut, maupun yang memiliki berat badan berlebih.

"Senamnya dengan duduk agar tidak membebani lututnya, terutama untuk mereka yang badannya besar, mungkin lututnya lebih terbebani dengan beratnya. Duduk membuat mereka agar tetap nyaman dan teratur (pergerakannya)," kata Anita.

"Senam ini, walaupun dilakukan dengan duduk, juga sama capainya seperti berdiri, hanya saja tidak terlalu membebani," ujarnya menambahkan.

Di Hari Osteoporosis Nasional dan Sedunia yang jatuh pada hari ini (20/10), Anita mengajak masyarakat untuk aktif bergerak demi menurunkan risiko penyakit tulang itu.

"Kami mengajak masyarakat untuk bergerak, jangan mager (malas gerak), dan terus semangat untuk berolahraga secara teratur demi memperkuat tulang kita," kata Anita.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Pemkot bertekad turunkan angka stunting di Kota Magelang
Minggu, 28 November 2021 - 13:44 WIB
Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah bertekad terus menekan jumlah anak penderita stunting di wilay...
Tetap sehat saat liburan, pilih protein yang tepat
Minggu, 28 November 2021 - 12:35 WIB
Liburan akhir tahun sudah di depan mata. Saat liburan, kita cenderung mengkonsumsi makanan tinggi ka...
Alasan PPOK bisa munculkan sesak
Minggu, 28 November 2021 - 12:11 WIB
Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Aditya Wirawan, Ph.D, Sp.P,...
PPOK dan kanker paru bisa dicegah dengan berhenti merokok
Minggu, 28 November 2021 - 11:59 WIB
Rokok adalah salah satu jenis candu yang dapat membahayakan kesehatan dan menimbulkan berbagai masal...
Bupati Sleman ajak masyarakat rutin olahraga cegah penyakit degeratif
Sabtu, 27 November 2021 - 17:41 WIB
Bupati Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Kustini Sri Purnomo mengajak masyarakat untuk dapat secara...
Kompetisi kopi COE pertama Asia digelar oleh Indonesia
Sabtu, 27 November 2021 - 13:35 WIB
Indonesia menjadi Negara Asia pertama yang menggelar kompetisi kopi Cup of Excellence (COE). Sebanya...
Mengatasi gejala kelelahan pada penyintas COVID-19
Sabtu, 27 November 2021 - 12:21 WIB
Kelelahan atau fatigue adalah gejala yang paling sering ditemukan pada post-COVID syndrome, bahkan k...
Tiga metode terapi pasien kanker paru
Sabtu, 27 November 2021 - 10:35 WIB
Dr. Ralph Girson Ginarsa, SpPD-KHOM, spesialis penyakit dalam dan konsultan hematologi onkologi medi...
 Turunkan stunting, DP2KBP3A Boyolali lakukan latihan orientasi
Kamis, 25 November 2021 - 19:46 WIB
Upaya percepatan turunkan stunting di Kabupaten Boyolali JawaTengah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) B...
Virolog: Cegah lonjakan kasus COVID-19 dengan prokes
Rabu, 24 November 2021 - 17:35 WIB
Virolog dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr Daniel Joko Wahyono MBiomed mengingatkan bah...
InfodariAnda (IdA)