Emas turun di Asia, naiknya imbal hasil obligasi AS kurangi daya tarik
Elshinta
Rabu, 20 Oktober 2021 - 10:34 WIB |
Emas turun di Asia, naiknya imbal hasil obligasi AS kurangi daya tarik
Ilustrasi emas batangan. ANTARA/Reuters/aa

Elshinta.com - Harga emas turun tipis di perdagangan Asia pada Rabu (20/10) pagi, karena melonjaknya imbal hasil obligasi pemerintah AS mengurangi daya tarik logam mulia dan spekulasi untuk laporan laba kuartalan perusahaan yang optimis mengangkat sentimen risiko.

Emas di pasar spot menyusut 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 1.767,71 dolar AS per ounce pada pukul 01.00 GMT. Logam ini naik sebanyak 1,2 persen pada Selasa (19/10/2021) sebelum menyerahkan sebagian besar kenaikan tersebut karena imbal hasil obligasi menguat.

Emas berjangka AS juga turun 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 1.768,40 dolar AS per ounce.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang menjadi acuan melonjak ke level tertinggi sejak 20 Mei, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Lebih lanjut meredupkan daya tarik safe-haven logam adalah ekspektasi untuk laporan laba kuartalan perusahaan-perusahaan yang kuat, yang memberikan dorongan pada ekuitas AS pada Selasa (19/10/2021).

Federal Reserve akan menunggu hingga 2023 sebelum menaikkan suku bunga, menurut mayoritas ekonom dalam jajak pendapat Reuters, meskipun inflasi yang berkelanjutan kemungkinan akan menjadi risiko yang lebih besar bagi ekonomi AS selama tahun mendatang.

Sementara itu, ekspektasi pasar untuk suku bunga di waktu mendatang tidak sesuai dengan panduan Bank Sentral Eropa (ECB) untuk tidak ada kenaikan sampai inflasi terlihat stabil di 2,0 persen, kata kepala ekonomnya.

Jika inflasi terus meningkat pada kecepatan saat ini dalam beberapa bulan mendatang daripada mereda seperti yang diharapkan, pembuat kebijakan Fed mungkin perlu mengadopsi "respons kebijakan yang lebih agresif" tahun depan, Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan.

Gubernur Fed Michelle Bowman juga mengatakan inflasi mungkin bertahan lebih lama dari yang diperkirakan hanya beberapa bulan lalu.

Emas sering dianggap sebagai lindung nilai inflasi, meskipun pengurangan stimulus dan kenaikan suku bunga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah naik.

Logam mulia lainnya, di pasar spot perak turun 0,1 persen menjadi 23,62 dolar AS per ounce, sementara platinum turun 0,4 persen menjadi 1.035,96 dolar AS dan paladium turun 0,5 persen menjadi 2.087,90 dolar AS.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
KBRI Nairobi dorong UMKM Indonesia jajaki peluang ekspor ke Afrika
Sabtu, 04 Desember 2021 - 17:10 WIB
Duta Besar RI Nairobi, Mohamad Hery Saripudin mengatakan, peluang perdagangan ke Afrika sangat terb...
China-Laos terhubung jalur kereta api 1.035 kilometer
Sabtu, 04 Desember 2021 - 08:01 WIB
China dan Laos terhubung jalur kereta api sepanjang 1.035 kilometer yang secara resmi mulai difungsi...
WHO minta Asia-Pasifik bersiap hadapi lonjakan kasus COVID
Jumat, 03 Desember 2021 - 15:24 WIB
Negara-negara Asia-Pasifik harus meningkatkan kapasitas layanan kesehatan mereka dan memvaksin popul...
Singapura: Dua pelancong ke Sydney tertular Omicron transit di Changi
Selasa, 30 November 2021 - 12:14 WIB
Kementerian kesehatan Singapura mengatakan dua pelancong dari Johannesburg yang dites positif varian...
Australia tinjau pembukaan perbatasan setelah kasus Omicron ditemukan
Senin, 29 November 2021 - 14:58 WIB
Australia akan meninjau rencana untuk membuka kembali perbatasan bagi pekerja migran terampil dan pe...
Cegah varian Omicron, Australia uji penumpang pesawat
Minggu, 28 November 2021 - 11:35 WIB
New South Wales pada Minggu melakukan uji COVID-19 terhadap pendatang setelah dua pelaku perjalanan ...
Pakar China yakin vaksinasi COVID-19 mampu atasi Omicron
Sabtu, 27 November 2021 - 17:25 WIB
Pakar pernapasan terkemuka di China Prof Zhong Nanshan meyakini vaksin COVID-19 yang beredar di pasa...
Zhejiang University mendadak `lockdown`dua WNI terjebak
Kamis, 25 November 2021 - 23:41 WIB
Kampus Zhejiang University di Kota Hangzhou, China, mendadak dikenai lockdown (penguncian) pada Ka...
China protes AS atas sanksi 12 perusahaan
Kamis, 25 November 2021 - 22:41 WIB
Kementerian Perdagangan China (Mofcom) memprotes tindakan Amerika Serikat yang menjatuhkan sanksi te...
Australia tetapkan The Base dan Hizbullah sebagai organisasi teroris
Rabu, 24 November 2021 - 16:58 WIB
Pemerintah Australia pada Rabu menetapkan organisasi neo-Nazi, The Base, dan partai politik Syiah Le...
InfodariAnda (IdA)