Polda Jateng bongkar sindikat pinjaman online yang berpusat di Yogya
Elshinta
Kamis, 21 Oktober 2021 - 14:58 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Polda Jateng bongkar sindikat pinjaman online yang berpusat di Yogya
Sumber foto: Joko Hendrianto/elshinta.com.

Elshinta.com - Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Tengah membongkat sindikat penagihan pinjaman online PT AKS yang beralamat di jalan Kyai Mojo, Tegalrejo, Yogyakarta.

Polisi menyita ratusan komputer dan ratusan ponsel  digunakan untuk menagih debiturnya yang telat membayar angsuran. Sindikat itu menagih korbannya dengan cara meneror dan menyebarkan konten porno melalui media sosial untuk mempermalukan korbannya.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan aksi sindikat pinjol itu meresahkan masyarakat yang menjadi korban. "Mereka akhirnya melaporkan ke Ditreskrimsus Polda Jateng. Setelah melakukan penyelidikan, tersangka kami tangkap di Yogyakarta berikut perangkat komputernya," paparnya.

Ahmad Luthfi  menegaskan Polda Jateng akan mengembangkan kasus tersebut karena meresahkan masyarakat. Ia  menghimbau kepada masyarakat agar melakukan crosscheck jika akan melakukan transaksi pinjaman.

"Kami silakan masyarakat bertanya lebih dulu  Ditreskrimsus Polda Jateng agar tidak terjadi kasus serupa," tuturnya.

Ditkrimsus Polda Jateng  membuka website pelaporan di www.reskrimsus.jateng.polri.go.id. Sementara Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jateng membuka hotline di 024 8413 544.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jateng, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora mengatakan pengungkapan korban mendapatkan sms berisi link aplikasi pinjol simple loan pada 4 Mei 2021. Korban ditawari pinjaman dengan bunga rendah.

"Setelah korban mengisi aplikasi dan memberikan persetujuan mengaktifkan mikrofon serta mengizinkan menyerahkan  data kontak, maupun galeri di handphone korban," jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto, Kamis (21/10).

Kemudian pada bulan September 2021,  sindikat perusahaan pinjol menghubungi korban melalui telepon maupun SMS memberitahukan bahwa telah mengirim uang Rp 1,3 juta dan Rp 2,2 juta. Namun saat dicek di rekening korban uang tersebut tidak ada.

"Tiga hari kemudian debt collector dari perusahaan pinjol tersebut menelpon korban bahwa pinjaman tersebut telah jatuh tempo. Korban diteror jika tidak membayar maka jatidirinya akan disebarkan ke kontak What's app bahwa ia adalah penipu," terangnya.

Tidak hanya itu, korban juga diteror oleh debt collector menyebarkan gambar porno yang  telah dimodifikasi dengan wajah korban. Hal ini menyebabkan korban merasa malu.

"Korban melaporkan kejadian tersebut ke Ditreskrimsus Polda Jateng. Kami lakukan tindak profiling, dan ternyata perusahaan itu berada di Yogyakarta," imbuhnya.

Johanson mengatakan ada tiga orang yang diamankan yakni  debt collector, HRD, direktur perusahaan penagihan tersebut. Dari ketiga orang tersebut baru satu yang ditetapkan tersangka selaku debt collector berinisial A, seorang perempuan.

"Debt collector itu melakukan pemerasan, dan pengancaman. Setiap debt collector ini terdapat target  setiap penagihan. Jika berhasil dia akan mendapatkan komisi berdasarkan prosentase dari total yang ditagih," ujar dia.

Total keseluruhan karyawan sindikat itu mencapai  200 orang. Namun karena pandemi, karyawan tersebut dirumahkan. Sementara  ruko yang digrebek merupakan kantor penagihan. Kantor tersebut baru beroperasi selama enam bulan di masa pandemi corona. Satu kantor membawahi banyak aplikasi pinjol.

Johanson menjelaskan penggrebekan tersebut polisi mendapati 300 unit komputer. Namun polisi mendapati yang masih aktif sebanyak 150 unit komputer. 

Ia mengatakan ada 34 pinjol ilegal yang dilaporkan ke Ditreskrimsus Polda Jateng. Pihaknya akan berkoodinasi dengan Polda Jabar, Polda Metro Jaya, dan Bareskrim jika kasus tersebut berkaitan di wilayah lain.

Tersangka dijerat pasal 45 ayat 1 Jo pasal 27 ayat 1 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman hukuman 6 tahun dan denda Rp 1 miliar. Kemudian pasal 45 ayat 4 jo pasal 24 ayat 4 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman hukuman 6 tahun dan denda Rp 1 miliar.  Kemudian pasal 45 ayat 3 Jo Pasal 27 ayat 3  UU Nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman hukuman 4 tahun dan denda Rp 750 juta.

Sementara itu Kabidhumas Kombes M Iqbal Alqudusy mengimbau masyarakat agar berhati-hati. Polda Jateng meminta masyarakat tidak menanggapi pesan whatsapp atau SMS yang berisi tawaran pinjaman online.

"Tidak usah direspon, karena bisa dipastikan itu pinjol ilegal. Tapi apabila sudah terlanjur terjebak dengan tawaran mereka, silakan melapor ke kantor polisi terdekat," tegas M Iqbal, Kamis (21/10). 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
SMA Negeri 1 Oksibil dibakar OTK
Minggu, 05 Desember 2021 - 11:47 WIB
Bangunan SMA Negeri 1 Oksibil, Distrik Serambakom, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Minggu dini ...
Sindikat pencurian data pribadi digulung petugas
Sabtu, 04 Desember 2021 - 21:34 WIB
Unit Indag dan Siber, Direktorat Reserse Khusus Polda Jabar kembali berhasil menangkap sindikat pen...
 Produksi miras, gudang milik warga Kaliwungu digrebek Polres Kudus
Sabtu, 04 Desember 2021 - 15:36 WIB
Aparat Polres Kudus, Jawa Tengah menggerebek tempat pembuatan minuman keras (miras) yang berada di ...
Sepuluh kali lakukan `begal` payudara, Fendi terancam lima tahun penjara
Kamis, 02 Desember 2021 - 14:58 WIB
Fendi Indra Setyawan (31) warga Dusun Buntalan Rt 002/Rw 008, Desa Buntalan, Kecamatan Klaten Tenga...
Polda Jateng tangkap enam penggendam lintas provinsi
Rabu, 01 Desember 2021 - 12:24 WIB
Jajaran Direktorat Kriminal Umum Polda Jateng berhasil membekuk enam orang anggota kawanan penipuan ...
Operasi Kancil Toba 2021 ungkap 129 kasus dan amankan 147 tersangka
Selasa, 30 November 2021 - 17:10 WIB
Direskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, mengatakan dalam waktu 21 hari Ops Kancil T...
Curi alat berat perusahaan, cakades di Purwakarta ditangkap petugas
Senin, 29 November 2021 - 20:55 WIB
Seorang cakades saat Pilkades Purwakarta yang baru lalu, dibekuk Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim...
Pembunuhan disertai mutilasi di Kedungwaringin bermotif dendam
Minggu, 28 November 2021 - 21:24 WIB
Kepolisian mengungkapkan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang pria berinisial RS yang...
Polres Indramayu bekuk 11 geng motor di bawah umur penganiaya warga
Minggu, 28 November 2021 - 21:11 WIB
Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu, Jawa Barat, membekuk 11 anggota geng motor yang menganiaya...
Polres Sukoharjo gagalkan penjualan puluhan ekor anjing
Minggu, 28 November 2021 - 16:56 WIB
Polres Sukoharjo, Jawa Tengah berhasil menggagalkan perdagangan 51 ekor anjing ke Wilayah Sukoharjo....
InfodariAnda (IdA)