Boyolali mulai uji coba pembelajaran tatap muka di tingkat PAUD dan TK
Elshinta
Kamis, 21 Oktober 2021 - 18:59 WIB |
Boyolali mulai uji coba pembelajaran tatap muka di tingkat PAUD dan TK
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali Darmanto saat meninjau uji coba pelaksanaan pembelajaran tatap muka di TK Pembina Boyolai pada Kamis (21/10/2021). (ANTARA/Bambang Dwi Marwoto)

Elshinta.com - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali di Provinsi Jawa Tengah mulai melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka di tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman kanak-kanak (TK).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali Darmanto saat memantau pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka di TK Pembina Boyolali pada Kamis mengatakan bahwa uji coba baru dilakukan di satu sekolah, yakni TK Pembina.

"Setelah uji coba (di) SMP dan SD, Kamis ini kami mencoba praktik di TK Pembina untuk nantinya disebarluaskan ke sekolah TK-TK di seluruh kabupaten secara bertahap," katanya.

Kepala Sekolah TK Pembina Boyolali Sri Widayati mengatakan bahwa pembelajaran tatap muka di sekolahnya dilakukan dalam dua sesi, sesi pertama pukul 07.30 WIB hingga 08.30 WIB dan sesi kedua pukul 09.30 WIB hingga 10.30 WIB. 

"Mekanisme masuk sekolah, anak-anak itu yang kelompok A melalui pintu gerbang selatan dan kelompok B melalui pintu gerbang utara. Setiap harinya hanya lima anak yang datang pada sesi pertama, sesi kedua juga demikian," katanya.

Darmanto mengatakan, uji coba pelaksanaan pembelajaran tatap muka di TK Pembina Boyolali akan menjadi acuan dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka di 700 PAUD dan TK yang ada di wilayah Boyolali.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali sudah melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka di 48 sekolah menengah pertama (SMP) negeri.

"Praktis ada empat SMP negeri yang belum uji coba. Kami sudah memberi kesempatan masing masing kecamatan satu SMP, kemudian diperluas, jadi tambah satu SMP lagi," kata Darmanto.

Di tingkat sekolah dasar (SD), ia mengatakan, uji coba pembelajaran tatap muka sudah dilakukan di 56 sekolah dan berjalan dengan baik.

Menurut dia, selanjutnya uji coba pembelajaran tatap muka akan dilakukan di satu sekolah dasar di setiap desa. Dengan demikian uji coba bisa dilakukan di 267 SD yang ada di di desa/kelurahan ditambah dengan 56 SD inti.

"Kami sudah melaporkan ke Bupati. Bupati mengizinkan untuk tambah masing-masing desa atau kelurahan satu untuk SD," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Literasi jadi kunci penting Indonesia maju
Selasa, 07 Desember 2021 - 15:37 WIB
Keberadaan perpustakaan kini semakin sentral di era teknologi yang kian berkembang laju. Sehingga, P...
Ikut cerdaskan bangsa, Satgas Pamtas TNI jadi pengajar di perbatasan RI-PNG
Selasa, 07 Desember 2021 - 12:05 WIB
Personel Pos Waris Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC menjadi tenaga pengajar Sekolah Dasar Kanandega...
Pustakawan berperan dalam mendukung penelitian di Indonesia
Senin, 06 Desember 2021 - 21:47 WIB
Syarif Bando menyebut, pustakawan memiliki peran penting dalam mengumpulkan informasi-informasi, kem...
Siswa SMP di Temanggung gelar aksi Peduli Semeru
Senin, 06 Desember 2021 - 15:22 WIB
Para siswa, guru, dan karyawan SMP Negeri 6 Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar aksi Peduli...
Universitas Brawijaya beri penjelasan kasus pelecehan seksual NWR
Minggu, 05 Desember 2021 - 20:56 WIB
Universitas Brawijaya memberikan penjelasan terkait kasus pelecehan seksual yang dialami salah seora...
Perkembangan literasi harus diperhatikan untuk capai masyarakat informasi
Sabtu, 04 Desember 2021 - 18:14 WIB
Banyak kalangan termasuk para ahli komunikasi meyakini bahwa peradaban masa depan adalah masyarakat ...
Mahasiswi Salatiga juara lomba orasi unjuk rasa
Sabtu, 04 Desember 2021 - 16:12 WIB
Panas terik itu siang itu tidak menyurutkan puluhan anggota Sabhara untuk tetap berdiri menjaga romb...
21 mahasiswa pertukaran `Mahasiswa Merdeka` menimba ilmu di STIE Malangkuceswara
Sabtu, 04 Desember 2021 - 13:47 WIB
STIE Malangkuceswara atau ABM menerima 21 dari 24 orang mahasiswa program pertukaran Mahasiswa Merde...
Dekranasda NTT gagas `Tenun Masuk Sekolah` untuk regenerasi penenun
Sabtu, 04 Desember 2021 - 12:23 WIB
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur menggagas Program Tenun Masuk Sekol...
BEM minta Kemendikbudristek kaji ulang revisi statuta UI
Jumat, 03 Desember 2021 - 22:11 WIB
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia meminta agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaa...
InfodariAnda (IdA)