Kasus begal libatkan anak di Denpasar, orang tua minta maaf kepada korban
Elshinta
Kamis, 21 Oktober 2021 - 20:24 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
 Kasus begal libatkan anak di Denpasar, orang tua minta maaf kepada korban
Sumber foto: Eko Sulestyono/elshinta.com.

Elshinta.com - Orang tua anak yang berkonflik dengan hukum telah melakukan musyawarah/perdamaian dengan korban di Mapolresta Denpasar, Bal. Musyawarah ini dilakukan sekaligus juga sebagai itikad baik orang tua anak untuk meminta maaf atas apa yang anak mereka lakukan kepada korban (JFY).

Sekedar informasi, pada 2 Oktober 2021 lalu, 4 orang anak dengan inisial GCS, KS, MS dan LD diduga telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (begal) kepada korban dengan inisial JFY (24).

Tindak pidana ini dilakukan dengan modus penjualan obat kuat yang didalangi oleh rekan mereka DN (19) dan ND (20). Ke-empat Anak tersebut kemudian diajak oleh DN dan ND untuk ikut serta dalam proses transaksi dengan korban, hingga akhirnya terjadilah tindak pidana ini.

“Proses musyawarah dilakukan terkait ganti kerugian terhadap korban pembegalan oleh keluarga anak, yang dihadiri oleh PK Bapas Denpasar, keluarga anak, penasihat hukum anak dari LBH Lingkar Karma dan korban beserta pamannya,” kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk, dalam keterangan tertulis yang diterima Kontributor Elshinta, Eko Sulestyono, Kamis (21/10).

Empat orang PK (Pembimbing Kemasyarakatan) Pertama Bapas Kelas I Denpasar turut mendampingi masing-masing anak dalam proses musyawarah ini, yaitu Nur Wijayanti, Tri Joko Sulistyo, Arsukma Wiranti dan Arnissa Wulandari.

PK turut menjelaskan kepada korban bahwa ke- empat pelaku masih berusia di bawah umur, sehingga masih harus didampingi oleh PK dalam menjalani proses hukum.

Selain pendampingan pada proses musyawarah ini, PK tentunya juga telah mendampingi anak dari tahap awal, pelimpahan berkas tahap II hingga nantinya pendampingan di persidangan yang rencananya akan dilakukan tanggal 26 Oktober 2021.

Dalam pendampingan yang dilakukan, PK akan membantu menjelaskan terkait latar belakang tindak pidana, kondisi anak hingga rekomendasi kepada hakim untuk putusan yang akan diberikan. Dimana tentunya hal tersebut sudah tertuang dalam Litmas (Penelitian Kemasyarakatan).

Adapun dalam musyawarah ini, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai, diantaranya pihak keluarga anak yang meminta maaf terhadap korban atas perbuatan mereka sehingga menyebabkan korban kehilangan uang, handphone dan mengalami luka-luka. 

Selain itu keluarga anak juga memberikan ganti kerugian sebesar 5 juta rupiah yang telah disepakati kepada korban sebagai bentuk tanggungjawab moral.

Namun, meskipun sudah dilakukan ganti rugi sebagai tanggung jawab moral, anak tetap akan diproses secara hukum. Dalam kesempatan ini pihak korban sudah memaafkan perbuatan keempat anak tersebut dan menerima ganti kerugian sebesar 5 juta rupiah dan berharap mereka tidak mengulangi pidana lagi.

Diharapkan peran PK Bapas sebagai Bentuk Perlindungan Anak dengan memberikan perlindungan khusus bagi anak, pemberian perlakuan secara manusiawi melalui penyediaan petugas pendamping, sarana/ prasarana khusus, pemantauan/pencatatan perkembangan anak, dan mempertahankan hubungannya dengan orang tua/ keluarga.

Selain itu juga sebagai upaya melakukan pendampingan bagi anak yang bermasalah dengan hukum, terutama berkaitan penangkapan, penahanan dan pelaksanaan pidana di Lapas Anak.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sindikat pencurian data pribadi digulung petugas
Sabtu, 04 Desember 2021 - 21:34 WIB
Unit Indag dan Siber, Direktorat Reserse Khusus Polda Jabar kembali berhasil menangkap sindikat pen...
 Produksi miras, gudang milik warga Kaliwungu digrebek Polres Kudus
Sabtu, 04 Desember 2021 - 15:36 WIB
Aparat Polres Kudus, Jawa Tengah menggerebek tempat pembuatan minuman keras (miras) yang berada di ...
Sepuluh kali lakukan `begal` payudara, Fendi terancam lima tahun penjara
Kamis, 02 Desember 2021 - 14:58 WIB
Fendi Indra Setyawan (31) warga Dusun Buntalan Rt 002/Rw 008, Desa Buntalan, Kecamatan Klaten Tenga...
Polda Jateng tangkap enam penggendam lintas provinsi
Rabu, 01 Desember 2021 - 12:24 WIB
Jajaran Direktorat Kriminal Umum Polda Jateng berhasil membekuk enam orang anggota kawanan penipuan ...
Operasi Kancil Toba 2021 ungkap 129 kasus dan amankan 147 tersangka
Selasa, 30 November 2021 - 17:10 WIB
Direskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, mengatakan dalam waktu 21 hari Ops Kancil T...
Curi alat berat perusahaan, cakades di Purwakarta ditangkap petugas
Senin, 29 November 2021 - 20:55 WIB
Seorang cakades saat Pilkades Purwakarta yang baru lalu, dibekuk Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim...
Pembunuhan disertai mutilasi di Kedungwaringin bermotif dendam
Minggu, 28 November 2021 - 21:24 WIB
Kepolisian mengungkapkan kasus pembunuhan disertai mutilasi terhadap seorang pria berinisial RS yang...
Polres Indramayu bekuk 11 geng motor di bawah umur penganiaya warga
Minggu, 28 November 2021 - 21:11 WIB
Satuan Reserse Kriminal Polres Indramayu, Jawa Barat, membekuk 11 anggota geng motor yang menganiaya...
Polres Sukoharjo gagalkan penjualan puluhan ekor anjing
Minggu, 28 November 2021 - 16:56 WIB
Polres Sukoharjo, Jawa Tengah berhasil menggagalkan perdagangan 51 ekor anjing ke Wilayah Sukoharjo....
 Empat pelaku penembakan pos polisi di Aceh Barat menyerahkan diri
Minggu, 28 November 2021 - 15:13 WIB
Empat pelaku yang terlibat dalam penembakan pos polisi di Panton Reu, Kepolisian Resort (Polres) Ac...
InfodariAnda (IdA)