Telemedisin diyakini tetap dimanfaatkan masyarakat setelah pandemi
Elshinta
Sabtu, 23 Oktober 2021 - 12:27 WIB |
Telemedisin diyakini tetap dimanfaatkan masyarakat setelah pandemi
Ilustrasi (Pixabay)

Elshinta.com - Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr. Daeng M. Faqih berpendapat layanan kesehatan berbasis teknologi seperti telemedisin tetap dimanfaatkan masyarakat bahkan saat pandemi COVID-19 usai.

“Tetapi kami percaya (teknologi kesehatan semisal telemedisin) ini tidak hanya bermanfaat dan dimanfaatkan saat pandemi. Di luar pandemi, kami berharap bisa terus didorong,” kata dia dalam sebuah diskusi bersama media, ditulis Sabtu.

Di sisi lain, Daeng meyakini dalam waktu 3-5 tahun ke depan, telemedisin menjadi pilihan dokter dan tenaga kesehatan secara umum untuk berkontribusi memberikan layanan kesehatan lebih cepat dengan jangkauan lebih luas dan mutu lebih baik.

Tetapi, hal ini tidak berarti menjadikan teknologi menjadi ancaman bagi praktik konvensional. Dia mendorong dibentuknya ekosistem layanan kesehatan yang baik, sehingga terwujudlah sebuah bentuk pelayanan terbaik baik bagi penyedia maupun masyarakat termasuk di wilayah Timur Indonesia.

“Wilayah kita luas, akses pelayanan kesehatan harus dibuka selebar-lebanya karena masih ada daerah-daerah tertentu yang mungkin fasilitas pelayanan fisik masih terbatas terutama wilayah Timur. Tantangan kita ini untuk perluas akses telemedis menjadi suatu hal penting,” kata Daeng.

Di masa pandemi COVID-19 saat ini, teknologi membantu tenaga kesehatan untuk memberikan pendampingan dan pengarahan pada masyarakat dan karenanya pelayanan kesehatan saat pandemi tetap berjalan.

Pada mereka yang menjalani isolasi mandiri misalnya. Telemedisin berperan mendampingi pasien agar melakukan hal tepat mulai dari obat yang perlu diminum, kegiatan yang sebaiknya dilakukan hingga tanda bila harus melakukan pemeriksaan lanjutan.

“Kalau tidak didampingi, (isolasi mandiri) tidak bisa dilakukan dengan baik oleh masyarakat. Kami khawatirkan terjadi angka kematian, karena sudah perawatan kurang baik, bisa jadi sudah kondisi emergency tidak tahu kapan harus ke rumah sakit,” tutur Daeng.

Sependapat dengan Daeng, CBO & Co-Founder Halodoc, Doddy Lukito mengatakan, dari sisi dokter, hadirnya teknologi memberikan akses bagi mereka melayani pasien di seluruh Indonesia, bahkan orang Indonesia di luar negeri selama mereka mendapatkan akses internet.

Sementara dari sisi pasien, teknologi memudahkan mereka berkonsultasi dengan dokter dan tenaga kesehatan secara umum selama 24 jam. Akses mereka juga lebih luas khususnya bagi yang tinggal di wilayah dengan infrastruktur layanan kesehatan fisik belum memadai.

“Cukup gunakan smartphone dan internet sudah bisa mendapatkan pelayanan kesehatan lewat teknologi,” demikian kata Doddy.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kurangi risiko penyakit kardiovaskuler dengan berhenti merokok
Selasa, 07 Desember 2021 - 14:56 WIB
Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Jantung Pembuluh Darah Harapan Kita, dr Ade Meidian Ambari, Sp....
Manfaat makan es krim di pagi hari
Selasa, 07 Desember 2021 - 06:01 WIB
Es krim kerap kali dicap sebagai dessert yang harus dihindari karena sifatnya yang dingin dan rasany...
Kiat atasi kecemasan pada munculnya varian Omicron
Senin, 06 Desember 2021 - 09:19 WIB
Tak cukup pada Delta, varian baru COVID-19 yakni Omicron muncul, menyebabkan sebagian orang berada d...
Risiko penyakit akibat letusan gunung berapi dan pencegahannya
Minggu, 05 Desember 2021 - 10:59 WIB
Asap dan debu vulkanik dari letusan gunung berapi salah satunya Semeru yang terletak di Lumajang dan...
Satgas Pamtas TNI berikan pelayanan kesehatan warga perbatasan RI-PNG 
Sabtu, 04 Desember 2021 - 14:25 WIB
Personel Satgas Pamtas Yonif 126/Kala Cakti Pos Waris kembali beraksi dengan memberikan pelayanan ke...
Keju yang baik kandung zat gizi seperti susu
Jumat, 03 Desember 2021 - 22:55 WIB
Ketua Indonesia Sport Nutrition Association Dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes mengatakan, keju yang baik...
Remaja perlu lewati masa pubertas tanpa `baper`
Jumat, 03 Desember 2021 - 09:35 WIB
Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Tara de Thouars, BA, M.Psi berpendapat, penting bagi par...
Dokter sarankan konsumsi serat dan Jangan mengejan agar tak kena wasir
Kamis, 02 Desember 2021 - 21:35 WIB
Dokter spesialis bedah dari Universitas Udayana, dr. Heru Sutanto K, SpB menyarankan Anda tidak meng...
Dalam setahun, ODHA di Sukoharjo bertambah 47 kasus
Rabu, 01 Desember 2021 - 20:37 WIB
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mencatat terjadi penambahan kasus orang dengan HIV dan Aids (ODHA) ...
Panel FDA beri dukungan terbatas pemakaian pil COVID-19 Merck
Rabu, 01 Desember 2021 - 09:11 WIB
Sebuah panel penasihat ahli Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (FDA) AS pada Selasa (30/11) dala...
InfodariAnda (IdA)