MemoRI 27 Oktober
27 Oktober 1945: Pemuda Buleleng turunkan bendera Belanda
Elshinta
Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
27 Oktober 1945: Pemuda Buleleng turunkan bendera Belanda
Sumber foto: https://bit.ly/2ZdqVkc/elshinta.com.

Elshinta.com - Pada 27 Oktober 1945, dalam catatan sejarah pernah terjadi peristiwa berdarah mempertahankan tegaknya bendera Merah Putih di Pelabuhan Buleleng, Bali.

Kala itu, awak kapal Belanda Abraham Grinjs, seluruhnya turun ke daratan di Pelabuhan Buleleng dengan membawa persenjataan lengkap.

Pasukan Belanda yang meringsek ke tengah kota Singaraja lalu melakukan provokasi dengan cara menurunkan sejumlah bendera merah putih yang berkibar di depan instansi pemerintahan maupun rumah milik warga. Bahkan di antara pasukan Belanda itu ada yang mengoyak bendera merah putih.

Kedatangan Belanda ke Singaraja sebenarnya untuk memperalat jepang yang tak lagi berkuasa karena kalah dalam peperangan.

Belanda meminta Jepang untuk menekan hasrat dan kemauan bangsa Indonesia yang sudah menyatakan kemerdekaannya termasuk di Bali.

Dari catatan buku Bali Berjuang karya Nyoman S. Pendit, sikap culas tentara Belanda yang menurunkan secara paksa bendera merah putih karena tak mengakui kemerdekaan Indonesia memantik amarah pemuda-pemuda Buleleng.

Para pemuda membalasnya, walaupun harus melalui kontak senjata.

Beriap-siap mereka berangkat menuju ke pelabuhan untuk mengadakan penyerbuan secara gerilya di bawah pimpinan I Made Putu.

Sampai di pelabuhan, kedapatan seluruh awak kapal Abraham Grinjs sudah naik ke dek kapal.

Beberapa pemuda, antara lain Anang Ramli, mendapat perintah menurunkan bendera Belanda itu dan menggantikannya dengan Sang Dwiwarna.

Namun, perintah ini tidak dapat dijalankan dengan sempurna, menyebabkan pimpinan BKR (Badan Keamanan Rakyat) sendiri bertindak menurunkan Bendera Belanda.

Berkibarlah kembali Sang Merah Putih dengan megahnya di depan kantor bea cukai di pelabuhan Buleleng.

Sayangnya hal ini diketahui Belanda dari atas kapalnya. Mereka lalu menembak pemuda-pemuda kota Singaraja dari atas kapal Abraham Grijns.

Seorang pemuda bernama I Ketut Merta dari Banjar Liligundi, Singaraja, terkena peluru Belanda hingga menyebabkan ia tewas seketika. Akhirnya, para pemuda mendapat perintah mundur dari pelabuhan.

Sambil menembak, Belanda kembali menaikkan bendera tiga warna mereka di kantor bea cukai. Sang Merah Putih mereka turunkan lagi. Setelah itu pasukan Belanda naik kempali ke kapal.

Menurut data monumen sejarah di Kabupaten Buleleng tahun 2008, monumen perjuangan ini berdiri pada 1976.

Adapun pematungnya ialah Ketut Sujana dan Liligundi.

Tak jauh dari tempat berdirinya monumen tersebut juga terdapat Museum Soenda Ketjil Singaraja.

Museum satu ini menjadi destinasi wisata edukatif bagi yang ingin mengenang kejayaan Buleleng tempo dulu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
3 Desember 1945: Perjuangan tujuh pegawai PU pertahankan Gedung Sate
Jumat, 03 Desember 2021 - 06:16 WIB
Gedung Sate yang terletak di Jalan Diponegoro 22, Kota Bandung, Jawa Barat, pascaproklamasi kemerdek...
28 Oktober 1963: Peringatan Sumpah Pemuda dan seperempat abad lagu Indonesia Raya
Kamis, 28 Oktober 2021 - 06:24 WIB
Lagu Indonesia Raya lahir pada Kongres Pemuda ke-2 atau Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
27 Oktober 1945: Pemuda Buleleng turunkan bendera Belanda
Rabu, 27 Oktober 2021 - 06:10 WIB
Pada 27 Oktober 1945, dalam catatan sejarah pernah terjadi peristiwa berdarah mempertahankan tegakny...
25 Oktober 1960: Pameran alutsista digelar di Lapangan Banteng
Senin, 25 Oktober 2021 - 06:15 WIB
Pada 25 Oktober 1960, Pameran Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) dilakukan pemerintah Indonesi...
24 Oktober 1830: Sultan Hamengkubuwana V sahkan perjanjian Klaten
Minggu, 24 Oktober 2021 - 06:31 WIB
Setelah Perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro berakhir pada 1830, wilayah Kesultanan Yogyaka...
19 Oktober 1945: Puluhan tentara Jepang dibantai di Kali Bekasi
Selasa, 19 Oktober 2021 - 06:27 WIB
Tepat pada 19 Oktober 1945 atau 76 tahun silam, Stasiun Kota Bekasi hingga Kali Bekasi menjadi saksi...
15 Oktober 1945: Haji Darip pimpin pertempuran Klender
Jumat, 15 Oktober 2021 - 06:18 WIB
Sejumlah pertempuran pecah di beberapa wilayah Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan berkumandang...
13 Oktober 1945: Pertempuran Medan Area
Rabu, 13 Oktober 2021 - 06:19 WIB
Pertempuran Medan Area adalah peristiwa perlawanan rakyat terhadap Pasukan Sekutu yang terjadi di Me...
12 Oktober 1945: Laskar Wanita Indonesia berdiri di Bandung
Selasa, 12 Oktober 2021 - 06:16 WIB
Laskar Wanita Indonesia (Laswi) adalah badan pergerakan dan perjuangan kaum perempuan yang berkontri...
11 Oktober 1862: Pangeran Antasari wafat
Senin, 11 Oktober 2021 - 12:49 WIB
Pahlawan Nasional Indonesia, Pangeran Antasari menghembuskan nafas terakhirnya pada 11 Oktober 1862,...
InfodariAnda (IdA)