17 ribuan murid di Lumajang terima beasiswa, Komisi X DPR RI: Dua kali lipat dari sebelumnya
Mendorong semangat belajar di masa pandemi Covid-19, sekitar 17 ribu KIP atau PIP digelontorkan DPR RI Komisi X kepada murid SD, SMP, SMA dan SMK serta perguruan tinggi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dari pengajuan 2021.

Elshinta.com - Mendorong semangat belajar di masa pandemi Covid-19, sekitar 17 ribu KIP atau PIP digelontorkan DPR RI Komisi X kepada murid SD, SMP, SMA dan SMK serta perguruan tinggi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dari pengajuan 2021.
Dikatakan anggota DPR RI Komisi X Mohammad Nur Purnamasidi, penerima manfaat tersebut diharapkan lebih rajin dan tekun belajar apabila dengan kondisi pembelajaran yang belum maksimal.
Bantuan yang digulirkan tahun 2021 ini lebih banyak dibandingkan dengan tahun 2020 kemarin, Dan di tahun ini beasiswa kepada Mahasiswa di berikan kepada beberapa lembaga di Lumajang karena kondisi jumlah Mahasiswa minim, hal itu dilakukan untuk mengantisipasi tutupnya perguruan tinggi tersebut.
"Dua kali lipat besaran kuota beasiswa yang digulirkan di Lumajang. Memang khusus perguruan tinggi mas Fudoli (Staf Ahli DPR RI Komisi X Mohammad Nur Purnamasidi-red) mengarahkan beberapa perguruan tinggi jika tidak diintervensi mahasiswa akan hilang mahasiswanya," kata alumni Fakultas Ilmu Sosial Universitas Jember seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Efendi Murdiono, Senin (25/10).
Ditegaskan legislator Golkar Dapil IV Jawa Timur dari Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Jember ini, dengan masuknya beberapa perguruan tinggi negeri di Lumajang akan menjadi persaingan ketat perguruan tinggi swasta di Lumajang maka sebagian tugas yang emban komisi X DPR RI untuk mempertahankan perguruan tinggi swasta yang ada.
"Perguruan tinggi dari Malang dari UNEJ dari sebentar lagi UIN Jember, menurut saya ini yang mendampingi pemerintah Lumajang bahwa perguruan tinggi swasta sebagai sumber SDM nya pemerintah kabupaten Lumajang," ucap Nur Purnamasidi.
Pihaknya berupa perolehan kuota beasiswa di tahun 2022 mendatang lebih besar dari sekarang, dari itu Nur Purnamasidi terus melakukan koordinasi dengan kementerian terkait.
"Mudah-mudahan karena Covid sudah mulai mereda kemudian refocussing relokasi anggaran sangat kecil terjadi, maka kami di komisi X dalam kondisi perekonomian yang belum bisa bangkit kami rencana untuk menambah alokasi anggaran penerima," tuturnya.