Parpol nasionalis dan religius sangat menentukan pada Pilpres Pemilu 2024
Elshinta
Selasa, 26 Oktober 2021 - 10:24 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Parpol nasionalis dan religius sangat menentukan pada Pilpres Pemilu 2024
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com

Elshinta.com- Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) merupakan perwujudan demokrasi dalam Sistem Presidensiil, namun sistem Presidensiil di Indonesia dalam praktik ketatanegaraan banyak dilemahkan oleh konstitusi dalam kekuasaan Kepala Negara dan Undang-Undang terutama dalam ketentuan jabatan publik.

Dalam menjalankan fungsi Dewan Perwakilan Rakyat di bidang pembentukan Undang-Undang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden mempunyai karakteristik sendiri dibanding Pemilu lainnya

“Karena walaupun diusung oleh Partai Politik ataupun Gabungan Parpol dalam pencalonannya namun belum tentu seluruh konsituen partai politik mendukungnya,” ujar Plt. Dekan Fakultas Hukum Universitas Krisna Dwipayana Jakarta, Dr. Drs. H. Muchtar HP, B.Ac., S.H., M.H. dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi Elshinta.com, Selasa (26/10).

Ia menambahkan, peran partai politik (parpol) nasionalis dan religius mempunyai peran yang sangat penting pada Pemilu mendatang karena partai nasionalis dan religius adalah organisasi politik besar yang menjalani ideologi tertentu dan dibentuk dengan tujuan khusus dengan merangkul parpol dan partai religius pada Pemilu 2024 bagi seorang calon Presiden dan Wakilnya sangat dibutuhkan karena dengan merangkul mereka akan memiliki suara atau pemilih mayoritas dan suara terbanyak.

” Pemilu memiliki fungsi utama untuk menghasilkan kepemimpinan yang benar-benar mendekati kehendak rakyat pada negara demokrasi dan oleh karena itu Pemilu merupakan salah satu sarana legitimasi kekuasaan serta Pemilu dapat dikatakan aspiratif dan demokratis apabila memenuhi beberapa persyaratan,” imbuh Dr Muchtar .

Dalam pelaksanaan Pemilu, harus diperhatikan tiga aspek. Pertama, Pemilu harus bersifat kompetitif dalam artian peserta Pemilu harus bebas dan otonom. Kedua, Pemilu yang diselenggarakan secara berkala dalam artian Pemilu harus diselenggarakan secara teratur dengan jarak waktu yang jelas dan ketiga Pemilu harus inklusif dalam artian semua kelompok masyarakat harus memiliki peluang yang sama untuk berpartisipasi dalam Pemilu. 

Peran parpol nasionalis dan religius telah memberikan kontribusi yang signifikan bagi sistem perpolitikan nasional terutama dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang dinamis dan sedang berubah. Jika kapasitas dan kinerja parpol nasionalis dan religius dapat ditingkatkan maka hal ini akan berpengaruh besar terhadap peningkatan kualitas demokrasi dan kinerja sistem politik di Indonesia.

Oleh karena itu peran parpol nasionalis dan religius perlu ditingkatkan kapasitas, kualitas, dan kinerjanya agar dapat mewujudkan aspirasi dan kehendak rakyat dalam meningkatkan kualitas demokrasi.

Dalam kedudukannya sebagai pilar demokrasi, peran parpol nasionalis dan religius dalam sistem perpolitikan nasional merupakan wadah dalam seleksi kepemimpinan nasional dan daerah.

“Pengalaman dalam rangkaian penyelenggaraan seleksi kepemimpinan nasional dan daerah melalui pemilu secara langsung membuktikan keberhasilan parpol nasionalis dan religius sebagai pilar demokrasi.” pungkas Dr Muchtar . 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Peringati Milad GAM ke 45, Bendera Bintang Bulan berkibar di Lhokseumawe
Sabtu, 04 Desember 2021 - 20:34 WIB
Perayaan Milad GAM ke 45 tahun, pengibaran bendera berlambang Bintang Bulan berlangsung di halaman M...
 Panglima Sago Wilayah Jrat Manyang Daerah III Tgk Chik Paya Bakong pimpin Gampong Paya Berandang
Sabtu, 04 Desember 2021 - 20:22 WIB
Juliyandi nomor urut dua Seorang Panglima Sagoe Wilayah Jrat Manyang  Daerah III Tgk. Chik di Paya ...
Megawati ingatkan Repdem tetap jadi banteng pembela rakyat
Jumat, 03 Desember 2021 - 21:55 WIB
Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengingatkan kepada salah satu organisasi sayap...
JK apresiasi pemikiran Rizal Ramli tetap di jalur ekonomi tak jadi pengusaha
Jumat, 03 Desember 2021 - 14:36 WIB
Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI, Muhammad Jusuf Kalla (JK) mengapresiasi sikap begawan ekonomi Riz...
Presiden perintahkan Polda di perbatasan cegah masuknya Omicron
Jumat, 03 Desember 2021 - 13:19 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jajaran Polri, terutama kepolisian daerah (Polda) yang m...
Muhaimin: Dua kandidat ketua umum PBNU kader terbaik
Kamis, 02 Desember 2021 - 23:47 WIB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyatakan dua kandidat calon ketua umu...
Ribuan warga Dili nikmati Pentas Seni dan Pasar Malam Indonesia
Kamis, 02 Desember 2021 - 21:11 WIB
Ribuan warga Dili datang dan membaur bersama menikmati Pentas Seni dan Pasar Malam Indonesia digelar...
PSI dukung kebijakan Sri Mulyani pangkas anggaran MPR
Kamis, 02 Desember 2021 - 21:01 WIB
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendukung kebijakan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang memangka...
Pemkab Parigi Moutong jamin kemudahan investasi bagi investor
Kamis, 02 Desember 2021 - 20:09 WIB
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah akan memberikan jaminan kemudahan investasi bag...
NU: Cegah regresi demokrasi selama pandemi
Kamis, 02 Desember 2021 - 17:10 WIB
Pandemi Covid-19 ikut mempercepat penurunan kualitas demokrasi Indonesia dan banyak negara. Meski de...
InfodariAnda (IdA)