Top
Begin typing your search above and press return to search.

Banyak sekolah abai, PTM Terbatas di Kudus diperketat

Pemerintah Kabupaten Kudus Jawa Tengah memperketat perizinan dan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Pasalnya di beberapa daerah lain telah muncul klaster PTM, sehingga sebagai antisipasi hal tersebut Bupati Kudus Hartopo memanggil satgas Covid-19 yang ada di sekolah-sekolah.

Banyak sekolah abai, PTM Terbatas di Kudus diperketat
X
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Kudus Jawa Tengah memperketat perizinan dan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Pasalnya di beberapa daerah lain telah muncul klaster PTM, sehingga sebagai antisipasi hal tersebut Bupati Kudus Hartopo memanggil satgas Covid-19 yang ada di sekolah-sekolah.

Salah satu yang dipanggil yakni Kepala SMK PGRI 2 Kudus dan tim satgas di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (25/10). Didampingi Asisten I Sekda dan Kepala Satpol PP Kudus, Bupati meminta agar pihak sekolah benar-benar serius menunjuk Satgas yang disiplin memantau protokol kesehatan (prokes).

Satgas sekolah harus memperingatkan siapapun yang abai prokes, baik guru ataupun murid. "Satgas yang telah ditunjuk harus benar-benar komitmen mendisiplinkan yang abai protokol kesehatan. Biar kasus Covid-19 klaster PTM bisa kami cegah," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Selasa (26/10).

Pihak Pemkab juga menunjuk 20 orang dari berbagai instansi untuk memantau penerapan prokes di berbagai tempat. Mulai dari penerapan prokes di mall, perusahaan, kantor, maupun sekolah-sekolah.

Biasanya perizinan sekolah yang akan menggelar PTM diteruskan ke Satgas khusus tersebut, namun mulai saat ini Hartopo akan mempertimbangkan langsung sekolah tersebut boleh melaksanakan PTM atau tidak.

Pihaknya juga melakukan sidak baik secara protokoler maupun mandiri. Bupati menyampaikan sudah beberapa sekolah yang ditutup sementara karena tidak menjalankan prokes.

"Selama ini saya sudah sering sidak. Kadang tidak memakai protokoler langsung motoran sendiri. Dan saat disidak, ada beberapa sekolah yang tidak disiplin. Dari pihak guru banyak yang abai prokes," ujarnya.

Meskipun kasus di Kudus telah landai, masyarakat Kudus tak boleh lalai. Pemkab pun mengantisipasi adanya lonjakan kasus yang diperkirakan terjadi pada libur Natal dan tahun baru mendatang. Agar gelombang ke-3 tidak terjadi di Kidus, bupati meminta seluruh pihak bekerjasama untuk disiplin protokol kesehatan.

"Walaupun kasus Covid-19 di Kudus landai, tapi justru harus hati-hati dan lebih disiplin protokol kesehatan," imbuh Hartopo.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire