Banyak sekolah abai, PTM Terbatas di Kudus diperketat
Elshinta
Selasa, 26 Oktober 2021 - 14:12 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
 Banyak sekolah abai, PTM Terbatas di Kudus diperketat
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.

Elshinta.com - Pemerintah Kabupaten Kudus Jawa Tengah memperketat perizinan dan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Pasalnya di beberapa daerah lain telah muncul klaster PTM, sehingga sebagai antisipasi hal tersebut Bupati Kudus Hartopo memanggil satgas Covid-19 yang ada di sekolah-sekolah.

Salah satu yang dipanggil yakni Kepala SMK PGRI 2 Kudus dan tim satgas di Pendopo Kabupaten Kudus, Senin (25/10). Didampingi Asisten I Sekda dan Kepala Satpol PP Kudus, Bupati meminta agar pihak sekolah benar-benar serius menunjuk Satgas yang disiplin memantau protokol kesehatan (prokes). 

Satgas sekolah harus memperingatkan siapapun yang abai prokes, baik guru ataupun murid. "Satgas yang telah ditunjuk harus benar-benar komitmen mendisiplinkan yang abai protokol kesehatan. Biar kasus Covid-19 klaster PTM bisa kami cegah," katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Selasa (26/10).

Pihak Pemkab juga menunjuk 20 orang dari berbagai instansi untuk memantau penerapan prokes di berbagai tempat. Mulai dari penerapan prokes di mall, perusahaan, kantor, maupun sekolah-sekolah. 

Biasanya perizinan sekolah yang akan menggelar PTM diteruskan ke Satgas khusus tersebut, namun mulai saat ini Hartopo akan mempertimbangkan langsung sekolah tersebut boleh melaksanakan PTM atau tidak.

Pihaknya juga melakukan sidak baik secara protokoler maupun mandiri. Bupati menyampaikan sudah beberapa sekolah yang ditutup sementara karena tidak menjalankan prokes.

"Selama ini saya sudah sering sidak. Kadang tidak memakai protokoler langsung motoran sendiri. Dan saat disidak, ada beberapa sekolah yang tidak disiplin. Dari pihak guru banyak yang abai prokes," ujarnya.

Meskipun kasus di Kudus telah landai, masyarakat Kudus tak boleh lalai.  Pemkab pun mengantisipasi adanya lonjakan kasus yang diperkirakan terjadi pada libur Natal dan tahun baru mendatang. Agar gelombang ke-3 tidak terjadi di Kidus, bupati meminta seluruh pihak bekerjasama untuk disiplin protokol kesehatan.

"Walaupun kasus Covid-19 di Kudus landai, tapi justru harus hati-hati dan lebih disiplin protokol kesehatan," imbuh Hartopo.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Literasi jadi kunci penting Indonesia maju
Selasa, 07 Desember 2021 - 15:37 WIB
Keberadaan perpustakaan kini semakin sentral di era teknologi yang kian berkembang laju. Sehingga, P...
Ikut cerdaskan bangsa, Satgas Pamtas TNI jadi pengajar di perbatasan RI-PNG
Selasa, 07 Desember 2021 - 12:05 WIB
Personel Pos Waris Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC menjadi tenaga pengajar Sekolah Dasar Kanandega...
Pustakawan berperan dalam mendukung penelitian di Indonesia
Senin, 06 Desember 2021 - 21:47 WIB
Syarif Bando menyebut, pustakawan memiliki peran penting dalam mengumpulkan informasi-informasi, kem...
Siswa SMP di Temanggung gelar aksi Peduli Semeru
Senin, 06 Desember 2021 - 15:22 WIB
Para siswa, guru, dan karyawan SMP Negeri 6 Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar aksi Peduli...
Universitas Brawijaya beri penjelasan kasus pelecehan seksual NWR
Minggu, 05 Desember 2021 - 20:56 WIB
Universitas Brawijaya memberikan penjelasan terkait kasus pelecehan seksual yang dialami salah seora...
Perkembangan literasi harus diperhatikan untuk capai masyarakat informasi
Sabtu, 04 Desember 2021 - 18:14 WIB
Banyak kalangan termasuk para ahli komunikasi meyakini bahwa peradaban masa depan adalah masyarakat ...
Mahasiswi Salatiga juara lomba orasi unjuk rasa
Sabtu, 04 Desember 2021 - 16:12 WIB
Panas terik itu siang itu tidak menyurutkan puluhan anggota Sabhara untuk tetap berdiri menjaga romb...
21 mahasiswa pertukaran `Mahasiswa Merdeka` menimba ilmu di STIE Malangkuceswara
Sabtu, 04 Desember 2021 - 13:47 WIB
STIE Malangkuceswara atau ABM menerima 21 dari 24 orang mahasiswa program pertukaran Mahasiswa Merde...
Dekranasda NTT gagas `Tenun Masuk Sekolah` untuk regenerasi penenun
Sabtu, 04 Desember 2021 - 12:23 WIB
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur menggagas Program Tenun Masuk Sekol...
BEM minta Kemendikbudristek kaji ulang revisi statuta UI
Jumat, 03 Desember 2021 - 22:11 WIB
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia meminta agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaa...
InfodariAnda (IdA)