OJK resmi luncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan
Elshinta
Selasa, 26 Oktober 2021 - 14:37 WIB |
OJK resmi luncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana saat Media Briefing Launching Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan secara virtual, Selasa. (ANTARA/Kuntum Riswan)

Elshinta.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan sebagai pedoman percepatan transformasi digital untuk industri perbankan yang inovatif, prudent, dan inklusif.

“Cetak biru memberikan panduan kepada stakeholder dan bankir agar bisa lebih cepat melayani dan menjadi bank yang berkontribusi lebih baik bagi perekonomian kita dengan prinsip-prinsip prudensial yang tidak boleh kita tinggalkan,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana saat peluncuran Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan secara virtual, Selasa.

Heru menyampaikan Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan merupakan penjabaran lebih detail dari pilar 2 RP21 2020-2025 terkait peta jalan pengembangan perbankan yang akan memberikan acuan yang lebih konkret digitalisasi perbankan.

Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan memiliki prinsip principle based yang memberikan aturan dalam bentuk prinsip-prinsip umum untuk memberikan ruang bagi industri untuk berkembang. Kemudian bersifat facilitative yang berarti memfasilitasi dan mendorong inovasi digital tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian serta bersifat living document yang akan terus diperbaiki guna mengakomodasi dinamika bisnis perbankan.

Melalui Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan, lanjut Heru, OJK akan memberikan pedoman pada lima elemen yakni data, teknologi, manajemen risiko, kolaborasi, dan tatanan institusi.

“Pada data kita memberikan pedoman data proteksi yang mencakup akurasi, pembatasan penyimpanan, integritas dan rahasia, akuntabilitas, minimalisasi data, lalu pembatasan tujuan, serta absah adil dan transparan,” jelas Heru.

OJK juga akan mengatur data transfer yang mencakup jenis data nasabah, para pihak, serta pengaturan pertukaran data. Selain juga memberikan pedoman terhadap data governance & principles dan operasional tata kelola.

“Pada tata kelola teknologi, fokus pada penyelarasan strategi bisnis dan investasi teknologi informasi agar dapat menciptakan nilai bisnis investasi dan teknologi informasi,” ujarnya.

Selain itu pada elemen teknologi, OJK juga menyediakan pedoman arsitektur teknologi serta emerging technology and application yang mendorong bank untuk mengadopsi emerging teknologi terkini.

Kemudian pada elemen manajemen risiko, OJK memberikan pedoman pada manajemen resiko IT, outsourcing, serta keamanan siber. Lalu pada elemen kolaborasi, OJK memberikan panduan terhadap platform sharing dan panduan terhadap implementasi kolaborasi.

“Kaitan pada tatanan institusi, kita memberikan panduan terhadap leadership dan kesiapan terkait implementasi digital dan sumber dana yang jelas dan memadai serta komitmen mendanai infrastruktur digital secara berkelanjutan,” ungkap Heru.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selama pandemi, klaim JHT dan Kematian BPJS Ketenagakerjaan di Kediri tinggi 
Selasa, 07 Desember 2021 - 19:22 WIB
BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial)  Ketenagakerjaan Kediri mencatat klaim angka  kematian a...
Pengamat: Langkah Erick terkait Krakatau Steel soal kebijakan bukan perjudian
Selasa, 07 Desember 2021 - 15:45 WIB
Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas mengkritisi pernyataan Komisaris Krakatau Sarana Infr...
Airlangga: Presidensi G20 RI dorong kerja sama sektor digital
Selasa, 07 Desember 2021 - 15:12 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah berupaya me...
BI catat cadangan devisa 145,9 miliar dolar AS November 2021
Selasa, 07 Desember 2021 - 13:58 WIB
Bank Indonesia (BI) mencatat cadangan devisa pada akhir November 2021 sebesar 145,9 miliar dolar AS ...
Ini tantangan Rp 1 Miliar untuk Erick jika Krakatau Steel bangkrut bulan ini
Senin, 06 Desember 2021 - 21:15 WIB
Komisaris Krakatau Sarana Infrastruktur  (KSI) Roy Maningkas meminta Menteri BUMN Erick Thohir untu...
Terdampak pandemi, pesanan busana tari topeng ireng di lereng Merbabu turun drastis 
Senin, 06 Desember 2021 - 17:55 WIB
Dampak dari pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh para perajin busana tari Topeng Ireng di wilayah ...
Kemenkeu: Ekonomi RI tak pernah tumbuh di bawah perekonomian dunia
Senin, 06 Desember 2021 - 16:36 WIB
Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu mengatakan pertumbuhan...
OJK catat investor pasar modal melonjak jadi 6,8 juta
Senin, 06 Desember 2021 - 12:55 WIB
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan investor pasar modal meningkat signifikan menja...
BI terus jaga inflasi dan pertumbuhan ekonomi
Senin, 06 Desember 2021 - 10:56 WIB
BI yang utama menjaga bagaimana supaya ekonomi tetap tumbuh dan inflasinya bisa tetap terjaga, terke...
Peneliti: Perkecil kesenjangan produktivitas beras seluruh Indonesia
Minggu, 05 Desember 2021 - 21:44 WIB
Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Indra Setiawan menginginkan adanya kebijakan ya...
InfodariAnda (IdA)