Airlangga: Program BSU akan diperluas sasar 8,78 juta pekerja
Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) diperluas dengan target penerimaannya sebanyak 8.783.350 pekerja dengan total anggaran dana sebesar Rp8,7 triliun.

Elshinta.com - Program Bantuan Subsidi Upah (BSU) diperluas dengan target penerimaannya sebanyak 8.783.350 pekerja dengan total anggaran dana sebesar Rp8,7 triliun. Demikian dikatakan Menko Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Evaluasi Program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) dan Optimalisasi Anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional 2021, secara daring Selasa (26/10) siang.
Menurut Airlangga, program Bantuan Subsidi Upah (BSU) akan diperluas target penerimanya tidak hanya kepada yang terdampak oleh PPKM level 3 sampai dengan 4 juga ditujukan untuk 1,6 juta sasaran pekerja. Selain itu juga terdapat sisa dari Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp1,7 triliun. Ssehingga penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) diperluas.
"Seperti yang diusulkan oleh Menaker dalam rapat evaluasi Program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional dan Optimalisasi Anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional 2021," kata Airlangga seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Remon Fauzi, Selasa (26/10).
Airlangga menambahkan untuk periode bulan November hingga Desember mendatang top-up Kartu Sembako akan dilakukan selama tiga bulan sebesar Rp300.000 untuk masing-masing penerima di 35 kabupaten yang diprioritaskan untuk penanganan kemiskinan esktrem. Dan nantinya pada bulan Desember akan dilakukannya Sensus Kemiskinan oleh Badan Pusat Statistik, di 35 kabupaten.
"Dari realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 hingga saat ini mencapai Rp433,91 triliun atau 58,3 persen dari pagu sebesar Rp. 744,77 triliun," tandas Airlangga.