Indonesia-Swedia sepakati ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan
Elshinta
Rabu, 27 Oktober 2021 - 18:05 WIB |
Indonesia-Swedia sepakati ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan
Dokumentasi - Pertemuan Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dengan Menteri Infrastruktur Swedia Thomas Eneroth saat melakukan kunjungan kerja ke Stockholm, Swedia, Senin (25/10/2021). (ANTARA/HO-Humas Bappenas)

Elshinta.com - Pemerintah Indonesia-Swedia menyepakati kerja sama dalam ekonomi biru sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk menciptakan Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

Kerja sama itu disepakati dalam pernyataan bersama yang ditandatangani oleh Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dengan Menteri Infrastruktur Swedia Thomas Eneroth serta Menteri Lingkungan Hidup dan Iklim/Deputi Perdana Menteri Swedia Per Bolund di Stockholm, Swedia.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam pernyataan di Jakarta, Rabu, mengatakan kerja sama ini disepakati karena kedua negara mempunyai kesamaan peluang dan tantangan dalam mengembangkan ekonomi biru sebagai basis pembangunan ekonomi.

"Indonesia bersama dengan Swedia bersepakat untuk mengembangkan Peta Jalan untuk Ekonomi Biru, sebagai bagian dan upaya Indonesia untuk mengakselerasi transformasi ekonomi menuju pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan," katanya.

Ia menambahkan Indonesia nantinya dapat belajar dari Swedia yang baru-baru ini telah mengembangkan strategi ekonomi biru, yang antara lain mencakup strategi blue-growth dan Marine Spatial Planning, sejalan dengan pelaksanaan COP26 di Glasgow awal November 2021.

Sebagai negara kepulauan, lanjut dia, kedua negara juga sepakat ekonomi biru merupakan potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk pemulihan paska COVID-19 dan transformasi ekonomi demi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Ekonomi biru yang saat ini merupakan salah satu strategi dalam transformasi ekonomi Indonesia adalah pembangunan yang berbasis pada nilai ekonomi sumber daya laut Indonesia.

Ekonomi ini dapat menciptakan nilai tambah pada rantai suplai sumber daya laut Indonesia, secara langsung maupun tidak langsung, sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Pertumbuhan ekonomi biru tersebut didasarkan pada tiga pilar, yakni lingkungan kelautan yang sehat dan tangguh, industri berbasis kelautan yang kompetitif, dan area pesisir yang atraktif.

Ekonomi biru ini mencakup berbagai sektor, antara lain sektor perikanan, sektor industri olahan hasil laut, sektor logistik laut, sektor perdagangan dan industri galangan kapal.

Selanjutnya, wisata bahari, bioteknologi, energi terbarukan, manajemen sumber daya air, sumber daya manusia termasuk pendidikan dan riset, serta sektor-sektor lainnya yang terkait secara langsung dan tidak langsung.

Selain itu, ekonomi biru juga merupakan peluang bagi Indonesia untuk merealisasikan pembangunan inklusif dan berkelanjutan, dengan mengurangi ketimpangan antar wilayah, antar kelompok pendapatan, dan antar gender.

Menurut rencana, Indonesia dan Swedia akan mengawali implementasi kerja sama Ekonomi Biru ini dalam Swedia-Indonesia Sustainability Partnership di akhir November 2021.

Kemudian, Indonesia akan mengusung leadership on Blue Economy dalam acara G20 tahun 2022, serta menjadikan Blue Economy sebagai salah satu prioritas pembahasan di G20 Development Working Group (DWG).

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pertemuan ketiga menteri untuk membahas rencana Indonesia untuk membangun Ibu Kota Negara (IKN) baru, dengan kesediaan Swedia untuk memberikan dukungan dalam mewujudkan IKN sebagai kota yang hijau, cerdas, dan berkelanjutan.

IKN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi Indonesia juga memiliki peluang besar sebagai lokasi penerapan ekonomi biru di masa depan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Pemerintah Indonesia akan tingkatkan kerja sama dengan Palestina
Minggu, 28 November 2021 - 21:47 WIB
Pemerintah Indonesia menyatakan akan terus meningkatkan kerja sama di berbagai bidang dengan Palesti...
Indonesia larang kunjungan dari delapan negara cegah importasi Omicorn
Minggu, 28 November 2021 - 19:46 WIB
Pemerintah Indonesia melarang akses perjalanan internasional dari delapan negara di Afrika untuk men...
Warga penerima vaksin COVID-19 dosis lengkap sudah capai 94,3 juta
Minggu, 28 November 2021 - 18:57 WIB
Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 melaporkan jumlah warga Indonesia yang telah menerima vaksin dosis l...
Satgas: Positif COVID-19 bertambah 264 kasus tertinggi di Jakarta
Minggu, 28 November 2021 - 17:44 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan jumlah kasus harian terkonfirmasi positif COVID...
 Kodam XVII/Cenderawasih fokus percepat vaksinasi Covid-19 di Provinsi Papua 
Minggu, 28 November 2021 - 17:14 WIB
Dalam rangka meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19 di Provinsi Papua, Kodam XVII Cenderawasih meng...
 KSPSI Jabar kawal penetapan UMK 2022 dengan unjuk rasa dan mogok kerja
Minggu, 28 November 2021 - 16:48 WIB
Berdasarkan amar putusan Mahkamah Konstitusi (MK) angka (7) pada pokoknya menyatakan untuk menangguh...
 Dukung percepatan vaksinasi, Polres Kediri vaksin ribuan santri
Minggu, 28 November 2021 - 15:33 WIB
Ribuan santri di Pondok Pesantren Darussalam Sumbersari, Desa Kencong, Kecamatan Kepung, Kabupaten ...
 Antisipasi banjir, Babinsa dan masyarakat gotong royong bangun tanggul 
Minggu, 28 November 2021 - 14:06 WIB
Dalam rangka mengantisipasi bahaya banjir yang sewaktu-waktu bisa terjadi terlebih di musim penghuja...
 Warga Boyolali bangun rumah unik berbentuk sepatu dekat pintu tol 
Minggu, 28 November 2021 - 13:35 WIB
Dedy Sariyawan (46) warga Dukuh Berdug Rt.01 Rw.05, Desa Kragilan Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah m...
Ganjar bantu 2 ton cat untuk perindah Nepal Van Java
Minggu, 28 November 2021 - 13:09 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyerahkan bantuan berupa 2 ton cat kepada masyarakat Dusun But...
InfodariAnda (IdA)