Dokter: Pelayanan komprehensif pasien stroke didominasi kota besar
Elshinta
Kamis, 28 Oktober 2021 - 18:49 WIB |
Dokter: Pelayanan komprehensif pasien stroke didominasi kota besar
Tangkapan layar dari sebaran fasilitas pelayanan pasien stroke di Indonesia yang dipaparkan Dokter spesialis saraf Dodik Tugasworo saat menyampaikan keterangan pers terkait Hari Stroke Sedunia yang diikuti dari YouTube Kemenkes RI di Jakarta, Kamis (27/10/2021). (ANTARA/Andi Firdaus)

Elshinta.com - Dokter spesialis saraf Dodik Tugasworo mengatakan pelayanan komprehensif bagi pasien penderita stroke di Indonesia masih didominasi sejumlah rumah sakit swasta di kota besar.

"Pada 2020 tot rumah sakit yang melayani kelainan sistem saraf baik publik maupun swasta berjumlah total 292 unit dengan jumlah neurointervensi kurang dari 60 unit," kata  Dodik Tugasworo saat menyampaikan keterangan pers terkait Hari Stroke Sedunia yang diikuti dari YouTube Kemenkes RI di Jakarta, Kamis.

Dodik mengatakan sebaran neurointervensi di Indonesia didominasi oleh DKI Jakarta sebanyak 14 unit fasilitas pelayanan kelainan sistem saraf, sementara provinsi lainnya kurang dari delapan fasilitas pelayanan.

Dokter dari Rumah Sakit Columbia Asia Semarang itu mengatakan keterbatasan fasilitas pelayanan bagi pasien stroke salah satunya dipicu keterbatasan jumlah dokter spesialis neurologi di Tanah Air.

Dari total 271 juta lebih populasi di Indonesia, kata Dodik, jumlah dokter spesialis neurologi berkisar 2.500 orang, jumlah spesialis neurointervensi sekitar 60 orang dan 200 orang merupakan dokter spesialis bedah saraf.

"Neurolog itu satu berbanding 108 pasien, neurointervensi satu berbanding 4.500 pasien dan neurosurgeon satu berbanding 1.350 pasien," katanya.

Menurut data dari WHO pada tahun 2018, kata Dodik, kematian akibat stroke di Indonesia mencapai 252.473 jiwa atau 14,83 persen dari total angka kematian nasional.

"Angka kematian di Indonesia mencapai 147,19 per 100 ribu populasi. Penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Indonesia ditempatkan ranking ketujuh di seluruh dunia," katanya.

Menurut Dodik fasilitas pelayanan yang belum merata juga memicu fasilitas pencitraan (CT/MRI) di Indonesia jumlahnya masih terbatas. "Stroke adalah kematian sel otak, medulla spinalis dan retina yang disebabkan oleh iskemia maupun perdarahan, harus dibuktikan dengan pencitraan," katanya.

Keterlambatan deteksi dini stroke dapat memengaruhi upaya penanganan terhadap pasien sebab gejala yang timbul bisa semakin berat.

"Jika sumbatan tidak segera dibuka, setiap menit 1,9 juta sel saraf otak mati di area sumbatan, dan tidak ada pertumbuhan sel baru penggantinya," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Risiko penyakit akibat letusan gunung berapi dan pencegahannya
Minggu, 05 Desember 2021 - 10:59 WIB
Asap dan debu vulkanik dari letusan gunung berapi salah satunya Semeru yang terletak di Lumajang dan...
Satgas Pamtas TNI berikan pelayanan kesehatan warga perbatasan RI-PNG 
Sabtu, 04 Desember 2021 - 14:25 WIB
Personel Satgas Pamtas Yonif 126/Kala Cakti Pos Waris kembali beraksi dengan memberikan pelayanan ke...
Keju yang baik kandung zat gizi seperti susu
Jumat, 03 Desember 2021 - 22:55 WIB
Ketua Indonesia Sport Nutrition Association Dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes mengatakan, keju yang baik...
Remaja perlu lewati masa pubertas tanpa `baper`
Jumat, 03 Desember 2021 - 09:35 WIB
Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Tara de Thouars, BA, M.Psi berpendapat, penting bagi par...
Dokter sarankan konsumsi serat dan Jangan mengejan agar tak kena wasir
Kamis, 02 Desember 2021 - 21:35 WIB
Dokter spesialis bedah dari Universitas Udayana, dr. Heru Sutanto K, SpB menyarankan Anda tidak meng...
Dalam setahun, ODHA di Sukoharjo bertambah 47 kasus
Rabu, 01 Desember 2021 - 20:37 WIB
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mencatat terjadi penambahan kasus orang dengan HIV dan Aids (ODHA) ...
Panel FDA beri dukungan terbatas pemakaian pil COVID-19 Merck
Rabu, 01 Desember 2021 - 09:11 WIB
Sebuah panel penasihat ahli Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (FDA) AS pada Selasa (30/11) dala...
WHO sebut vaksin masih penting untuk lawan Omicron
Selasa, 30 November 2021 - 11:15 WIB
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa vaksinasi masih penting untuk melawan virus corona...
Gejala omicron mirip infeksi virus pada umumnya
Senin, 29 November 2021 - 18:37 WIB
Varian baru COVID-19 yang ditemukan di Afrika, Omicron, menunjukkan gejala yang ringan seperti diala...
Moeldoko: Perlu sumber pendanaan alternatif untuk BPJS Kesehatan
Senin, 29 November 2021 - 14:45 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyampaikan diperlukannya sumber pendanaan alternatif untuk menga...
InfodariAnda (IdA)