Warga lereng Merapi Boyolali manfaatkan kotoran sapi untuk kebutuhan rumah tangga
Berawal dari permasalahan atau problem sosial masalah limbah ternak sapi yang terkesan jorok dan kotor di mana mana seorang peternak sapi di lereng Merapi Desa Pagerjurang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Nur Amir merubah limbah kotoran sapi menjadi bio gas yang bermanfaat bagi rumah tangga.

Elshinta.com - Berawal dari permasalahan atau problem sosial masalah limbah ternak sapi yang terkesan jorok dan kotor di mana mana seorang peternak sapi di lereng Merapi Desa Pagerjurang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Nur Amir merubah limbah kotoran sapi menjadi bio gas yang bermanfaat bagi rumah tangga.
Pemanfaatan limbah ternak sapi di masa Pandemi Covid 19 ini, dapat menghemat pengeluaran biaya untuk pembelian gas elpigi 3 kilo gram. Demikian dikatakan Nur Amir di tempat usahanya di Dukuh Manggung Cilik, Desa Pager Jurang, Kecamatan Musuk, Boyolali.
Nur Amir mengatakan, di Desa Pager Jurang merupakan sentra peternakan sapi perah. Hampir setiap rumah memelihara ternak sapi dengan jumlah bervariasi. "Jika limbahnya tak dikelola dengan baik dapat menimbulkan konflik sosial di masyarakat. Selain limbah sapi bisa dimanfaatkan untuk rumah tangga, limbah padatnya diolah menjadi pupuk organik dan limbah cairnya bisa dimanfaatkan untuk pertanian," kata Nur Amin seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Jumat (29/10).
Nur Amin menjelaskan, proses pembuatan bio gas lengkap dengan instalasi memakan waktu sekitar 7 sampai 10 hari. Dengan kapasitas sekitar 11 kubik. Dapat dimanfaatkan sekitar enam rumah.
Menurut Amir, pemanfaatan limbah kotoran sapi tersebut akan dikembangkan di satu Desa Pager Jurang. Mengingat hampir setiap warga memiliki ternak sapi.
Langkah yang dilakukannya, menurut Amir yang juga menjabat Kepala Desa Pager Jurang untuk memberikan edukasi kepada peternak lainnya agar dapat memanfaatkan limbah sapi yang bernilai ekonomi.
Dalam pengelolaan puluhan ekor ternaknya, Nur Amir mempekerjakan sejumlah warga dengan mendapatkan upah atau bayaran.
"Limbah cair yang dihasilkan dimanfaatkan untuk pertanian yang dikelola dan dimanfaatkan bersama sama warga Desa Pager Jurang," tandasnya.