IPB: 30 spesies primata di Indonesia kemungkinan punah pada 2050
Elshinta
Senin, 01 November 2021 - 21:43 WIB |
IPB: 30 spesies primata di Indonesia kemungkinan punah pada 2050
Dokumen - Seekor Owa Lar (Hylobates lar) menaiki pohon usai dilepasliarkan di kawasan hutan taman wisata alam Jantho, Aceh Besar, Aceh, Kamis (26/8/2021). ANTARA FOTO/Khalis/Lmo/hp.

Elshinta.com - Dosen di Institut Pertanian Bogor Mirza D Kusrini mengatakan suatu penelitian di IPB menunjukkan sekitar 30 spesies primata di Indonesia kemungkinan akan punah pada 2050 akibat dampak perubahan iklim.

"Penelitian menunjukkan kepada kita bahwa sekitar 30 spesies primata di Indonesia kemungkinan akan punah pada Tahun 2050. Ini benar-benar tidak baik," kata Mirza dalam diskusi virtual pembuka WECMIC 2021 bertajuk Urgensi Konservasi Satwa Liar dalam Diskusi Perubahan Iklim Global di Jakarta, Senin.

Dosen di Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB itu menuturkan dengan meningkatnya suhu, populasi atau sebaran primata di beberapa pulau di Indonesia akan berkurang, terutama di Jawa dan Sulawesi.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Aryo Adhi Condro, Lilik Budi Prasetyo, Siti Badriyah Rushayati, I Putu Santikayasa dan Entang Iskandar dengan judul "Predicting Hotspots and Prioritizing Protected Areas for Endangered Primate Species in Indonesia under Changing Climate".

Mirza menjelaskan penelitian itu mengembangkan model distribusi spesies dengan skenario yang melibatkan aspek perubahan iklim.

Dalam jurnal penelitian yang diakses ANTARA itu, disebutkan 75 persen spesies dari kelompok keluarga Tarsidae akan punah pada 2050. Kelompok famili owa (Hylobatidae) akan punah sekitar 50 persen.

Orangutan sumatera (Pongo abelii) dan kukang jawa (Nycticebus javanicus) diperkirakan akan punah pada 2050.

Dalam penelitian itu, disebutkan primata Indonesia telah mengalami banyak ancaman akibat perubahan iklim dan perubahan bentang alam yang menyebabkan kepunahan.

Oleh karenanya, riset tersebut merekomendasikan perencanaan dan strategi konservasi primata menjadi penting dalam mempertahankan populasi primata di Tanah Air.

Mirza yang merupakan Wakil Ketua Regional untuk Asia Selatan dan Timur Komisi Kelangsungan Hidup Spesies International Union for Conservation of Nature (IUCN) ​​​mengatakan perubahan iklim tidak hanya berdampak pada spesies karismatik, tapi juga satwa liar lain.

Ia juga menyoroti populasi komodo di Indonesia. Spesies komodo sudah masuk dalam kategori terancam punah dalam daftar merah IUCN.

Ia menuturkan suatu penelitian pada 2020 menunjukkan dalam suatu skenario dengan aspek perubahan iklim, ada kemungkinan populasi komodo akan menurun pada 2050.

Selain di taman nasional, komodo juga tersebar di daratan Flores sehingga mereka harus dilindungi karena komodo sangat rentan terhadap perubahan dan kehilangan habitat.

Komodo, kata dia, sensitif terhadap perubahan penggunaan lahan yang terjadi di habitat yang tidak dilindungi di Flores selama beberapa dekade terakhir.

Oleh karena itu, menurut Mirza. hilangnya habitat dan konversi atau alih fungsi lahan yang berkelanjutan dapat memperburuk perkiraan pengurangan populasi dan distribusi komodo di Flores

Mirza mengatakan jika suhu naik, maka akan ada area yang lebih kering dan akan berdampak pada populasi amfibi dan reptil.

"Kita harus khawatir tentang apa yang akan terjadi pada satwa liar kita dalam kasus pemanasan global," ujarnya.

Menurut dia, untuk melestarikan spesies, maka perlu harus memastikan untuk mengurangi dampak perubahan iklim dan menghentikan pemanasan global.

"Jjika tidak, kita tidak hanya akan kehilangan mata pencaharian kita, tetapi juga spesies kita," kata Mirza.

IUCN adalah serikat keanggotaan yang terdiri dari pemerintah dan organisasi-organisasi masyarakat sipil.

Lembaga internasional untuk konservasi alam itu memanfaatkan pengalaman, sumber daya, dan jangkauan lebih dari 1.400 organisasi anggotanya dan masukan dari lebih dari 18.000 pakar.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
BRIN: Anggrek kantung terancam kelestariannya di Indonesia
Kamis, 20 Januari 2022 - 13:38 WIB
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengatakan dua penyebab utama yang mengancam kelestarian ang...
Satgas Yonif RK 751/VJS dan santri `sulap` lahan kosong jadi kebun sayur
Senin, 17 Januari 2022 - 14:45 WIB
Pesantren Al-Istiqomah merupakan lembaga pendidikan Islam yang berada di Papua tepatnya di Distrik W...
Pemerintah Kota Bandarlampung segera perbaiki drainase di titik-titik rawan banjir
Senin, 17 Januari 2022 - 13:55 WIB
Pemerintah Kota Bandarlampung di Provinsi Lampung berencana memperbaiki drainase di 20 titik yang r...
 Legislator minta Pemko Medan serius atasi masalah sampah
Senin, 17 Januari 2022 - 11:34 WIB
Anggota DPRD Medan, Wong Chun Sen Tarigan meminta Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara memberikan s...
Legislator minta Pemkot Medan lebih tanggap soal permasalahan sampah 
Minggu, 16 Januari 2022 - 16:35 WIB
Anggota DPRD Medan Antonius Devolis Tumanggor merespon keluhan warga dalam penanganan sampah yang be...
Jurnalis, mahasiswa dan komunitas tanam 1.000 bibit mangrove di Pantai Merdeka
Sabtu, 15 Januari 2022 - 18:55 WIB
Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumatera Utara Yudhistira Adinugraha melepas kegiatan sepeda sant...
 Legislator minta akar pohon saluran parit di Jalan Sei Agul, Medan segera dipotong
Selasa, 11 Januari 2022 - 18:11 WIB
Anggota DPRD Medan, Antonius Tumanggor meminta agar akar pohon yang menggangu saluran drainase agar ...
 DPRD Medan: Image jumpa pohon `ngelak` bagi pejalan kaki harus diubah
Selasa, 11 Januari 2022 - 16:05 WIB
Medan sebagai Ibukota Provinsi Sumatra Utara harus berbenah dalam penataan kota seperti Magelang mau...
Satgas Yonif 126/KC ajak siswa siswi SD bersihkan lingkungan sekolah
Selasa, 11 Januari 2022 - 13:04 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-PNG dari Yonif 126/KC mengajak pelajar SD YP...
 Bupati Kudus: Tindak oknum pengeksploitasi air Muria
Selasa, 11 Januari 2022 - 11:37 WIB
Bupati Kudus, Jawa  Tengah Hartopo akan menindak oknum pengeksploitasi air Muria. Pernyataan terseb...
InfodariAnda (IdA)