Biden berjanji AS akan penuhi tujuan pengurangan emisi

Elshinta
Selasa, 02 November 2021 - 10:50 WIB |
Biden berjanji AS akan penuhi tujuan pengurangan emisi
Presiden AS Joe Biden berbicara dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP26) di Glasgow, Skotlandia, Inggris, 1 November 2021. (ANTARA/elshinta.com)

Elshinta.com - Presiden Amerika Serikat Joe Biden berusaha meyakinkan para pemimpin dunia dalam KTT Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP26) bahwa AS akan memenuhi janjinya untuk memangkas setengah dari emisi gas rumah kaca pada akhir dekade ini.

Biden, yang menggantikan mantan presiden Donald Trump pada Januari, berjanji bahwa AS akan mengurangi 50-52 persen emisi gas rumah kacanya pada 2030 dari tingkat emisi 2005. Dia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Washington dapat dipercaya untuk memerangi pemanasan global meskipun ada perubahan dalam kebijakan antara pemerintahan Republik dan Demokrat yang telah merusak janjinya di masa lalu.

"Kami akan menunjukkan kepada dunia bahwa Amerika Serikat tidak hanya kembali ke meja perundingan tetapi mudah-mudahan bisa memimpin dengan kekuatan teladan kami," kata Biden dalam pidato yang disampaikan pada COP26 di Glasgow, Skotlandia, Senin (1/11).

Sebelumnya, Trump menarik AS dari kesepakatan iklim Paris sehingga menghambat upaya internasional dalam isu tersebut. AS kemudian bergabung kembali dalam kesepakatan itu sejak Biden menjabat sebagai presiden.

“Saya kira saya seharusnya tidak meminta maaf, tetapi saya meminta maaf atas fakta bahwa Amerika Serikat, dalam pemerintahan terakhir, menarik diri dari kesepakatan Paris,” kata Biden pada COP26 secara terpisah.

Saat Biden bertemu dengan para pemimpin dunia di Skotlandia, Senator Demokrat moderat Joe Manchin mengumumkan bahwa dia belum akan mendukung kerangka kerja legislatif senilai 1,75 triliun dolar AS (sekitar Rp24.975 triliun) untuk mencapai tujuan pengurangan emisi presiden.

Penasihat Iklim Nasional Gina McCarthy mengatakan bahwa RUU itu akan mengalokasikan 555 miliar dolar AS (sekitar Rp7.920 triliun) untuk program iklim. Rencana anggaran itu adalah investasi terbesar untuk memerangi pemanasan global dalam sejarah AS dan memungkinkan negara itu untuk mengurangi lebih dari satu gigaton emisi pada 2030.

Biden mengumumkan strategi jangka panjang yang menguraikan bagaimana AS akan mencapai tujuan jangka panjang emisi nol bersih pada 2050. Dalam pidatonya, Biden juga mengatakan dunia perlu membantu negara-negara berkembang dalam perang melawan perubahan iklim.

"Saat ini kita masih gagal memenuhi harapan," kata dia.

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Kemenkes jajaki kerja sama layanan jantung dengan Cleveland Clinic
Minggu, 25 September 2022 - 00:11 WIB

Kemenkes jajaki kerja sama layanan jantung dengan Cleveland Clinic

Elshinta.com, Kementerian Kesehatan RI menjajaki kerja sama dengan rumah sakit ternama Cleveland Cli...
Google & Apple diselidiki atas tuduhan anti persaingan di Meksiko
Minggu, 11 September 2022 - 16:45 WIB

Google & Apple diselidiki atas tuduhan anti persaingan di Meksiko

Elshinta.com, Apple dan Google diselidiki atas tuduhan praktik anti persaingan di Meksiko setelah ma...
AS umumkan tambahan bantuan Rp445,4 miliar untuk banjir Pakistan
Rabu, 31 Agustus 2022 - 22:41 WIB

AS umumkan tambahan bantuan Rp445,4 miliar untuk banjir Pakistan

Pemerintah AS mengumumkan tambahan 30 juta dolar (sekitar Rp445,4 miliar) untuk membantu Pakistan pu...
Blinken: AS bangga atas sejarah persahabatan dengan Indonesia
Rabu, 17 Agustus 2022 - 13:19 WIB

Blinken: AS bangga atas sejarah persahabatan dengan Indonesia

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken menyatakan kebanggaannya atas sejarah panjang per...
Indonesia dan AS mempererat kerja sama terkait perubahan iklim
Jumat, 05 Agustus 2022 - 13:07 WIB

Indonesia dan AS mempererat kerja sama terkait perubahan iklim

Indonesia dan Amerika Serikat mempererat kerja sama bilateral terkait perubahan iklim dengan Menteri...
Boeing akan buka pusat riset Jepang, perluas kemitraan keberlanjutan
Selasa, 02 Agustus 2022 - 09:23 WIB

Boeing akan buka pusat riset Jepang, perluas kemitraan keberlanjutan

Boeing mengumumkan pada Senin (1/8) bahwa mereka akan membuka pusat penelitian dan teknologi Boeing ...
Brazil minta WhatsApp tunda fitur baru sampai tahun depan
Sabtu, 30 Juli 2022 - 15:15 WIB

Brazil minta WhatsApp tunda fitur baru sampai tahun depan

Jaksa penuntut umum federal di Brazil meminta WhatsApp menunda peluncuran fitur baru sampai Januari ...
Xi telepon Biden bicarakan Taiwan, rivalitas China-AS
Jumat, 29 Juli 2022 - 13:36 WIB

Xi telepon Biden bicarakan Taiwan, rivalitas China-AS

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden melakukan percakapan via telepon pa...
Bank-bank besar AS naikkan suku bunga pinjaman setelah kenaikan Fed
Kamis, 28 Juli 2022 - 08:11 WIB

Bank-bank besar AS naikkan suku bunga pinjaman setelah kenaikan Fed

Bank-bank besar AS, JPMorgan Chase & Co, Citigroup dan Wells Fargo menaikkan suku bunga pinjaman uta...
AS buka penyelidikan keamanan untuk kendaraan Stellantis, GM, dan Ford
Rabu, 27 Juli 2022 - 11:58 WIB

AS buka penyelidikan keamanan untuk kendaraan Stellantis, GM, dan Ford

Badan keselamatan otomotif Amerika Serikat mengatakan bahwa pihaknya membuka lima penyelidikan terha...

InfodariAnda (IdA)