Menperin: Pertumbuhan sektor manufaktur masih `on the track`

Elshinta
Sabtu, 06 November 2021 - 10:45 WIB |
Menperin: Pertumbuhan sektor manufaktur masih `on the track`
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita. ANTARA/HO-Kementerian Perindustrian

Elshinta.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kinerja manufaktur masih on the track dan menjadi leading sector perekonomian nasional di tengah tekanan pandemi dengan menyumbang 0,75 persen (yoy) terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 3,51 persen pada triwulan III 2021.

Diakuinya angka pertumbuhan ekonomi kuartal III tahun ini agak sedikit melambat, namun sumbangsih sektor manufaktur terhadap perekonomian nasional masih tinggi.

"Perlambatan ini sudah kami perkirakan, karena kasus COVID-19 naik pada Juli-Agustus terlebih adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 di beberapa wilayah, seperti halnya purchasing managers' index (PMI) juga sempat melambat pada bulan-bulan tersebut," kata Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (6/11).

Angka pertumbuhan sektor manufaktur pada kuartal III/2021 juga lebih tinggi dari petumbuhan ekonomi. Pada periode itu sektor pengolahan tumbuh sebesar 3,68 persen.

"Bila melihat lebih dalam datanya, pertumbuhan industri lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi. Hal ini menandakan trajectory dari pertumbuhan industri masih berada di jalur yang tepat," ujar Menperin.

Pertumbuhan industri pengolahan didukung peningkatan kinerja beberapa subsektornya, seperti tumbuhnya industri alat angkut sebesar 27,84 persen yang didukung kenaikan produksi kendaraan bermotor sebagai dampak pemberian insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM-DTP).

Kemudian, industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 9,71 persen, didukung oleh produksi farmasi dan obat-obatan untuk memenuhi permintaan domestik dalam penanganan COVID-19.

Selanjutnya, industri logam dasar tumbuh 9,52 persen sejalan dengan peningkatan produksi untuk memenuhi permintaan luar negeri yang tinggi. Lalu, industri makanan dan minuman tumbuh 9,52 persen sejalan dengan peningkatan produksi CPO dan turunannya untuk memenuhi permintaan domestik luar negeri.

Lima besar kontributor PDB di periode ini adalah industri makanan dan minuman sebesar 6,66 persen; industri kimia, farmasi dan obat tradisional sebesar 1,96 persen; industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik sebesar 1,57 persen; industri alat angkutan 1,46 persen; dan industri tekstil dan pakaian jadi sebesar 1,05 persen.

"Hal ini menunjukkan bahwa industri manufaktur punya peran penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Menperin.

Badan Pusat Statistik mencatat, pada kuartal III/2021 penduduk yang bekerja sebanyak 131,05 juta orang, naik sebanyak 2,6 juta orang dari Agustus 2020. Sektor industri pengolahan menyumbang sebesar 18,70 persen dari total tenaga kerja.

Menperin menyebut meski pertumbuhan perekonomian nasional pada kuartal III/2021 agak sedikit melambat, Kemenperin meyakini saat ini kepercayaan diri para pelaku industri di Tanah Air sudah tumbuh kembali.

Hal tersebut tercermin dari PMI pada Oktober 2021 yang mencapai di level 57,2 atau naik 5 poin dibanding September yang berada di peringkat 52,2. Ia berharap sektor industri pengolahan mampu terus mendongkrak perekonomian nasional.

"PMI kita bulan lalu kembali memecahkan rekor, jadi saya optimis target dapat tercapai," imbuhnya.

Sektor manufaktur juga memberikan dampak positif terhadap kenaikan produk domestik bruto (PDB) lapangan usaha industri pengolahan nonmigas sebesar 5,69 persen.

Lima besar kontributor berdasarkan lapangan usaha di periode ini adalah industri alat angkutan sebesar 17,48 persen; industri barang galian bukan logam sebesar 11,37 persen; industri logam dasar sebesar 10,73 persen; industri barang logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik 8,11 persen; serta industri karet barang dari karet dan plastik sebesar, 7,52 persen.

Pada triwulan III 2021, industri pengolahan, bersama komoditas migas dan pertambangan, juga berkontribusi pada nilai ekspor komoditas barang Indonesia yang mengalami peningkatan signifikan sebesar 50,90 persen.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Kunjungi Lasem, Mendag Zulkifli Hasan: Saya dukung pengembangan Kota Pusaka
Kamis, 29 September 2022 - 19:23 WIB

Kunjungi Lasem, Mendag Zulkifli Hasan: Saya dukung pengembangan Kota Pusaka

Elshinta.com, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan meninjau pembangunan Kota Pusaka Lasem dan...
Badan Pangan: Jaminan produk halal ikut menjaga ketahanan pangan
Kamis, 29 September 2022 - 14:51 WIB

Badan Pangan: Jaminan produk halal ikut menjaga ketahanan pangan

Elshinta.com, Deputi III Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, Badan Pangan Nasional...
Rupiah Kamis pagi menguat 35 poin
Kamis, 29 September 2022 - 09:47 WIB

Rupiah Kamis pagi menguat 35 poin

Elshinta.com, Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi men...
IHSG Kamis dibuka menguat 19,52 poin
Kamis, 29 September 2022 - 09:35 WIB

IHSG Kamis dibuka menguat 19,52 poin

Elshinta.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis dibuka mengua...
Bank Mandiri belum berencana naikkan suku bunga kredit
Rabu, 28 September 2022 - 19:59 WIB

Bank Mandiri belum berencana naikkan suku bunga kredit

Elshinta.com, Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Darmawan Junaidi menyatakan pihaknya belu...
Ekonom: Pemangkasan biaya aplikasi bisa berdampak pada ekosistem ojol
Rabu, 28 September 2022 - 19:47 WIB

Ekonom: Pemangkasan biaya aplikasi bisa berdampak pada ekosistem ojol

Elshinta.com, Pemotongan biaya sewa aplikasi ojek online (ojol) dinilai tidak hanya berdampak pada p...
Dukung pembangunan IKN, GRP fokus siapkan baja ramah lingkungan 
Rabu, 28 September 2022 - 19:06 WIB

Dukung pembangunan IKN, GRP fokus siapkan baja ramah lingkungan 

Elshinta.com,
Sinergi Pemerintah Pusat dan pemda mengendalikan inflasi
Rabu, 28 September 2022 - 17:11 WIB

Sinergi Pemerintah Pusat dan pemda mengendalikan inflasi

Elshinta.com, Pada tahun 2022, berbagai negara telah mulai pulih dari dampak COVID-19. Akan tetapi, ...
Teten sebut kesadaran masyarakat beli produk dalam negeri meningkat
Rabu, 28 September 2022 - 15:23 WIB

Teten sebut kesadaran masyarakat beli produk dalam negeri meningkat

Elshinta.com, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan saat ini tren kesadaran masyarakat u...
Presiden sebut bansos akan ditambah jika APBN berlebih
Rabu, 28 September 2022 - 14:35 WIB

Presiden sebut bansos akan ditambah jika APBN berlebih

Elshinta.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan jika terdapat kelebihan dana di APBN, maka pe...

InfodariAnda (IdA)