Ini kata TPDI jika Novel Baswedan Cs gabung jadi ASN Polri
Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Salestinus menilai, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan punya agenda sendiri jika bergabung dengan Polri.

Elshinta.com - Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI) Petrus Salestinus menilai, mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan punya agenda sendiri jika bergabung dengan Polri.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah berbesar hati menerima Novel dan kawan-kawannya bergabung ke institusinya, meskipun dinyatakan tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) di KPK.
Namun Petrus melihat, jika Novel cs bergabung dengan Polri, dia bisa menjadikan Bareskrim tempat transit agar kelak bisa kembali ke KPK.
"Ini adalah strategi politik jangka panjang, karena bagi Novel lebih baik mundur selangkah untuk gapai sukses yang lebih besar," ujarnya, saat dihubungi, Senin (8/11).
Merekrut Novel dkk, kata Petrus, bisa saja tidak memberi solusi bagi penciptaan ASN yang berwawasan kebangsaan di Bareskrim Polri. Sebab mereka sudah membentuk "karakter pembangkang" yang selama ini kerap melawan pimpinan KPK secara terbuka.
Karena itu, jika Novel dkk menerima tawaran Kapolri, maka hal itu harus diwaspadai. Sebab, manajemen di Kepolisian bersifat hirarki. "Sehingga Bareskrim sesungguhnya bukanlah habitat yang cocok bagi Novel dkk," tutur Petrus seperti dilaporkan Reporter Elshinta, Supriyarto Rudatin, Senin (8/11).