KPK minta pihak yang tahu dugaan korupsi di Garuda Indonesia melapor

Elshinta
Selasa, 09 November 2021 - 21:11 WIB |
KPK minta pihak yang tahu dugaan korupsi di Garuda Indonesia melapor
Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA/HO-Humas KPK

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta pihak-pihak yang mengetahui adanya dugaan tindak pidana korupsi di PT Garuda Indonesia melapor ke saluran resmi pengaduan masyarakat KPK.

"Menurut hemat kami, bagi pihak-pihak yang benar-benar dan sungguh-sungguh mengetahui adanya dugaan tindak pidana korupsi di PT Garuda Indonesia silakan melaporkannya ke saluran resmi pengaduan masyarakat KPK," kata Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ali menanggapi kedatangan Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Sekarga) ke Gedung KPK, Selasa, untuk menyampaikan dukungan terhadap penanganan dugaan korupsi pada PT Garuda Indonesia.

Pada prinsipnya, lanjut Ali, KPK mengapresiasi setiap pihak yang terus mendukung upaya-upaya pemberantasan korupsi, salah satunya melalui penyampaian aduan jika mengetahui adanya dugaan tindak pidana korupsi.

Sampai Selasa sore, kata dia, belum ada laporan yang disampaikan oleh Sekarga kepada KPK melalui persuratan maupun pengaduan masyarakat.

Jika ada laporan, tim pengaduan masyarakat akan melakukan pemeriksaan awal atas laporan tersebut dengan memverifikasi dan menelaah data dan informasi awal yang disampaikan pihak pelapor.

KPK memastikan tim pengaduan KPK nantinya akan memberikan informasi perkembangan atas pengaduan tersebut. KPK akan mengonfirmasi apakah aduan tersebut termasuk dugaan tindak pidana korupsi serta dalam lingkup kewenangan dan tugas KPK.

"Konfirmasi detail tersebut kami sampaikan hanya kepada pihak pelapor sebagai upaya untuk melindungi identitas pelapor itu sendiri," ujar Ali.

KPK juga mengharapkan data dan informasi yang disampaikan pelapor valid dan lengkap.

"Pelapor juga bersedia dan kooperatif jika nanti diperlukan untuk dimintai tambahan data dan informasi guna melengkapi keterangan awal yang dibutuhkan," tuturnya.

Sebelumnya, Sekarga mendukung KPK mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pengadaan pesawat.

"Kami dari pengurus Sekarga mendatangi KPK untuk mengantar surat dukungan pada KPK untuk melakukan pengusutan terhadap transaksi yang patut diduga adanya tindak pidana korupsi pengadaan pesawat," kata Ketua Harian Sekarga Tomy Tampatty di Gedung KPK, Jakarta, Selasa.

Ia mengaku sudah beberapa kali melaporkan ke KPK. Namun, sampai saat ini laporan tersebut belum ada yang ditindaklanjuti.

"Maka dari itu, kami minta KPK melakukan pengusutan terhadap indikasi yang ada," ucap Tomy.

Selain indikasi pengadaan pesawat, dia juga meminta KPK mengusut soal penunjukan konsultan secara langsung yang nilainya mencapai Rp800 miliar.

"Kami harap KPK juga melakukan pengusutan. Mudah-mudahan ini jadi pintu masuk KPK untuk melihat beberapa transaksi, baik pengadaan pesawat, mesin pesawat, maupun transaksi lainnya, yang pernah kami laporkan," kata Tomy.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Polisi Jambi amankan pelaku curanmor yang diamuk massa
Minggu, 07 Agustus 2022 - 23:01 WIB

Polisi Jambi amankan pelaku curanmor yang diamuk massa

Polisi Muarojambi Provinsi Jambi  mengamankan seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor yang dia...
IPW: Penempatan Ferdy Sambo di Mako Brimob lancarkan pemeriksaan
Minggu, 07 Agustus 2022 - 20:23 WIB

IPW: Penempatan Ferdy Sambo di Mako Brimob lancarkan pemeriksaan

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Tegug Santoso menyebutkan langkah Polri menempatkan Irjen ...
Polda Metro tanggapi permohonan penangguhan penahanan Roy Suryo
Minggu, 07 Agustus 2022 - 17:35 WIB

Polda Metro tanggapi permohonan penangguhan penahanan Roy Suryo

Polda Metro Jaya memberikan tanggapan terkait permohonan penangguhan penahanan yang diajukan Roy Sur...
Kadiv Humas: Ferdy Sambo langgar prosedur penanganan TKP Duren Tiga
Minggu, 07 Agustus 2022 - 10:31 WIB

Kadiv Humas: Ferdy Sambo langgar prosedur penanganan TKP Duren Tiga

Divisi Humas Polri menyatakan, mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irje...
Kadiv Humas: Penempatan khusus Ferdy Sambo dalam rangka pemeriksaan
Minggu, 07 Agustus 2022 - 09:45 WIB

Kadiv Humas: Penempatan khusus Ferdy Sambo dalam rangka pemeriksaan

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo mengatakan Irjen Pol. Ferdy Sambo ditempatkan di ...
Menkopolhukam benarkan Ferdy Sambo telah dibawa ke Mako Brimob
Minggu, 07 Agustus 2022 - 08:31 WIB

Menkopolhukam benarkan Ferdy Sambo telah dibawa ke Mako Brimob

Menteri Koodinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD membenarkan bahwa Kadiv Propam Polri nonak...
Polres Jember tangkap 15 pelaku pembakaran rumah di Desa Mulyorejo
Minggu, 07 Agustus 2022 - 07:45 WIB

Polres Jember tangkap 15 pelaku pembakaran rumah di Desa Mulyorejo

Aparat Kepolisian Resor Jember menangkap sebanyak 15 orang pelaku yang diduga melakukan pembakaran d...
Polresta Banjarmasin tangkap oknum guru cabul yang buron
Minggu, 07 Agustus 2022 - 06:31 WIB

Polresta Banjarmasin tangkap oknum guru cabul yang buron

Polresta Banjarmasin akhirnya berhasil menangkap seorang oknum guru cabul yang telah buron dalam kas...
Rutan Bengkayang gagalkan penyelundupan narkotika dalam Deodoran
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 21:15 WIB

Rutan Bengkayang gagalkan penyelundupan narkotika dalam Deodoran

Petugas Pengamanan Pintu Utama (P2U) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bengkayang, Provinsi Kal...
Konsultan pajak GMP kecewa divonis 3,5 tahun, saksi kunci WN Malaysia tidak dihadirkan
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 09:35 WIB

Konsultan pajak GMP kecewa divonis 3,5 tahun, saksi kunci WN Malaysia tidak dihadirkan

Menanggapi Vonis Hakim Terdakwa Konsultan Pajak dari Foresight Consulting, Ryan Ahmad Ronas melalui ...

InfodariAnda (IdA)