AS perpanjang larangan investasi di perusahaan terkait militer China
Elshinta
Rabu, 10 November 2021 - 07:59 WIB |
AS perpanjang larangan investasi di perusahaan terkait militer China
Ilustrasi: Presiden AS Joe Biden menyampaikan pidato pertamanya sebagai presiden, menandai satu tahun penutupan secara meluas untuk memerangi pandemi virus corona (COVID-19) dan dampak dari pandemi di East Room Gedung Putih, di Washington, Amerika Serikat, Kamis (11/3/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Tom Brenner/NZ/djo (REUTERS/TOM BRENNER)

Elshinta.com - Amerika Serikat akan melanjutkan larangan era Trump terhadap investasi AS di perusahaan-perusahaan China yang menurut Washington dimiliki atau dikendalikan oleh militer China, kata Presiden Joe Biden, Selasa (9/11/2021).

Biden, seorang Demokrat yang melanjutkan beberapa kebijakan Presiden Donald Trump di China, mengatakan dia akan memperpanjang pembatasan yang ditetapkan dalam perintah eksekutif pendahulunya dari Partai Republik pada November 2020.

“RRC semakin mengeksploitasi modal Amerika Serikat untuk sumber daya dan memungkinkan pengembangan dan modernisasi militer, intelijen, dan aparat keamanan lainnya, yang terus memungkinkan RRC untuk secara langsung mengancam Tanah Air Amerika Serikat dan pasukan Amerika Serikat di luar negeri,” kata Biden dalam sepucuk surat kepada Ketua DPR Nancy Pelosi.

Perintah eksekutif pada awalnya dirancang untuk mencegah perusahaan-perusahaan investasi AS, dana pensiun, dan lainnya membeli saham perusahaan-perusahaan China yang dituduh oleh Departemen Pertahanan sebagai didukung oleh militer China.

Biden pada Juni membuat perubahan pada apa yang digambarkan timnya sebagai perintah era Trump yang “cacat secara hukum”, menugaskan Departemen Keuangan untuk menegakkan dan memperbarui secara “bergulir” daftar baru sekitar 59 perusahaan yang menggantikan daftar sebelumnya dari Pentagon.

Entitas AS dilarang membeli atau menjual sekuritas yang diperdagangkan secara publik di perusahaan target, termasuk pembuat chip terkemuka China SMIC dan raksasa minyak CNOOC.

Daftar baru Biden menambahkan sekitar 10 perusahaan publik, tetapi menghapus beberapa nama top lainnya termasuk Commercial Aircraft Corp of China (COMAC), yang mempelopori upaya untuk bersaing dengan Boeing Co dan Airbus, dan dua yang menentang larangan di pengadilan - Gowin Semiconductor Corp dan Luokung Technology Corp.

Penentang China di Washington memuji perpanjangan kebijakan oleh Biden, tetapi membidik kegagalan pemerintah untuk menambahkan perusahaan baru ke dalam daftar sejak revisi Juni.

"Sementara kita harus memuji perpanjangan 'darurat nasional'... sulit untuk memahami mengapa tidak satu pun perusahaan China telah ditambahkan ke daftar sanksi sedang pasar modal ini sejak penerbitan Perintah pada 3 Juni," kata Roger Robinson, mantan Ketua Komisi Tinjauan Ekonomi dan Keamanan Kongres AS-China.

Biden mengatakan kompleks industri militer China, yang didukung oleh intelijen dan keamanan lainnya, terus menjadi ancaman yang tidak biasa dan luar biasa.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
AS berkomitmen terus dukung penyediaan air bersih
Selasa, 18 Januari 2022 - 23:31 WIB
Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Lembaga Pembangunan Internasional AS (United States Agency f...
CDC sebut masker kain tak efektif tangkal Omicron
Selasa, 18 Januari 2022 - 16:56 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut masker kain sudah tak efek...
Maskapai AS peringatkan 5G bisa membawa petaka penerbangan
Selasa, 18 Januari 2022 - 12:58 WIB
Sejumlah maskapai penerbangan besar Amerika Serikat pada Senin memperingatkan bahwa `bencana` penerb...
Warga AS disarankan tidak bepergian ke Kanada
Selasa, 11 Januari 2022 - 10:55 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Senin (10/1) menyarankan warga...
Rusia: Tak ada konsesi di bawah tekanan AS terkait krisis Ukraina
Senin, 10 Januari 2022 - 10:07 WIB
Rusia mengatakan pada Minggu (9/1) bahwa pihaknya tidak akan membuat konsesi di bawah tekanan Amerik...
Kebakaran apartemen di New York tewaskan 19 orang, termasuk 9 anak
Senin, 10 Januari 2022 - 09:10 WIB
Sembilan belas orang tewas, termasuk sembilan anak, dan belasan lainnya terluka ketika kebakaran mel...
AS dakwa pria Kolombia bersekongkol membunuh Presiden Haiti
Rabu, 05 Januari 2022 - 11:19 WIB
Badan-badan berwenang Amerika Serikat pada Selasa (4/1) mendakwa seorang pria Kolombia melakukan kon...
CDC AS tetap sarankan isolasi COVID 5 hari, tak perlu tes lagi
Rabu, 05 Januari 2022 - 10:45 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada Selasa mempertahankan panduan yang dirilisn...
Serangan drone terhadap pasukan AS digagalkan di barat Baghdad
Rabu, 05 Januari 2022 - 10:01 WIB
Dua pesawat nirawak (drone) bermuatan bahan peledak ditembak jatuh pada Selasa (4/1) oleh pertahanan...
AS izinkan suntikan ketiga vaksin Pfizer untuk anak 12-15 tahun
Selasa, 04 Januari 2022 - 10:18 WIB
Badan pengawas makanan dan obat-obatan (FDA) Amerika Serikat pada Senin (3/1) mengizinkan penggunaan...
InfodariAnda (IdA)