Jelang Muktamar Aisyiyah, PDA Kota Magelang gelar workshop keaisyiahan
Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Magelang menggelar workshop Keaisyiahan, dalam rangka Milad Muhammadiyah ke 109 dan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 48. Workshop ini bertujuan memberikan pembekalan dan pengetahuan tentang ke Aisyiyahan kepada ratusan guru dan karyawan putri di bawah Amal Usaha Muhammadiyah.

Elshinta.com - Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Magelang menggelar workshop Keaisyiahan, dalam rangka Milad Muhammadiyah ke 109 dan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 48. Workshop ini bertujuan memberikan pembekalan dan pengetahuan tentang ke Aisyiyahan kepada ratusan guru dan karyawan putri di bawah Amal Usaha Muhammadiyah.
Workshop di buka Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang, Ustadz Solihin. Dihadiri segenap pengurus PDA Kota Magelang.
Ketua PDA Kota Magelang Dra SriSugiyarningsih usai pembukaan workshop di aula SMA Muhammadiyah I Kota Magelang Jateng, Minggu (14/11/2021) menjelaskan, para peserta terdiri dari ratusan guru di bawah AUM, seperti SD Mutual, MIM, SMP Mutual, SMA Mutual dan SMA Muhammadiyah 2 dan SMK Muhammadiyah.
Dengan workshop ini, diharapkan kaum perempuan yang bekerja di bawah AUM bisa memahami tentang keaisyiahan. Disisi lain, workshop digelar berangkat dari sebuah keprihatinan, karena pada kenyataan, kaum perempuan yang ada di AUM banyak yang tidak aktif di Aisyiyah. "Padahal mereka seharusnya memahami tentang perempuannya Muhammadiyah adalah Aisyiyah dan Nasyiah," ujarnya.
Sri Sugiyarningsih menegaskan, bahwa yang menjadi target dari PDA adalah mengaisyiyahkan perempuan di bawah AUM. "Kita akan kawal mereka hingga mendapatkan KTA Aisyiyah. Dengan demikian, mereka akan memiliki kesadaran dan tanggungjawab untuk menghidupkan Aisyiyah," imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Kurniawati, Senin (15/11).
Termasuk yang menjadi target adalah para istri dari suami yang bekerja di bawah AUM. "Ibaratnya kalau istri PNS ya menjadi anggota Dharma Wanita. Nah di Muhammadiyah juga demikian, suami bekerja di sini, maka istri menjadi anggota Aisyiyah," tegasnya.
Nantinya, anggota Aisyiyah akan mengikuti berbagai kegiatan yang sesuai dengan AD/ART Aisyiyah. Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) akan melakukan pengawasan dan monitor dimana kelompok Aisyiyah itu ada. "Tentu saja dari PDA juga ikut melakukan monitoring," ucapnya.
Sri Sugiyarningsih menyebutkan, bahwa Aisyiyah itu top down, dari atas ke bawah. Banyak kaum perempuan yang ikut dalam kegiatan AUM namun bukan kalangan perempuan Muhammadiyah. "Karena itu kita akan terus suport mereka agar terjun ke Aisyiyah. Tentu saja PD Muhammadiyah juga akan mendukung. Hal itu dilakukan agar Aisyiyah terus bergerak dan punya kegiatan yang nyata," imbuhnya.
Setelah ada workshop ini, diharapkan gairah beraisyiyah juga akan bangkit. PDA akan ikut turun dalam banyak kegiatan. Karena di tubuh PDA juga memiliki SDM yang mumpuni. "Minimal kita memfasilitasi. Misal ibu-ibu Aisyiyah menghendaki belajar masak. Saya selaku ketua PDA akan bertanggung jawab dengan mendatangkan ahli masak misal dari SMK 3. Kita punya link atau akses kesana. Demikian juga dengan kegiatan lainnya, misal di bidang kesehatan atau pendidikan," pungkas Sri Sugiyarningsih