Top
Begin typing your search above and press return to search.

Pelaku UMKM di Alun-alun BPR BKK siap buka gerai malam hari

Mempermudah layanan terhadap masyarakat, PT BPR BKK Boyolali pada 2022 nanti siap membuka gerai layanan pada malam hari, di Alun-alun Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah. 

Pelaku UMKM di Alun-alun BPR BKK siap buka gerai malam hari
X
Sumber foto: Sarwoto/elshinta.com.

Elshinta.com - Mempermudah layanan terhadap masyarakat, PT BPR BKK Boyolali pada 2022 nanti siap membuka gerai layanan pada malam hari, di Alun-alun Pengging, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah. Hal tersebut siap dilakukan mengingat di kawasan alun alun Pengging tersebut banyak pelaku UMKM yang melakukan kegiatan pada malam hari.

“Kami sudah melakukan surve di lokasi, ternyata benar di alun alun tersebut banyak pelaku UMKM pada malam hari. Jadi kami rencanakan pada 2022 nanti,” kata Direktur Utama PT BPR BKK Boyolali Kuwat Wiyono seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sarwoto, Kamis (18/11).

Ia mengatakan, rencana dibukanya layanan pada malam hari di alun-alun tersebut baru kali pertama di wilayah Soloraya. “Nanti prakteknya buka dari pukul 18.00 hingga pukul 21.00 WIB malam. Ya, untuk di wilayah Soloraya nanti baru pertama kali,” ujarnya.

Kuwat mengatakan, untuk memotivasi masyarakat agar gemar menabung, PT BPR BKK Boyolali melakukan undian hadiah dalam satu tahun, di laksanakan dua kali. Diawal tahun hadiah utama sejumlah sepeda motor, namun saat ini hadia utama sebuah mobil Brio.

“Hadiah hadiah tersebut untuk memotivasi para nasabah serta masyarakat Boyolali agar gemar menabung. Kali ini kami sediakan mobil Brio,” jelasnya.

Dikatakannya, di BPR BKK Boyolali juga memiliki tabungan arisan. Kini mencapai sekitar 9 ribu nasabah. “Kalau tabungan arisan ini setiap tiga bulanya kami undi, dan juga ada bonus bonus tertentu. Bagi mereka yang sudah dapat undian, mereka tidak perlu nabung lagi,” kata dia.

Kuwat menambahkan, jumlah nasabah di tahun 2021 terdapat 43.208 nasabah. Namun pada masa pandemi Covid-19 ini jumlah nasabah mengalami penurunan. Sementara pada tahun 2020 terdapat 40.611 nasabah.

“Di masa pandemi ini memang ada penurunan. Namun penurunan ini di anggap hal wajar. Sebab, di tempat lain juga mengalami hal yang sama. Ya, turun tersebut pada tabungan dan kridit, turun hanya sekitar 2 persen saja,” katanya.

Ia berharap, dengan adanya marketing digital pada 2022 nanti ada peningkatan nasabah. “Ya, sekarang kan eranya digital.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire