Tambang ilegal merajalela, warga minta pihak kepolisian segera ambil tindakan
Maraknya tambang ilegal yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur semakin meresahkan warga.

Elshinta.com - Maraknya tambang ilegal yang berada di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur semakin meresahkan warga. Bagaimana tidak, pelaku tambang ilegal melakukan aksinya secara terang-terangan di siang bolong yang berdekatan dengan permukiman warga juga sarana pendidikan. Salah satu tambang ilegal didapati sedang melakukan aktivitas penambangan dibelakang SMK Muhammadiyah, Berau. Jarak yang tak cukup jauh dikhawatirkan bisa merusak struktur tanah sehingga membahayakan bangunan sekolah.
Selain sekolah tambang ilegal tersebut juga melakukan aktivitas di sekitar permukiman warga. Salah satunya yang terjadi di Jalan Cut Nyak Dien RT. 07, Kelurahan Rinding, Kecamatan Teluk Bayur. Patih, warga Rinding mengaku tembok rumahnya telah retak karena aktivitas tambang ilegal yang terjadi tepat di belakang rumahnya.
“Iya retak terjadi sejak adanya aktivitas penggalian batu bara di belakang rumah sejak Juli lalu di lokasi yang sama. Kalau ini terus terjadi bisa-bisa ambruk rumah saya ini,” ungkapnya kepada Kontributor Elshinta, Rizkia, Jumat (19/11).
Selain itu banyak warga juga telah melapor kepada pihak kepolisian terkait dengan aktivitas tambang ilegal ini. Seperti dikatakan Andri warga RT. 06 Bujangga, Kelurahan Sei Bedungan, Tanjung Redeb pihaknya sebagai perwakilan warga telah melaporkan hal ini kepada pihak kepolisian tentang adanya aktivitas tambang ilegal di dekat rumahnya.
“Kami menyampaikan ini sebagai warga yang taat aturan, agar kepolisian bisa merespon segera, kami khawatir ada benturan di lapangan dan nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Terpisah Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan akan segera memberikan atensi kepada Kapolres Berau selaku pimpinan tertinggi kepolisian wilayah Kabupaten Berau terkait dengan adanya laporan tambang ilegal yang marak terjadi di wilayah Berau.
“Oke, saya atensi Kapolres Berau,” singkatnya saat dihubungi via whatsapp.
Hingga berita ini diturunkan aktivitas tambang ilegal masih berlanjut dan makin meluas. Dikhawatirkan bekas tambang yang dibiarkan terbuka begitu saja bisa memakan korban seperti yang terjadi di Samarinda, Kalimantan Timur beberapa waktu silam.