Dewan Rempah sebut lada punya antioksidan atasi masalah kesehatan
Elshinta
Senin, 22 November 2021 - 09:34 WIB |
Dewan Rempah sebut lada punya antioksidan atasi masalah kesehatan
Petani memperlihatka biji lada yang sudah dipanen di Desa Batu Pannu, Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (14/12/2018). (ANTARA FOTO/AKBAR TADO)

Elshinta.com - Pengurus Pusat Dewan Rempah Indonesia (DRI) Heru D. Wardana menjelaskan bahwa lada tidak hanya berfungsi sebagai rempah penyedap masakan, melainkan bisa mengatasi masalah kesehatan karena memiliki antioksidan tinggi.

"Sebagai pengobatan, lada hitam mengandung antioksidan tinggi," kata Heru dalam webinar "Membangkitkan Kejayaan Rempah Indonesia dan Peran Dokter di Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan", Minggu (21/11).

Selain itu, meski bentuknya kecil, lada punya manfaat dan pengaruh yang dahsyat di dunia sampai-sampai dijuluki sebagai "raja rempah".

Lada juga yang dulu membuat penjajah datang untuk menguasai Nusantara sebagai wilayah penghasil rempah. Sebagai "raja" dari rempah, lada memang punya banyak kandungan yang bermanfaat, baik untuk masakan, obat, hingga kecantikan.

Banyak kegunaan dari lada untuk kesehatan, termasuk untuk saluran pernapasan hingga pencernaan. Heru mengatakan, ini menjadi tantangan untuk para peneliti agar bisa mengekstrak bahan-bahan aktif pada lada agar bisa dibuat menjadi produk obat yang bermanfaat bagi kesehatan.

Ada beberapa jenis lada, yakni lada putih, lada hitam dan lada hijau. Perbedaannya adalah dari proses mengolahnya.

Lada hitam dipanen saat buah lada belum terlalu matang, warnanya masih kehijauan, tapi sudah mengeras. Lada kemudian dipanasi dan dikeringkan sehingga kulitnya mengkerut. Secara tradisional, lada hitam biasa dipakai untuk pengobatan konstipasi, diare, insomnia hingga sakit gigi.

Lada putih dibuat dari buah lada yang dipanen saat matang, kemudian direndam dalam air mengalir, kulitnya dibuang, dicuci dan dijemur. Itulah alasannya aroma lada putih tidak setajam lada hitam, sebab ada bagian-bagian yang sudah dibuang.

Lada hijau juga dibuat dari buah yang belum terlalu matang saat dipanen, tetapi langsung dikeringkan.

Menurut Peneliti Utama Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BALITTRO) Kementerian Pertanian, Otih Rostiana, kualitas lada di Indonesia telah diakui dunia. Lada putih Bangka menjadi referensi mutu lada putih terbaik dimana aromanya bisa tercium dari jauh karena mengandung minyak atsiri yang tinggi, sementara lada hitam Lampung jadi referensi mutu lada hitam berkualitas.

Heru dan Otih menyatakan, Indonesia pernah menjadi produsen top lada, tapi kini justru tertinggal dari Vietnam.

"Vietnam dulu belajar menanam lada ke Bogor, sekarang dia yang menguasai," ujar Heru.

Dia berharap rempah-rempah di Indonesia terus dieksplorasi agar berguna tak hanya untuk bumbu masakan, tetapi produk-produk lain seperti untuk kecantikan dan kesehatan untuk memberikan nilai tambah.

"Ketika jadi bahan obat, nilai tambahnya sangat besar. Bila produknya semakin luas, itu akan memberdayakan petani sehingga makin sejahtera," kata Heru.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kurangi risiko penyakit kardiovaskuler dengan berhenti merokok
Selasa, 07 Desember 2021 - 14:56 WIB
Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Jantung Pembuluh Darah Harapan Kita, dr Ade Meidian Ambari, Sp....
Manfaat makan es krim di pagi hari
Selasa, 07 Desember 2021 - 06:01 WIB
Es krim kerap kali dicap sebagai dessert yang harus dihindari karena sifatnya yang dingin dan rasany...
Kiat atasi kecemasan pada munculnya varian Omicron
Senin, 06 Desember 2021 - 09:19 WIB
Tak cukup pada Delta, varian baru COVID-19 yakni Omicron muncul, menyebabkan sebagian orang berada d...
Risiko penyakit akibat letusan gunung berapi dan pencegahannya
Minggu, 05 Desember 2021 - 10:59 WIB
Asap dan debu vulkanik dari letusan gunung berapi salah satunya Semeru yang terletak di Lumajang dan...
Satgas Pamtas TNI berikan pelayanan kesehatan warga perbatasan RI-PNG 
Sabtu, 04 Desember 2021 - 14:25 WIB
Personel Satgas Pamtas Yonif 126/Kala Cakti Pos Waris kembali beraksi dengan memberikan pelayanan ke...
Keju yang baik kandung zat gizi seperti susu
Jumat, 03 Desember 2021 - 22:55 WIB
Ketua Indonesia Sport Nutrition Association Dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes mengatakan, keju yang baik...
Remaja perlu lewati masa pubertas tanpa `baper`
Jumat, 03 Desember 2021 - 09:35 WIB
Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Tara de Thouars, BA, M.Psi berpendapat, penting bagi par...
Dokter sarankan konsumsi serat dan Jangan mengejan agar tak kena wasir
Kamis, 02 Desember 2021 - 21:35 WIB
Dokter spesialis bedah dari Universitas Udayana, dr. Heru Sutanto K, SpB menyarankan Anda tidak meng...
Dalam setahun, ODHA di Sukoharjo bertambah 47 kasus
Rabu, 01 Desember 2021 - 20:37 WIB
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mencatat terjadi penambahan kasus orang dengan HIV dan Aids (ODHA) ...
Panel FDA beri dukungan terbatas pemakaian pil COVID-19 Merck
Rabu, 01 Desember 2021 - 09:11 WIB
Sebuah panel penasihat ahli Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (FDA) AS pada Selasa (30/11) dala...
InfodariAnda (IdA)