Pameran nasional alat musik tradisional 2021 resmi dibuka di Kendari

Elshinta
Selasa, 23 November 2021 - 07:31 WIB |
Pameran nasional alat musik tradisional 2021 resmi dibuka di Kendari
Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas (tengah) didampingi Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Shaleh (kiri), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Asrun Lio (kanan) saat membuka pameran nasional alat musik tradisional 2021 di Kota Kendari, Senin (22/11/221) malam. (ANTARA/Harianto)

Elshinta.com - Pameran nasional alat musik tradisional Nusantara dengan tema Jejak Simponi Bangsaku resmi dibuka di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin malam.

Wakil Gubernur Sultra Lukman Abunawas, mengatakan pameran alat musik tradisional sangat penting dilakukan demi melestarikan budaya kepada generasi penerus bangsa.

"Bagaimanapun juga budaya merupakan warisan nenek moyang kita yang perlu kita lestarikan," kata dia saat membuka kegiatan berskala nasional itu.

Menurut Lukman, salah satu upaya yang dilakukan untuk menjalankan peran dalam rangka pemajuan kebudayaan adalah penyelenggaraan pameran nasional alat-alat musik tradisional nusantara.

"Museum memiliki layanan publik yang mampu memperkenalkan dan mengangkat kebudayaan lokal serta membentuk karakter bangsa Indonesia," ujar dia.

Wagub berharap melalui pameran yang menyajikan alat musik tradisional dapat meningkatkan apresiasi masyarakat serta dapat mengembangkan nilai-nilai budaya alat musik tradisional.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra Asrun Lio mengatakan kegiatan tersebut diikuti sebanyak 31 museum se-Indonesia dan akan berlangsung selama lima hari dimulai 22 hingga 26 November 2021 yang dilaksanakan di UPTD Museum dan Taman Budaya Provinsi Sultra.

"Ini adalah kegiatan tahunan yang setiap tahun berganti tempat dan tahun ini kita Sulawesi Tenggara sebagai tuan rumah. Hari ini kita mulai kegiatan seminar musik tradisional dan kemudian nanti pada hari-hari berikutnya kita akan menampilkan seni-seni khas Sulawesi Tenggara," kata Asrun Lio.

Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Provinsi Sultra Laudin sekaligus ketua pantia mengatakan pameran musik tradisional ini telah memasuki tahun ke-12 yang dimana pertama kali dilakukan di Museum Nasional Jakarta pada tahun 2010. Pameran ke-11 sebelumnya dilaksanakan di Kota Ambon pada tahun 2020.

"Kegiatan ini merupakan salah satu program pengelolaan museum, pameran keliling nusantara ini adalah kegiatan rutin museum-museum negeri di seluruh Indonesia yang dilaksanakan secara bergantian," jelasnya.

Dia menjelaskan, tujuan pameran untuk menyosialisasikan kepada masyarakat mengenai keberagaman musik tradisional di seluruh Indonesia, meningkatkan pengenalan dan pemahaman terhadap kearifan lokal serta untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap museum.

"Dan secara khusus apresiasi terhadap koleksi alat musik tradisional yang dimiliki oleh museum-museum peserta pameran," ujar dia.

Dia menyebut, materi pameran adalah alat-alat musik tradisional yang berasal dari 31 museum se-Indonesia dengan jumlah koleksi 200 alat musik tradisional yang dipamerkan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Konser budaya `Nada Nusantara` kampanyekan alat musik tradisi
Rabu, 28 September 2022 - 11:47 WIB

Konser budaya `Nada Nusantara` kampanyekan alat musik tradisi

Elshinta.com, Konser musik budaya bertajuk `Nada Nusantara` yang menampilkan sederet musisi kenamaan...
Hidup tak layak, sembilan warga Lumajang diasesmen Kemensos 
Selasa, 27 September 2022 - 15:24 WIB

Hidup tak layak, sembilan warga Lumajang diasesmen Kemensos 

Elshinta.com, Kementerian Sosial (Kemensos) melakukan asesmen sembilan titik di Kabupaten Lumajang,...
Presiden apresiasi Kesultanan Buton mampu menjaga kearifan lokal
Selasa, 27 September 2022 - 13:12 WIB

Presiden apresiasi Kesultanan Buton mampu menjaga kearifan lokal

Elshinta.com, Presiden Joko Widodo mengapresiasi Kesultanan Buton yang telah memelihara dan menjaga ...
Juara King Abdul Aziz International Holy Quran Contest disambut Plt Bupati Langkat
Senin, 26 September 2022 - 19:56 WIB

Juara King Abdul Aziz International Holy Quran Contest disambut Plt Bupati Langkat

Elshinta.com, Plt Bupati Langkat, Sumatera Utara Syah Afandin menyambut kepulangan Zahran Auzan (13)...
GP Ansor Bekasi siap jadi garda terdepan bendung radikalisme dan faham khilafah
Senin, 26 September 2022 - 19:13 WIB

GP Ansor Bekasi siap jadi garda terdepan bendung radikalisme dan faham khilafah

Elshinta.com, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor, Kota Bekasi, Jawa Barat, Muhammad Joefry mengajak kade...
Kunjungi Maluku Utara, Presiden Jokowi akan resmikan Masjid Raya Sofifi
Senin, 26 September 2022 - 16:58 WIB

Kunjungi Maluku Utara, Presiden Jokowi akan resmikan Masjid Raya Sofifi

Elshinta.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung Sofifi, Ibu Kota Provinsi Maluku Utara (...
Japung Nusantara yakini, IKN bakal akomodir kearifan lokal
Senin, 26 September 2022 - 14:36 WIB

Japung Nusantara yakini, IKN bakal akomodir kearifan lokal

Elshinta.com, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Kampung (Japung) Nusantara, Andi Yunia...
Wali Kota Tegal serahkan bantuan untuk marbot masjid
Minggu, 25 September 2022 - 18:58 WIB

Wali Kota Tegal serahkan bantuan untuk marbot masjid

Elshinta.com, Wali Kota Tegal, H. Dedy Yon Supriyono menyerahkan langsung Asuransi JMA Syariah dan ...
Bupati Purwakarta Anne Ratna gugat cerai Dedi Mulyadi
Kamis, 22 September 2022 - 11:45 WIB

Bupati Purwakarta Anne Ratna gugat cerai Dedi Mulyadi

Elshinta.com, Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat telah menerima pendaftaran gugatan c...
Lestarikan cagar budaya, Satgas Yonarmed 1 Kostrad bersihkan area Benteng Hoorn
Rabu, 21 September 2022 - 16:58 WIB

Lestarikan cagar budaya, Satgas Yonarmed 1 Kostrad bersihkan area Benteng Hoorn

Elshinta.com, Dalam rangka melestarikan sekaligus menjaga keindahan situs cagar budaya, Pos Ramil Pe...

InfodariAnda (IdA)