Kalsel terus berupaya pulihkan DAS
Pemerintah Proviisi Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan terutama di Daerah Aliran Sungai (DAS).

Elshinta.com - Pemerintah Proviisi Kalimantan Selatan terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan terutama di Daerah Aliran Sungai (DAS).
Seperti aksi nyata Gubernur Kalimantan Selatan Dr (HC) H Sahbirin Noor bersama pegiat lingkungan, Senin (22/11), Daerah Aliran Sungai (DAS) di Dusun Pantai Kopi, Kecamatan Karang Intan, ).
Penanaman ini dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) melibatkan pegiat lingkungan, TNI, masyarakat, Organisasi dan yang lainya.
Gubernur Kalimantan Selatan Dr (HC) H Sahbirin Noor mengatakan, pihaknya terus mengupayakan secara masif penanaman pohon di Kalsel dengan menggandeng berbagai pihak.
“Semoga dengan apa yang kita tanam hari ini dapat menjadikan manfaat bagi masyarakat dan berguna bagi anal cucu kita di masa mendatang,” katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Syahri Ruslan, Selasa (23/11).
Paman Birin mengatakan, penanaman ini merupakan bentuk upaya pemerintah untuk terus mengkampanyekan menanam pohon di kalangan masyarakat.
Sementara itu, Plt Kepala Dishut Kalsel Fathimatuzzahra, mengatakan, penanaman di Dusun Pantai Kopi ditanam jenis bambu betung dari hasil kultur jaringan dan bambu kuning sebanyak 2500 batang.
Ditanam sepanjang sungai sebanyak 2250 batang dan di lokasinya lainya sebanyak 250 batang dan selanjutnyanpada tahun 2022 akan di tanam seluas 50 hektar atau setara 25 ribu batang.
Menurutnya, bambu akan menghidupkan kembali sumber air di pinggiran sungai. Akar akar bambu juga bisa menjadi filter berbagai zat beracun. Selain itu, bambu juga menahan laju erosi permukaan.
Di sisi lain, dirinya mengatakan kegiatan Kalsel 'Menanam Bersama Paman Birin' melibatkan sekitar 7 ribu orang dengan jumlah bibit yang disediakan sebanyak 6500 batang atau setara 65 hektar se Kalimantan Selatan.
Adapun bibit yang ditanam se Kalsel diantaranya trembesi, mahoni, sengon, petai, jambu mete dan lainya dari persemaian Pemprov Kalsel dan BPDASHL Barito.
Dikatakanya, kegiatan Kalsel menanam ini dimotori pegiat lingkungan, karena dengan di koordinir mereka maka aksi penanaman pohon ini diharapkan dapat mengakar di masyarakat sehingga dapat dilaksanakan secara masif dan terstruktur.
Dishut Kalsel melalui program revolusi hijau juga terus melaksanakan penanaman untuk mengurangi luasan lahan kritis di Kalsel yang saat ini berdasar data Kemen LHK seluas 511 hektar.
“Kegiatan penanaman itu untuk meningkatkan tutupan lahan dibarengi dengan upaya kita meminimalisir perambahan kawasan hutan, kejadian Karhutla dan illegal logging,” katanya.
Ditargetkan setiap tahun Dishut Kalsel melakukan penanaman seluas 32 ribu hektar.