Perhatikan kebugaran tubuh saat transisi WFH ke WFO
Elshinta
Selasa, 23 November 2021 - 16:58 WIB |
Perhatikan kebugaran tubuh saat transisi WFH ke WFO
Ilustrasi bekerja di kantor (DCStudio/freepik)

Elshinta.com - Transisi bekerja dari rumah (work from home/WFH) menuju bekerja di kantor (work from office/WFO) selama hampir dua tahun pandemi COVID-19 telah menciptakan kendala tersendiri bagi sebagian orang.

WFH menciptakan kebiasaan baru yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari kaum pekerja, misalnya waktu bangun tidur, pola makan, jam kerja hingga waktu interaksi bersama keluarga.

Sebaliknya, WFO memberikan tantangan baru karena pekerja harus kembali pada rutinintas yang melibatkan banyak energi, yakni bangun lebih awal, menembus kemacetan lalu lintas, mengatur ulang pengeluaran untuk transportasi dan makan di luar rumah, hingga waktu makan dan istirahat yang berubah.

Jika WFH membuat Anda bisa bekerja dari balik layar, WFO menuntut lebih banyak energi untuk bergerak sehingga kondisi kesiapan fisik sangat diperlukan. Bagi Anda yang mulai menjalani WFO, simak tips singkat berikut agar lebih mudah menjalani transisi dari WFH, dilansir berbagai sumber pada Selasa:

Olahraga kembalikan kebugaran tubuh
Kebanyakan rebahan ditambah minimnya aktivitas fisik saat bekerja dari rumah (WFO) akan menghambat metabolisme tubuh yang berimbas pada menurunnya kebugaran.

Kondisi akan semakin buruk apabila Anda tidak mengatur pola makan sesuai jadwal, sehingga bobot tubuh menjadi tak ideal, kehilangan massa otot karena kurang gerak, bahkan berpotensi membuat jantung dan paru-paru melemah.

Hal tersebut tentunya akan menyulitkan Anda untuk bergerak lincah saat beraktivitas normal, dan membuat lebih mudah merasa letih sehingga mengganggu produktivitas pekerjaan.

Guna mencegah hal itu, Anda perlu kembali berolahraga dengan tingkatan yang disesuaikan secara bertahap.

Melansir American College of Sports Medicine (ACMS) pada Selasa, manusia dianjurkan berolahraga minimum 30 menit setiap harinya untuk menjaga kebugaran tubuh.

Jangan cemas, 30 menit olahraga itu bisa Anda siasati dengan aktivitas ringan semisal jalan cepat, jogging, atau kombinasi antara keduanya. Jika bekerja di gedung perkantoran, Anda bisa memanfaatkan tangga manual untuk melatih kembali fisik secara bertahap.

Perhatikan kesehatan kulit
Terlalu lama berada di rumah juga membuat Anda lupa untuk menjaga kesehatan dan kebersihan kulit. Tentunya butuh waktu untuk menyegarkan kembali wajah Anda saat mulai WFO.

dr Kevin Andrian lulusan Fakultas Kedokteran Unika Atmajaya Jakarta menyebutkan pandemi menciptakan masalah kulit bernama "skindemi" yang tercipta akibat pemakaian masker yang terlalu lama sehingga menyebabkan kulit menjadi kusam, kemerahan, gatal dan mudah berjerawat.

Skindemi akan semakin buruk apabila sering membuka-tutup masker saat beraktivitas karena area wajah di sekitar masker menjadi rawan terpapar kuman dan tentunya juga menaikkan risiko terkena virus COVID-19.

Selain itu, penggunaan masker dalam waktu lama juga membuat pori-pori mudah tersumbat dan berpotensi menjadi tempat bakteri dan kuman berkembang biak.

Untuk itu, pastikan Anda menggunakan masker yang bersih dan jangan lupa membawa beberapa helai masker cadangan saat berativitas di luar ruangan. Pastikan juga kebersihan tangan Anda saat menyentuh masker dan wajah.

Utamakan Prokes
Protokol kesehatan adalah hal utama saat Anda kembali bekerja di luar rumah. Jangan lupa untuk tetap menjaga jarak dengan rekan kerja atau saat memakai angkutan umum

Perhatikan juga kebersihan fasilitas kantor yang digunakan bersama-sama, kapasitas gedung, serta optimalkan aplikasi tracing semisal PeduliLindungi.

Berhenti merokok
Ingatlah bahwa pandemi belum berakhir dan Anda tetap diwajibkan menaati prokes dengan memakai masker dan membersihkan tangan saat beraktivitas di luar rumah.

Para perokok tentunya akan kesulitan menemukan tempat untuk merokok di luar ruangan karena harus melepaskan masker. Selain itu, rokok juga bisa menjadi media perpindahan bakteri hingga virus dari tangan perokok ke mulut.

Untuk itu, daripada memaksakan diri untuk merokok dengan risiko yang besar, termasuk berbagai penyakit yang disebabkan asap pembakaran rokok. Ada baiknya Anda memikirkan untuk berhenti total.

Rokok juga menjadi biang keladi terciptanya bau mulut, dan sejumlah penyakit oral lainnya imbas residu hasil dari pembakaran. Sementara produk-produk tembakau alternatif yang tidak melalui proses pembakaran tidak menghasilkan residu.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kurangi risiko penyakit kardiovaskuler dengan berhenti merokok
Selasa, 07 Desember 2021 - 14:56 WIB
Dokter Spesialis Jantung Rumah Sakit Jantung Pembuluh Darah Harapan Kita, dr Ade Meidian Ambari, Sp....
Manfaat makan es krim di pagi hari
Selasa, 07 Desember 2021 - 06:01 WIB
Es krim kerap kali dicap sebagai dessert yang harus dihindari karena sifatnya yang dingin dan rasany...
Kiat atasi kecemasan pada munculnya varian Omicron
Senin, 06 Desember 2021 - 09:19 WIB
Tak cukup pada Delta, varian baru COVID-19 yakni Omicron muncul, menyebabkan sebagian orang berada d...
Risiko penyakit akibat letusan gunung berapi dan pencegahannya
Minggu, 05 Desember 2021 - 10:59 WIB
Asap dan debu vulkanik dari letusan gunung berapi salah satunya Semeru yang terletak di Lumajang dan...
Satgas Pamtas TNI berikan pelayanan kesehatan warga perbatasan RI-PNG 
Sabtu, 04 Desember 2021 - 14:25 WIB
Personel Satgas Pamtas Yonif 126/Kala Cakti Pos Waris kembali beraksi dengan memberikan pelayanan ke...
Keju yang baik kandung zat gizi seperti susu
Jumat, 03 Desember 2021 - 22:55 WIB
Ketua Indonesia Sport Nutrition Association Dr. Rita Ramayulis DCN, M.Kes mengatakan, keju yang baik...
Remaja perlu lewati masa pubertas tanpa `baper`
Jumat, 03 Desember 2021 - 09:35 WIB
Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Tara de Thouars, BA, M.Psi berpendapat, penting bagi par...
Dokter sarankan konsumsi serat dan Jangan mengejan agar tak kena wasir
Kamis, 02 Desember 2021 - 21:35 WIB
Dokter spesialis bedah dari Universitas Udayana, dr. Heru Sutanto K, SpB menyarankan Anda tidak meng...
Dalam setahun, ODHA di Sukoharjo bertambah 47 kasus
Rabu, 01 Desember 2021 - 20:37 WIB
Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mencatat terjadi penambahan kasus orang dengan HIV dan Aids (ODHA) ...
Panel FDA beri dukungan terbatas pemakaian pil COVID-19 Merck
Rabu, 01 Desember 2021 - 09:11 WIB
Sebuah panel penasihat ahli Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (FDA) AS pada Selasa (30/11) dala...
InfodariAnda (IdA)