Waspadai potensi pencurian data dari fitur `Add Yours` Instagram
Elshinta
Rabu, 24 November 2021 - 06:01 WIB |
Waspadai potensi pencurian data dari fitur `Add Yours` Instagram
Salah satu contoh tren \"Add Yours\" di Instagram yang berpotensi membocorkan data pribadi. (ANTARA/Livia Kristianti)Salah satu contoh tren `Add Yours` di Instagram yang berpotensi membocorkan data pribadi. (ANTARA/Livia Kristianti)

Elshinta.com - Dalam beberapa pekan terakhir, pengguna media sosial Instagram tengah menikmati fitur stiker "Add Yours" yang umumnya digunakan untuk berbagi kegiatan dan momen-momen menyenangkan bersama warganet.

Namun dalam perkembangannya, fitur itu ternyata rawan disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan atau pencurian data pribadi yang dibagikan warganet melalui unggahan "Add Yours" melalui Instagram Story.

Secara tidak sadar, pertanyaan sederhana yang dilontarkan dalam stiker “Add Yours” seperti “variasi nama panggilanmu”, “selisih usia dengan pasangan”, hingga “tempat tinggal kamu” malah berujung pada pembocoran data pribadi .

Misalnya cuitan akun Twitter @ditamoechtar_ yang membagikan kisah temannya yang ditelepon pelaku phising. Pelaku memanggil orang itu menggunakan nama panggilan dekat.

Rupanya selidik punya selidik, sang teman secara tidak sadar mengikuti tren “Add Yours” dengan menyebutkan “variasi nama panggilanmu”.

Untuk menghindari hal sejenis, berikut hal yang anda perlu pahami saat membagikan informasi atau mengikuti tren di media sosial.

Mengutip dari Instagram resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Selasa, tren penipuan yang tengah marak di instagram itu dikenal dengan nama Social Engineering.

Modus itu memanipulasi individu ataupun kelompok agar mau melakukan sesuatu atau menyerahkan informasi secara sukarela.

Tidak hanya di media sosial, modus itu bisa dijalankan di layanan komunikasi manapun.

Paling sering dilakukan via telepon di mana penipu mengaku sebagai customer service ataupun staf bidang keuangan suatu perusahaan.

Biasanya mereka meminta data pribadi atau mengirimkan link tautan ke aplikasi pesan ataupun email untuk kemudian setelah diakses oleh pemilik data pribadi data tersebut disalahgunakan.

Apa saja yang harus dihindari untuk dibagikan di media sosial atau pun kanal komunikasi massa lainnya?

Tentunya hal- hal yang kerap kali digunakan dalam verifikasi sebuah data untuk layanan tidak boleh anda sebarkan dengan sukarela.

Beberapa di antaranya seperti nama lengkap. Itu artinya termasuk nama orang tua kandung hingga nama hewan peliharaanmu tidak boleh tersebar.

Selanjutnya nomor identitas seperti NIK KTP, nomor telepon pribadi, nomor CVV kartu kredit, hingga NPWP tidak boleh diketahui orang lain selain diri sendiri dan layanan yang membutuhkan data- data tersebut.

Anda juga tidak boleh membagikan alamat, informasi atas properti pribadi seperti nomor kendaraan, hingga jumlah anggota keluarga.

Terakhir anda juga tidak boleh membagikan informasi aset teknologi seperti kata sandi hingga IP Address.

Dan pastinya batasi diri sendiri untuk membagikan sesuatu dengan berpikir ulang apakah perlu atau tidak untuk membagikan informasi tersebut.

Jika hanya berdasar ingin ikut- ikutan semata ada baiknya anda menjauhi ponsel anda dan menggunakan waktu anda untuk melakukan hal lain yang produktif.

“Jangan mudah tergiur dengan hal- hal yang sedang tren, pikirkan baik- baik sebelum kamu mengikuti tren karena bisa saja data pribadimu disalahgunakan,” ujar akun @kemenkominfo.
 

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kisah di balik robot yang jadi siswa dan bersekolah di Jerman
Sabtu, 15 Januari 2022 - 11:11 WIB
Bayangkan anda harus kembali menjalani duduk di bangku sekolah dasar. Alih- alih bertemu teman sebay...
Perhatikan hal-hal ini sebelum mulai bertransaksi NFT
Sabtu, 15 Januari 2022 - 09:55 WIB
Kehadiran Non-Fungible Token atau NFT yang terus naik daun dalam beberapa waktu terakhir tentu mengg...
Koleksi denim untuk rayakan Tahun Macan 2022
Jumat, 14 Januari 2022 - 13:48 WIB
Menyambut Tahun Macan 2022, jenama jeans Levi\\\'s berkolaborasi dengan label fesyen CLOT meluncurka...
Robobus tanpa setir, pedal gas, rem mulai beroperasi di Guangzhou
Minggu, 09 Januari 2022 - 10:55 WIB
Perusahaan mengemudi otonom China WeRide baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah resmi memulai ...
Fitur paling bermanfaat di SnackVideo
Minggu, 09 Januari 2022 - 10:09 WIB
Di era teknologi seperti saat ini, keberadaan fitur-fitur yang canggih di aplikasi media sosial menj...
Pakar mesin: Kendaraan keluaran lama bisa gunakan BBM RON tinggi
Sabtu, 08 Januari 2022 - 22:35 WIB
Pakar mesin Institut Teknologi Bandung (ITB) Tri Yuswidjajanto Zaenuri menyatakan, seluruh kendaraan...
Lima ciri penipuan online yang harus diwaspadai
Jumat, 07 Januari 2022 - 11:10 WIB
Pandemi hampir dua tahun belakangan ini memaksa masyarakat untuk terhubung ke internet untuk membant...
Medsos bersiap atasi konten berbahaya jelang setahun kerusuhan Capitol
Kamis, 06 Januari 2022 - 12:16 WIB
Media sosial seperti Twitter dan Facebook menyiapkan tim untuk mengatasi konten berbahaya menjelang ...
Pahamfy gandeng Kak Seto rilis fitur belajar Pegasus
Jumat, 31 Desember 2021 - 14:09 WIB
PT Pahami Cipta Edukasi (Pahamify) menggandeng psikolog anak Seto Mulyadi untuk meluncurkan fitur ba...
Unik, burger vegetarian dibuat dari `3D printer`
Rabu, 29 Desember 2021 - 10:40 WIB
Dalam beberapa tahun terakhir tren makanan berbasis sayuran hingga inovasi mengganti daging dengan s...
InfodariAnda (IdA)