BKSDA Bengkulu sebut 2 penyebab hiu paus terjaring nelayan di Lampung
Elshinta
Kamis, 25 November 2021 - 18:11 WIB |
BKSDA Bengkulu sebut 2 penyebab hiu paus terjaring nelayan di Lampung
Nelayan payang di pesisir laut Sukaraja, Kota Bandarlampung sedang melepaskan ikan hiu paus (Rhincodon typus) yang masuk dan terjaring oleh nelayan, Kamis (25/11/2021). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Elshinta.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu menyebutkan dua kemungkinan penyebab ikan hiu paus (Rhincodon typus) tertangkap oleh jaring nelayan payang di pesisir laut Sukaraja, Kota Bandarlampung Provinsi Lampung.

"Ada dua kemungkinan pertama ikan hiu bisa sampai ke laut dangkal mungkin karena mencari makan atau menguber mangsanya hingga ke sini," kata Humas Seksi Konservasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu, Irhamuddin di Bandarlampung, Kamis.

Payang merupakan alat penangkap ikan berupa pukat kantong untuk menangkap gerombolan ikan permukaan.

Kemudian, ia mengatakan bahwa kemungkinan besar lainnya adalah karena suhu dingin di perairan laut dalam, sehingga ikan hiu ini muncul ke permukaan mencari suhu yang lebih hangat.

Selain itu, bisa jadi juga hiu-hiu ini sedang melakukan migrasi dengan kelompoknya kemudian hilang navigasi sehingga membingungkan mereka ketika keluar dari kelompoknya

"Sebenarnya ada kemungkinan lainnya, seperti kondisi hiu paus yang sakit dan tua, tapi ini jauh dari itu sebab secara kasat mata, saya melihat ikan-ikan ini sehat," kata dia.

Terkait apakah Laut Sukaraja merupakan habitat dari hiu paus ini, ia belum bisa memastikan sebab tidak ada penelitian dan data-data mengenai hal tersebut.

"Kami belum tau soal apakah ini habitat mereka atau bukan, tapi bisa jadi ini adalah imigran dari satuan hiu-hiu paus untuk berpindah tempat," kata dia.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak menyakiti hiu paus yang terjaring tersebut karena satwa ini dilindungi berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2013.

"Ya tadi sempat anak-anak menaiki punggung ikan itu. Meski maksudnya bagus untuk menggiringnya ke tengah tapi itu sangat berbahaya tidak saja bagi anak-anak itu tapi juga hiu pausnya. Kami sudah kasih tahu nelayan di sini agar tidak menyakiti hiu paus ini karena termasuk hewan yang dilindungi," kata dia.

Sementara itu, Ketua Nelayan Sukaraja, Muryadi mengakui bahwa di laut Sukaraja ini, paus dengan ukuran besar sering tertangkap oleh jaring nelayan payang.

"Sudah sering, setiap tahun pasti ada yang tertangkap jaring, tapi paling banyak dan sering di tahun ini dan di bulan ini," kata dia.



Ia pun mengatakan bahwa dalam satu pekan terakhir sudah lebih dari lima kali ikan hiu yang sering disebut warga sekitar dengan "Ikan Skandar" ini terjaring oleh nelayan payang.

"Ini saja sudah tiga kalian ketika nelayan menarik jaring payang, ikan hiu paus juga ikut terjaring," kata dia.

Ia pun mengatakan bahwa setiap kali ada ikan Skandar yang terjaring oleh payang, maka para nelayan pun bahu membahu untuk melepaskannya.

"Ya kita lepaskan lagi, kalau hanya nyangkut jaring ikan dilepaskan di tengah laut, tapi kalau masuk jaring terpaksa harus ditarik hingga pinggir dulu baru kami bersama-sama melepaskan jaringnya dan menggiring ikannya ke tengah laut," kata dia.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kebut herd immunity, Lanal Banjarmasin gencarkan `Serbuan Vaksinasi Maritim`
Selasa, 07 Desember 2021 - 17:34 WIB
Bertempat dikantor PT. Citra Putra Kebun Asri (CPKA) Desa Batalang Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah ...
PMI Salatiga belum kirim relawan ke Lumajang
Selasa, 07 Desember 2021 - 17:21 WIB
PMI Kota Salatiga, Jawa Tengah belum mengirimkan relawan ke daerah bencana erupsi Gunung Semeru di L...
TP PKK dukung percepatan vaksinasi di Langkat untuk target 70 persen
Selasa, 07 Desember 2021 - 17:10 WIB
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Langkat Tiorita Terbit Rencana menghadiri kegiatan evaluasi PKK La...
Lima kabupaten/kota di Maluku Utara masuk zona hijau COVID-19
Selasa, 07 Desember 2021 - 16:57 WIB
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Maluku Utara (Malut) menyatakan dari 10 kabupaten/kota, li...
Moeldoko: PPKM tingkat 3 batal bentuk kebijakan `gas-rem` presiden
Selasa, 07 Desember 2021 - 16:37 WIB
Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, mengatakan pembatalan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyaraka...
BP2MI Nunukan tegaskan WNI/TKI yang dipulangkan sudah vaksin kedua
Selasa, 07 Desember 2021 - 16:15 WIB
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kabupaten Nunukan, Kaltara, menyatakan WNI/TKI d...
BP2MI : Ratusan TKI dipulangkan dari Malaysia pada Desember dua tahap
Selasa, 07 Desember 2021 - 16:07 WIB
Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Nunukan, Kalimantan Utara menyebutkan ratusan WN...
Kapolda ajak masyarakat bantu tingkatkan capaian vaksinasi di Aceh
Selasa, 07 Desember 2021 - 14:07 WIB
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh Irjen Pol. Ahmad Haydar mengajak seluruh elemen masyarakat u...
Pemerintah targetkan vaksinasi dosis kedua capai 41,8 persen 2021
Selasa, 07 Desember 2021 - 13:13 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan vaksinasi COVID-19 do...
Wali Kota apresiasi peningkatan pelayanan di Imigrasi Sibolga
Selasa, 07 Desember 2021 - 11:06 WIB
Berbagai inovasi pelayanan keimigrasian telah dilakukan oleh kantor Imigrasi Sibolga seperti BAP Pas...
InfodariAnda (IdA)