Gubernur Jateng rehab rumah guru SLB honorer
Elshinta
Kamis, 25 November 2021 - 17:48 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Gubernur Jateng rehab rumah guru SLB honorer
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menjenguk rumah guru SLB honorer di Semarang dan membantu merehab di peringatan Hari Guru Nasional, Kamis (25/11). (Foto: Humas Pemprov Jateng/elshinta.com)

Elshinta.com - Tangis haru dan bahagia Rupi'ah (65) pecah saat bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang menjenguk rumah sederhana mereka di Mangunjarho, Tembalang, Kota Semarang, Kamis (25/11).

Ia dan Mahmudi (72), suaminya, tidak menyangka kedatangan Ganjar adalah untuk memberitahu bahwa sumah sederhana mereka akan direhab agar lebih layak huni.

Sebab di rumah sederhana itu, tinggal salah satu pahlawan tanpa tanda jasa yang telah bertahun-tahun mengabdikan hidupnya pada bangsa. Dialah Gunawan Ardiyanto, anak ketiga Rupi'ah dan Mahmudi yang menjadi guru honorer di SLB Negeri Semarang.

"Owalah Pak... Mimpi apa saya? Matur nuwun, Pak," ucap Rupi'ah sambil terus menangis sesegukan sambil memeluk Ganjar.

Sambil menangkupkan kedua telapak tangan, pasangan suami istri itu tak henti mengucap syukur. Keduanya juga berkali-kali mengucapkan terimakasih pada Ganjar.

"Sudah... tidak usah menangis. Saya boleh masuk rumah ya?" kata Ganjar seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Joko Hendrianto.

Ganjar pun langsung masuk ke rumah Gunawan didampingi Rupi'ah dan Mahmudi. Rumah yang ditempati Gunawan dan orang tuanya memang sangat sederhana. Atapnya banyak berlubang, dinding beberapa sudut retak dan memprihatinkan. Tak ada perabot mewah dalam rumah itu.

Ganjar berjalan sampai ke dapur. Ia membuka tutup panci untuk melihat keluarga itu masak apa.  Saat menuju dapur, ia melintas di kamar tidur dengan kasur sederhana yang sudah tipis. Tumpukan baju berserakan di atasnya.

Di dapur kondisinya tak lebih baik. Bangunan bagian belakang rumah itu hampir roboh.

"Nanti akan dibantu memperbaiki rumah ini. Ini kamarnya Mbah Putri? Lha kamarnya Mas Gunawan yang mana?" Ganjar bertanya.

"Ini kamar saya, Pak. Maaf berantakan. Kasurnya juga sudah keras. Mbok saya dibelikan kasur yang empuk, mentul-mentul gitu ta Pak..," ujar Rupi'ah meminta.

Ganjar pun tertawa dengan permintaan sederhana Rupi'ah. Ia pun langsung mengiyakan permintaan perempuan yang sehari-hari bekerja di pasar itu. Ia berjanji akan membelikan kasur dua buah, satu untuk Rupi'ah dan Mahmudi, satu lagi untuk Gunawan.

Ganjar juga meminta lurah dan beberapa warga sekitar yang hadir di tempat itu untuk bergotong-royong membantu merenovasi rumah Gunawan. Ia berharap, rumah itu menjadi tempat tinggal yang nyaman dan membuat guru honorer itu lebih semangat dalam mengabdi pada masyarakat.

"Tolong dibantu ya sedulur semua... Saya pamit ya Mbah. Sehat selalu ya..," tutur Ganjar berpamitan.

Rupi'ah tak menyangka mendapat kejutan seperti itu. Anak ketiganya, Gunawan yang ia sekolahkan kini menjadi kebanggan keluarga. Berkat Gunawan, Rupi'ah mendapat rejeki, didatangi orang nomor satu di Jawa Tengah dan rumahnya diperbaiki.

Saat Ganjar datang mengunjungi rumah Rupi'ah, Gunawan sedang tidak ada di rumah. Dia sedang mengajar di sekolahnya. Dan ketika Gunawan sampai ke rumah, ia langsung dipeluk kedua orang tuanya. Ketiganya menangis bersama.

"Alhamdulillah senang banget. Terima kasih banyak Pak Ganjar sudah membantu kami. Sudah memberikan kesempatan untuk saya dan orang tua hidup lebih baik," katanya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Literasi jadi kunci penting Indonesia maju
Selasa, 07 Desember 2021 - 15:37 WIB
Keberadaan perpustakaan kini semakin sentral di era teknologi yang kian berkembang laju. Sehingga, P...
Ikut cerdaskan bangsa, Satgas Pamtas TNI jadi pengajar di perbatasan RI-PNG
Selasa, 07 Desember 2021 - 12:05 WIB
Personel Pos Waris Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC menjadi tenaga pengajar Sekolah Dasar Kanandega...
Pustakawan berperan dalam mendukung penelitian di Indonesia
Senin, 06 Desember 2021 - 21:47 WIB
Syarif Bando menyebut, pustakawan memiliki peran penting dalam mengumpulkan informasi-informasi, kem...
Siswa SMP di Temanggung gelar aksi Peduli Semeru
Senin, 06 Desember 2021 - 15:22 WIB
Para siswa, guru, dan karyawan SMP Negeri 6 Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar aksi Peduli...
Universitas Brawijaya beri penjelasan kasus pelecehan seksual NWR
Minggu, 05 Desember 2021 - 20:56 WIB
Universitas Brawijaya memberikan penjelasan terkait kasus pelecehan seksual yang dialami salah seora...
Perkembangan literasi harus diperhatikan untuk capai masyarakat informasi
Sabtu, 04 Desember 2021 - 18:14 WIB
Banyak kalangan termasuk para ahli komunikasi meyakini bahwa peradaban masa depan adalah masyarakat ...
Mahasiswi Salatiga juara lomba orasi unjuk rasa
Sabtu, 04 Desember 2021 - 16:12 WIB
Panas terik itu siang itu tidak menyurutkan puluhan anggota Sabhara untuk tetap berdiri menjaga romb...
21 mahasiswa pertukaran `Mahasiswa Merdeka` menimba ilmu di STIE Malangkuceswara
Sabtu, 04 Desember 2021 - 13:47 WIB
STIE Malangkuceswara atau ABM menerima 21 dari 24 orang mahasiswa program pertukaran Mahasiswa Merde...
Dekranasda NTT gagas `Tenun Masuk Sekolah` untuk regenerasi penenun
Sabtu, 04 Desember 2021 - 12:23 WIB
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur menggagas Program Tenun Masuk Sekol...
BEM minta Kemendikbudristek kaji ulang revisi statuta UI
Jumat, 03 Desember 2021 - 22:11 WIB
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia meminta agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaa...
InfodariAnda (IdA)