Perpusnas dukung Kabupaten Gorontalo tingkatkan indeks literasi masyarakat 
Elshinta
Kamis, 25 November 2021 - 16:17 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Sigit Kurniawan
Perpusnas dukung Kabupaten Gorontalo tingkatkan indeks literasi masyarakat 
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Perpustakaan berperan mewujudkan sumber daya manusia (SDM) unggul. Perpustakaan harus dioptimalkan menjadi modal untuk menggerakkan masyarakat gemar membaca.

Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Muhammad Syarif Bando, menyatakan dibutuhkan gerakan nasional membaca untuk meningkatkan budaya masyarakat agar gemar membaca. 

"Dalam tagline memperkuat sisi hulu, siapapun kita mari ambil bagian, semua komponen kami ajak bergabung," ungkap Syarif Bando dalam webinar Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat di Kabupaten Gorontalo, Kamis (25/11).

Dia menekankan, seluruh pihak, baik legislatif, eksekutif, dan TNI/Polri, memiliki tugas dan tujuan yang sama, sesuai dengan tujuan negara berdasarkan Undang-undang Dasar 1945, yakni mencerdaskan anak bangsa, serta memajukan kesejahteraan umum untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

“Karena hanya dengan bangsa yang cerdas, sejahtera dan kuat yang diperhitungkan di percaturan global," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, sekaligus dilakukan peresmian Gedung Layanan Perpustakaan Kabupaten Gorontalo. Terkait pembangunan gedung, Syarif Bando mengapresiasi komitmen Bupati Gorontalo dan jajarannya untuk menyiapkan fasilitas bagi masyarakat, sebagai institusi peradaban bangsa.

"Kehadiran perpustakaan ini menjadi simbol yang bisa dibanggakan. Kita tahu perpustakaan adalah jembatan pengetahuan di masa lampau, kini, dan yang akan datang," ujarnya.

Gedung layanan perpustakaan dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Subbidang Perpustakaan Daerah melalui Perpusnas. “Dana DAK memastikan pelayanan dasar bagi masyarakat itu ada. Jadi, perpustakaan ini menjadi prioritas untuk memastikan pelayanan dasar bagi masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo, mengungkapkan fasilitas perpustakaan bertujuan meningkatkan indeks literasi masyarakat. Hal ini sejalan dengan upaya Pemkab setempat dalam mewujudkan SDM yang tangguh dan produktif.

"Perpustakaan merupakan jendela ilmu dan dunia, kalau mau maju, ya jendela ini digunakan. Kami tidak mau masyarakat tidak hanya cerdas, sehat, tetapi juga harus tangguh sekaligus produktif," tuturnya.

Selain itu, penyediaan perpustakaan tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi hingga tingkat kecamatan bahkan desa. Melalui alokasi dana desa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo mendorong tiap desa memiliki perpustakaan desa. "Sebesar 20 persen dari APBD kami anggarkan untuk desa, maka melalui anggaran tersebut kami mendorong desa untuk memiliki perpustakaan," katanya.

Fasilitas pojok baca di tiap OPD juga disediakan oleh Pemkab Gorontalo. Bahkan, pihaknya mendorong ASN untuk membeli buku setiap melakukan perjalanan dinas. Setidaknya sekitar 1.000 eksemplar dikumpulkan tiap tahunnya.

"Apalagi dengan adanya gedung fasilitas layanan perpustakaan ini. Saya bangga karena menjadi gedung perpustakaan terbaik yang ada di Provinsi Gorontalo. Semoga dapat didayagunakan dengan baik," lanjutnya.

Bupati Nelson menambahkan, kolaborasi antara pemerintahan pusat dan pemerintah daerah dibutuhkan untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat.

 "Kolaborasi ini penting, kita gembira dengan Perpusnas yang terus mendorong kita, perpustakaan di daerah, maupun perpustakaan perguruan tinggi, sekolah dan desa. Ini sangat dibutuhkan untuk efisiensi masifnya indeks literasi masyarakat," urainya.

Pada kesempatan yang sama, Duta Baca Kabupaten Gorontalo, Fory Armin Naway, mengatakan pihaknya selalu bersinergi dengan berbagai mitra terkait, seperti dinas perpustakaan dan kearsipan, PKK, PAUD, dan Dharma Wanita serta kecamatan untuk menumbuhkembangkan kegiatan pembudayaan kegemaran membaca di daerahnya.

"Duta baca memiliki peran strategis dalam mengkampanyekan Gerakan Gemar Membaca di seluruh kalangan masyarakat, mulai anak-anak hingga dewasa," katanya.

Tokoh masyarakat dan pegiat literasi, Yusron Humonggio, mengakui bunda baca tidak hanya berperan untuk melakukan hal yang berkaitan dengan kegiatan membaca saja. Tetapi, bunda baca juga berperan mengajak masyarakat untuk lebih cerdas membaca, memaknai apa yang tersirat dari tersurat, serta menciptakan ide dan gagasan baru.

"Muara akhir dari pengelolaan perpustakaan berbasis inklusi sosial, dipahami para bunda baca dengan dibuktikan dari dihasilkannya produk barang dan jasa," tutupnya.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Literasi jadi kunci penting Indonesia maju
Selasa, 07 Desember 2021 - 15:37 WIB
Keberadaan perpustakaan kini semakin sentral di era teknologi yang kian berkembang laju. Sehingga, P...
Ikut cerdaskan bangsa, Satgas Pamtas TNI jadi pengajar di perbatasan RI-PNG
Selasa, 07 Desember 2021 - 12:05 WIB
Personel Pos Waris Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 126/KC menjadi tenaga pengajar Sekolah Dasar Kanandega...
Pustakawan berperan dalam mendukung penelitian di Indonesia
Senin, 06 Desember 2021 - 21:47 WIB
Syarif Bando menyebut, pustakawan memiliki peran penting dalam mengumpulkan informasi-informasi, kem...
Siswa SMP di Temanggung gelar aksi Peduli Semeru
Senin, 06 Desember 2021 - 15:22 WIB
Para siswa, guru, dan karyawan SMP Negeri 6 Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar aksi Peduli...
Universitas Brawijaya beri penjelasan kasus pelecehan seksual NWR
Minggu, 05 Desember 2021 - 20:56 WIB
Universitas Brawijaya memberikan penjelasan terkait kasus pelecehan seksual yang dialami salah seora...
Perkembangan literasi harus diperhatikan untuk capai masyarakat informasi
Sabtu, 04 Desember 2021 - 18:14 WIB
Banyak kalangan termasuk para ahli komunikasi meyakini bahwa peradaban masa depan adalah masyarakat ...
Mahasiswi Salatiga juara lomba orasi unjuk rasa
Sabtu, 04 Desember 2021 - 16:12 WIB
Panas terik itu siang itu tidak menyurutkan puluhan anggota Sabhara untuk tetap berdiri menjaga romb...
21 mahasiswa pertukaran `Mahasiswa Merdeka` menimba ilmu di STIE Malangkuceswara
Sabtu, 04 Desember 2021 - 13:47 WIB
STIE Malangkuceswara atau ABM menerima 21 dari 24 orang mahasiswa program pertukaran Mahasiswa Merde...
Dekranasda NTT gagas `Tenun Masuk Sekolah` untuk regenerasi penenun
Sabtu, 04 Desember 2021 - 12:23 WIB
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur menggagas Program Tenun Masuk Sekol...
BEM minta Kemendikbudristek kaji ulang revisi statuta UI
Jumat, 03 Desember 2021 - 22:11 WIB
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia meminta agar Kementerian Pendidikan, Kebudayaa...
InfodariAnda (IdA)