KPK sita tanah dan bangunan milik Bupati Hulu Sungai Utara
Elshinta
Kamis, 25 November 2021 - 18:45 WIB |
KPK sita tanah dan bangunan milik Bupati Hulu Sungai Utara
Penyidik KPK pada Rabu (24/11/2021) menyita tanah dan bangunan diduga milik tersangka Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid yang berlokasi di Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara. ANTARA/HO-Humas KPK

Elshinta.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita tanah dan bangunan yang diduga milik tersangka Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid (AW) yang berlokasi di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.

Penyitaan tersebut dilakukan dalam penyidikan kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun 2021-2022 untuk tersangka Abdul Wahid.

"Tim Penyidik KPK, pada 24 November 2021 telah melakukan penyitaan berupa satu objek tanah dan bangunan yang diduga milik tersangka AW, yaitu berlokasi di Kelurahan Paliwara, Kecamatan Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara yang diperuntukkan klinik kesehatan," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Selain itu, kata dia, dalam penyidikan kasus tersebut, Tim Penyidik KPK sebelumnya menyita satu unit mobil dari Ketua DPRD Kabupaten Hulu Sungai Utara Almien Ashar Safari.

"Barang bukti dimaksud selanjutnya akan dikonfirmasi kembali kepada saksi-saksi yang terkait dengan perkara ini. Saat ini, tim penyidik masih terus mengumpulkan dan melengkapi bukti-bukti terkait perkara ini," kata Ali.

KPK telah menetapkan Abdul Wahid sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.

Penetapan Abdul Wahid sebagai tersangka merupakan pengembangan dari kasus yang menjerat Maliki (MK) selaku Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Hulu Sungai Utara, Marhaini (MRH) dari pihak swasta/Direktur CV Hanamas, dan Fachriadi (FH) dari pihak swasta/Direktur CV Kalpataru.

KPK menduga pemberian komitmen bagian yang diduga diterima Abdul Wahid melalui Maliki, yaitu dari Marhaini dan Fachriadi dengan jumlah sekitar Rp500 juta.

Selain melalui perantaraan Maliki, Abdul Wahid juga diduga menerima komitmen bagian dari beberapa proyek lainnya melalui perantaraan beberapa pihak di Dinas PUPRP Kabupaten Hulu Sungai Utara pada 2019 sekitar Rp4,6 miliar, tahun 2020 sekitar Rp12 miliar, dan tahun 2021 sekitar Rp1,8 miliar.

Selain itu, selama proses penyidikan berlangsung, tim penyidik telah mengamankan sejumlah uang dalam bentuk tunai dengan pecahan mata uang rupiah dan mata uang asing yang hingga saat ini masih terus dilakukan penghitungan jumlahnya.

Atas perbuatannya, Abdul Wahid disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 KUHP jo Pasal 65 KUHP.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
 Kapolda Sumut perintahkam 306 tahanan inkrah dipindahkan 
Selasa, 07 Desember 2021 - 12:48 WIB
Sebanyak 306 tahanan berstatus inkrah atau sudah berkekuatan hukum tetap yang selama ini ditahan di...
Kasus korupsi Asabri, Pengacara: Tuntutan hukuman mati Heru Hidayat berlebihan
Selasa, 07 Desember 2021 - 12:13 WIB
Presiden Direktur PT Trada Alam Minera Heru Hidayat melalui  penasehat hukumnya Kresna Hutauruk me...
44 eks pegawai KPK jalani uji kompetensi di Mabes Polri
Selasa, 07 Desember 2021 - 09:57 WIB
Sebanyak 44 eks pegawai KPK yang memutuskan menerima tawaran sebagai ASN Polri mengikuti uji kompete...
Lima terdakwa korupsi Asabri dituntut 10-15 tahun penjara
Selasa, 07 Desember 2021 - 06:45 WIB
Lima orang terdakwa perkara dugaan korupsi pengelolaan dana PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata R...
KPK tidak ajukan banding atas vonis Nurdin Abdullah
Senin, 06 Desember 2021 - 22:09 WIB
KPK menyatakan tidak mengajukan banding atas putusan Gubernur Sulawesi Selatan non-aktif Nurdin Abdu...
Komjak bakal periksa jaksa kasus korban penganiayaan di Tangerang jadi terdakwa
Senin, 06 Desember 2021 - 21:58 WIB
Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Barita Simanjuntak mengatakan pihaknya bakal memanggil jaksa yang me...
Azis Syamsuddin didakwa suap bekas penyidik KPK Rp3,619 miliar
Senin, 06 Desember 2021 - 13:34 WIB
Mantan Wakil Ketua DPR Muhammad Azis Syamsuddin didakwa memberi suap senilai Rp3,099 miliar dan 36 r...
Polisi ungkap alasan KKB bakar SMAN 1 Oksibil
Senin, 06 Desember 2021 - 00:01 WIB
Kepala Satgas Humas Nemangkawi Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal mengatakan SMAN 1 Oksibil diduga diba...
Polda DIY tetapkan S tersangka kasus video asusila di YIA
Minggu, 05 Desember 2021 - 23:01 WIB
Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda DIY menetapkan perempuan berinisial S sebagai tersangka kas...
Petugas Lapas Tarakan teemukan sabu di hunian warga binaan
Minggu, 05 Desember 2021 - 22:31 WIB
Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan, Kalimantan Utara, menemukan bungkusan war...
InfodariAnda (IdA)