Kata pembuat film `The Flame` tentang kekuatan film dokumenter
Elshinta
Jumat, 26 November 2021 - 15:05 WIB |
Kata pembuat film `The Flame` tentang kekuatan film dokumenter
Sutradara Arfan Sabran dan produser Gita Fara saat ditemui di Jakarta pada Jumat (26/11/2021). (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Elshinta.com - Para pembuat film "The Flame" atau judul Bahasa Indonesia "Bara" mengatakan film dokumenter memiliki kekuatan yang besar dalam menyampaikan sebuah topik dan pesan lebih luas, terutama soal isu lingkungan hidup.

"Menurut saya, film adalah medium yang paling kuat untuk membangun rasa, empati dan pengertian antara satu sama lain. Menurut saya, memang as a filmmaker penting banget untuk angkat tema-tema seperti ini (isu lingkungan)," kata produser Gita Fara saat ditemui di Jakarta, Jumat.

"Penting dan kuat sekali (bagi film) untuk membangun urgensi dan kepedulian orang-orang tentang climate crisis dan ketidakseimbangan yang tengah terjadi di bumi. Saya kira kita ada tanggung jawab untuk menyuarakan itu," ujarnya melanjutkan.

Menambahkan, sutradara Arfan Sabran mengatakan, penting baginya sebagai sineas untuk mampu menceritakan isu yang besar dengan gaya penceritaan yang personal, baik bagi pembuat maupun penonton filmnya.

"Dalam konteks produksi, adalah bagaimana kita bisa menceritakan secara personal saat mengangkat isu yang besar seperti ini. Bagaimana proses kreatif ini bisa menceritakan sesuatu yang begitu besar tapi juga terasa personal," ujar Arfan.

Lebih lanjut, pria yang juga menyutradarai film dokumenter "Silent Blues of The Ocean" (2016) itu mengatakan, film dokumenter yang personal adalah bahasa penceritaan yang paling universal, dan diharapkan bisa menjangkau banyak orang di dunia.

"Salah satu tugas saya adalah mengenalkan juga bagaimana film dokumenter itu sudah sangat berkembang. Ada creative documentary, hingga dokumenter yang dibawakan dalam format animasi," kata Arfan.

"Bagaimana medium ini sangat powerful untuk bisa menyampaikan isu dan pesan yang ingin kita sampaikan," tambahnya.

Sementara itu, "The Flame" mengisahkan sosok Iber Djamal, yang telah berjuang melawan deforestasi skala besar di sekitar desanya di hutan di Kalimantan selama beberapa dekade.

Namun, pada usia 77 tahun, dan meskipun pengabdian yang tak tergoyahkan, perjuangan menjadi semakin ilusif dalam menghadapi rakus monster agribisnis.

Film ini terpilih menjadi Official Selection Visions du Reel, DMZ Docs 2021, BIFED 2021, dan nomine untuk kategori Film Fitur Dokumenter Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2021.

"The Flame" juga akan diputar di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-16 bulan ini, dan akan ditayangkan pula di bioskop Indonesia, mulai 29 November.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Warga Tionghoa Kota Madiun bersihkan patung jelang Imlek tahun 2022
Kamis, 27 Januari 2022 - 23:01 WIB
Warga Tionghoa di Kota Madiun, Jawa Timur, membersihkan seluruh patung dewa dan dewi serta altar yan...
Kapolda ajak ormas adat Sulut jaga kamtibmas 
Kamis, 27 Januari 2022 - 20:58 WIB
Sejumlah Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Adat di Sulawesi Utara menggelar pertemuan silaturahmi de...
7 dekorasi Imlek, dipercaya mendatangkan keberuntungan
Kamis, 27 Januari 2022 - 00:15 WIB
Jelang Tahun Baru Imlek, beberapa orang Tionghoa sudah mulai mendekorasi rumah mereka sekitar 10 har...
Warga keturunan Tionghoa Gorontalo sembahyang jelang Imlek
Rabu, 26 Januari 2022 - 18:39 WIB
Puluhan warga keturunan Tionghoa di Kota Gorontalo melakukan sembahyang jelang perayaan Imlek di Tem...
Gelaran tradisi Kunci Taon warga Kawanua diapresiasi diaspora
Senin, 24 Januari 2022 - 11:25 WIB
Kunci Taon merupakan suatu tradisi orang Minahasa untuk menutup berbagai rangkaian ucapan syukur kep...
Warga desa adat di Karangasem berupaya melestarikan Tari Sanghyang
Minggu, 23 Januari 2022 - 13:33 WIB
Warga kawasan Banjar Adat Sesana Kerta Warsa Jangu di Desa Adat Duda, Kabupaten Karangasem, Provins...
Fodium Sumut minta para dai jadi penyejuk di masyarakat
Minggu, 23 Januari 2022 - 10:12 WIB
Pelantikan secara resmi Forum Da’i dan Ustadz Muda (Fodium) Sumatera Utara diharapkan mampu mengem...
DPN Peradi perkuat toleransi beragama
Kamis, 20 Januari 2022 - 16:12 WIB
Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) pimpinan Prof Dr Otto Hasibuan,...
Wagub Bali minta Pakis dan Pacalang laksanakan nilai Sad Kerthi
Rabu, 19 Januari 2022 - 17:03 WIB
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati meminta Paiketan Krama Istri (Pakis) dan Pas...
Kabupaten Ngawi tertarik kerjasama dengan DIY kembangkan destinasi wisata sejarah
Minggu, 16 Januari 2022 - 20:26 WIB
Banyaknya situs sejarah di berbagai daerah di Indonesia cukup menarik untuk dikembangkan menjadi des...
InfodariAnda (IdA)