AS ancam akan konfrontasi Iran di IAEA pada Desember
Elshinta
Jumat, 26 November 2021 - 16:11 WIB |
AS ancam akan konfrontasi Iran di IAEA pada Desember
Arsip - Seorang petugas kebersihan bekerja sebelum konferensi pers oleh Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi dalam pertemuan Dewan Gubernur IAEA di Wina, Austria, September 2021. (ANTARA/Reuters/as)

Elshinta.com - Amerika Serikat pada Kamis (25/11) mengancam akan mengonfrontasi Iran di Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada Desember jika Iran tidak bekerja sama lebih baik dengan badan pengawas bidang nuklir itu.

Langkah AS itu bisa meningkatkan ketegangan yang dapat merusak pembicaraan untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 antara negara-negara besar dan Iran.

Teheran mengalami beberapa kebuntuan dengan IAEA dan Dewan Gubernur IAEA yang berasal dari 35 negara mengadakan pertemuan triwulan pada pekan ini.

Presiden AS sebelumnya, Donald Trump, saat itu menarik Washington keluar dari kesepakatan nuklir 2015 yang mencabut sanksi sebagai imbalan atas pembatasan aktivitas nuklir Iran.

Trump memberlakukan kembali sanksi yang melemahkan Iran, dan setelah itu Teheran secara progresif memperluas aktivitas nuklirnya dan mengurangi kerja sama dengan IAEA.

Iran menolak memberi akses kepada IAEA untuk memasang kembali kamera pengintai di sebuah bengkel di kompleks TESA Karaj.

TESA Karaj adalah salah satu situs di mana Iran sebelumnya setuju memberikan akses kepada inspektur IAEA untuk memasang peralatan pemantau IAEA.

IAEA juga menginginkan jawaban tentang asal usul partikel uranium yang ditemukan di situs-situs yang tampaknya sudah lama tetapi tidak diumumkan.

IAEA juga mengatakan bahwa Iran telah membuat para inspekturnya terus melakukan "pencarian fisik yang terlalu invasif".

"Jika sikap tidak kooperatif Iran tidak segera diperbaiki ... Dewan (Gubernur IAEA) tidak akan punya pilihan selain bersidang kembali dalam sesi luar biasa sebelum akhir tahun ini untuk mengatasi krisis," kata sebuah pernyataan dari pemerintah AS kepada Dewan Gubernur IAEA.

Pernyataan AS itu merujuk "secara khusus" pada pemasangan kembali kamera IAEA di bengkel kompleks TESA Karaj, yang membuat suku cadang sentrifugal canggih untuk pengayaan uranium.

Bengkel itu dihantam sabotase pada Juni yang disebut Iran sebagai serangan oleh musuh bebuyutannya, Israel.

Satu dari empat kamera IAEA yang dipasang di sana hancur dan rekamannya hilang. Setelah itu, Iran mencabut semua kamera. Israel belum mengomentari insiden itu.

Kepala IAEA Rafael Grossi pada Rabu (24/11) mengatakan bahwa dia tidak tahu apakah bengkel itu beroperasi lagi, dan waktu hampir habis untuk mencapai kesepakatan.

Pertemuan luar biasa Dewan Gubernur IAEA kemungkinan besar akan ditujukan untuk meloloskan resolusi terhadap Iran. Langkah itu menjadi eskalasi diplomatik yang kemungkinan dipakai untuk memusuhi Teheran.

Langkah itu juga bisa membahayakan pembicaraan tidak langsung antara Iran dan AS tentang upaya menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015, yang akan dilanjutkan pada Senin (29/11).

Sumber: Reuters

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
AS berkomitmen terus dukung penyediaan air bersih
Selasa, 18 Januari 2022 - 23:31 WIB
Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Lembaga Pembangunan Internasional AS (United States Agency f...
CDC sebut masker kain tak efektif tangkal Omicron
Selasa, 18 Januari 2022 - 16:56 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut masker kain sudah tak efek...
Maskapai AS peringatkan 5G bisa membawa petaka penerbangan
Selasa, 18 Januari 2022 - 12:58 WIB
Sejumlah maskapai penerbangan besar Amerika Serikat pada Senin memperingatkan bahwa `bencana` penerb...
Warga AS disarankan tidak bepergian ke Kanada
Selasa, 11 Januari 2022 - 10:55 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat pada Senin (10/1) menyarankan warga...
Rusia: Tak ada konsesi di bawah tekanan AS terkait krisis Ukraina
Senin, 10 Januari 2022 - 10:07 WIB
Rusia mengatakan pada Minggu (9/1) bahwa pihaknya tidak akan membuat konsesi di bawah tekanan Amerik...
Kebakaran apartemen di New York tewaskan 19 orang, termasuk 9 anak
Senin, 10 Januari 2022 - 09:10 WIB
Sembilan belas orang tewas, termasuk sembilan anak, dan belasan lainnya terluka ketika kebakaran mel...
AS dakwa pria Kolombia bersekongkol membunuh Presiden Haiti
Rabu, 05 Januari 2022 - 11:19 WIB
Badan-badan berwenang Amerika Serikat pada Selasa (4/1) mendakwa seorang pria Kolombia melakukan kon...
CDC AS tetap sarankan isolasi COVID 5 hari, tak perlu tes lagi
Rabu, 05 Januari 2022 - 10:45 WIB
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) pada Selasa mempertahankan panduan yang dirilisn...
Serangan drone terhadap pasukan AS digagalkan di barat Baghdad
Rabu, 05 Januari 2022 - 10:01 WIB
Dua pesawat nirawak (drone) bermuatan bahan peledak ditembak jatuh pada Selasa (4/1) oleh pertahanan...
AS izinkan suntikan ketiga vaksin Pfizer untuk anak 12-15 tahun
Selasa, 04 Januari 2022 - 10:18 WIB
Badan pengawas makanan dan obat-obatan (FDA) Amerika Serikat pada Senin (3/1) mengizinkan penggunaan...
InfodariAnda (IdA)