Top
Begin typing your search above and press return to search.

Giliran PP Sukoharjo unjuk rasa tuntut permintaan maaf terbuka dari Junimart Girsang

Lebih dari 500 orang dari ormas Pemuda Pancasila cabang Sukoharjo, Jawa Tengah mendatangi DPRD setempat, Jumat (26/11).

Giliran PP Sukoharjo unjuk rasa tuntut permintaan maaf terbuka dari Junimart Girsang
X
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.

Elshinta.com - Lebih dari 500 orang dari ormas Pemuda Pancasila cabang Sukoharjo, Jawa Tengah mendatangi DPRD setempat, Jumat (26/11). Massa berunjuk rasa memprotes pernyataan anggota DPRRI Junimart Girsang terkait pembubaran PP. Aksi ini merupakan rangkaian aksi solidaritas yang sudah digelar ormas Pemuda Pancasila di beberapa daerah.

Koordinator aksi dan juga ketua pimpinan cabang Pemuda Pancasila Sukoharjo, Nursito menegaskan, pernyataan Junimart Girsang melukai anggota Pemuda Pancasila diseluruh pelosok Indonesia.

Usulan pembubaran dan juga tudingan sering bentrok dinilai tidak berdasar. Meskipun yang bersangkutan sudah menyampaikan permintaan maaf, massa Pemuda Pancasila tetap menyampaikan protes."Kami menuntut permintaan maaf secara terbuka dari Junimart Girsang," kata Nursito dalam orasinya.

Dengan mendatangi DPRD, Nursito berharap aspirasi, suara dan pendapat anggota pemuda pancasila dari pelosok daerah didengarkan dan menjadi peringatan.

Dalam aksi kali ini dia juga meminta agar massa tertib. Tidak bertindak anarkis dan terpicu provokasi tim pengamanan. Hal ini juga sebagai penegasan bahwa apa yang menjadi tudingan Junimart Girsang salah. Ormas Pemuda Pancasila menjunjung tinggi persatuan, perbedaan, toleransi dan juga cinta damai. "NKRI bagi kami adalah harga mati," tambah seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti.

Massa Ormas PP yang berunjuk rasa ini mendatangai kantor DPRD setelah pelaksanaan salat Jumat. Massa berkonvoi dari titik kumpul Alun Alun Satya Negara, Sukoharjo.

Mereka berharap ditemui anggota DPRD dan menerima pernyataan sikap. Untuk selanjutnya menyampaikan secara struktural ke pusat agar menjadi perhatian dan tidak mengusik Pemuda Pancasila sebagai organisasi resmi yang dibentuk sejak lama.

Massa berkonvoi menuju kantor DPRD dengan membawas sejumlah atribut seperti spanduk bertuliskan protes dan kecaman dan bendera bendera organisasi. Pengawalan oleh pihak kepolisian juga cukup ketat untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan terjadi. Satpol PP juga memberikan back up pengamanan satu peleton anggota.

Aksi massa hanya ditemui salah satu perwakilan dari pegawai sekretarian dewan, semantara anggota DPRD dalam masa kunjungan kerja keluar daerah.

Sumber : Radio Elshinta

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire