Kiai Said Aqil Siradj diminta kembali maju jadi Ketum PBNU di Muktamar ke-34 NU

Elshinta
Sabtu, 27 November 2021 - 06:25 WIB | Penulis : Sigit Kurniawan | Editor : Administrator
Kiai Said Aqil Siradj diminta kembali maju jadi Ketum PBNU di Muktamar ke-34 NU
Sumber foto: https://bit.ly/3lbnAKy/elshinta.com.

Elshinta.com - Dukungan terhadap KH Said Aqil Siroj untuk kembali maju menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-34 NU terus bermunculan. Kali ini datang dari tokoh NU Tegal, Jawa Tengah, Gus Syarifudin. Pengasuh Majlis Shalawat Merah Putih ini menyebut sosok Kiai Said merupakan satu-satunya calon Ketua Umum PBNU yang memenuhi syarat konsep kepemimpinan Syekh Abdul Qadir Jailani (w.1166) yaitu Ilmul ‘Ulama’, Hikmatul Hukama’, dan Siyasatul Mulk.

“Beliau masih layak untuk memimpin PBNU kembali apalagi kita orang NU baik di pesantren atau di perguruan tinggi hampir keseluruhanya mengimani dawuh Syekh Abdul Qodir Jailani. Ketika hidup beliau pernah berdawuh La yanbagi lifaqiri an yatasodaro liirsyadinnas ila an a’tohu allahu ilmal ulama wasiyasatal muluki wa hikmatil hukama,” ucap Gus Syarifudin kepada wartawan, Jumat (16/11). 

Gus Syarifudin menjelaskan, tiga alasan kenapa PBNU harus dipimpin lagi oleh seorang Kiai Said Aqil Siroj. Pertama, ‘ilmul ulama’ atau menguasai ilmunya ulama, sejak kecil Kiai Said kental dengan ilmu agama, bahkan pendidikan tinggi pengasuh pesantren al-Tsaqafah ini ditempuh di Arab Saudi selama 14 tahun. Selain itu, kualitas keilmuan Kiai Said nampak ketika menjelaskan tentang perkara agama tertentu yang disampaikan secara lugas, tegas dan komprehensif. 

Kedua, ‘hikmatul hukama’ atau kebijaksanaan dari ahli hukum, karena Kiai Said memahami ilmu atau hukum tertentu, Kiai Said membawa kapal bernama NU untuk masuk ke semua lini, baik itu kelompok sosialis, agamis, maupun kelompok lain yang ada di kancah nasional, regional dan internasional. “Ketiga siyasatul mulk, beliau ahli strategi, ahli politik. Beliau terus melakukan upaya-upaya bagaimana agar tegaknya NKRI, mengingat masih ada di Indonesia ini beberapa kelompoik baik internal maupun eksternal yang mencabik-cabik NKRI,” tutur Gus Syarifudin.

Tokoh Banser Tegal ini menegaskan, NU dan Indonesia akan semakin kokoh jika Kiai Said memimpin kembali PBNU untuk lima tahun ke depan. Hanya di era Kiai Said, NU mendapatkan respon yang positif di kancah internasional, terbukti dari terbentuknya puluhan PCI NU di sejumlah negara-negara di dunia. Gus Syarifudin berharap, Kiai Said mendapatkan kekuatan untuk terus memperkuat kebangkitan ulama untuk peradaban dunia. 

“Saya yakin NU di bawah kepemimpinan Kiai Said, NU akan kokoh. Dan kokohnya NU adalah kokohnya Indonesia,” pungkasnya

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

Baca Juga

 
Petani di Kledung Temanggung gelar `ruwat rigen` jelang panen tembakau
Minggu, 07 Agustus 2022 - 21:31 WIB

Petani di Kledung Temanggung gelar `ruwat rigen` jelang panen tembakau

Para petani di lereng Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro wilayah Kecamatan Kledung, Kabupaten Temang...
Kreativitas anak negeri hadir dalam World Kids Carnival JFC
Minggu, 07 Agustus 2022 - 20:34 WIB

Kreativitas anak negeri hadir dalam World Kids Carnival JFC

Kreativitas anak negeri hadir dalam peragaan busana anak-anak yang dikemas dalam World Kids Carnival...
Sambut HUT ke-1272 Salatiga, Tingkir Tengah bersalawat
Minggu, 07 Agustus 2022 - 19:14 WIB

Sambut HUT ke-1272 Salatiga, Tingkir Tengah bersalawat

Tingkir Tengah Bersalawat bersama Habib Muhammad Syarif bin Alwi Al- Habsi dihadiri ribuan warga, Sa...
 100 pesilat Pagar Nusa meriahkan apel Harlah Satu Abad NU di Kudus
Minggu, 07 Agustus 2022 - 19:07 WIB

100 pesilat Pagar Nusa meriahkan apel Harlah Satu Abad NU di Kudus

Apel kebesaran Nahdlatul Ulama (NU) Kick Off hari lahir (harlah) Satu Abad NU digelar di Alun-alun S...
Wali Kota Kediri: Pameran keris edukasi dalam pelestarian budaya
Minggu, 07 Agustus 2022 - 09:15 WIB

Wali Kota Kediri: Pameran keris edukasi dalam pelestarian budaya

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengemukakan pameran keris yang digelar di Kota Kediri, merupaka...
Bupati Jember canangkan JFC sebagai karnaval dunia
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 23:31 WIB

Bupati Jember canangkan JFC sebagai karnaval dunia

Bupati Jember, Jawa Timur, Hendy Siswanto mencanangkan kegiatan Jember Fashion Carnaval (JFC) sebag...
Dekranasda: 700 motif tenun ikat NTT terdaftar jadi Indikasi Geografis
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 17:45 WIB

Dekranasda: 700 motif tenun ikat NTT terdaftar jadi Indikasi Geografis

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur mencatat sebanyak 700 motif tenun i...
Tradisi ritual `Tungguk Tembakau` awali panen tembakau di lereng Merbabu
Sabtu, 06 Agustus 2022 - 09:55 WIB

Tradisi ritual `Tungguk Tembakau` awali panen tembakau di lereng Merbabu

Masyarakat lereng Gunung Merbabu Desa Senden; Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada ...
Lomba tumpeng ramaikan rangkaian acara G20
Kamis, 04 Agustus 2022 - 08:23 WIB

Lomba tumpeng ramaikan rangkaian acara G20

Komunitas budaya Nawasena akan mengadakan doa lintas agama dan Lomba Tumpeng Nusantara untuk meramai...
Pemerintah targetkan kemiskinan ekstrem berkurang 1 persen per tahun
Rabu, 03 Agustus 2022 - 17:57 WIB

Pemerintah targetkan kemiskinan ekstrem berkurang 1 persen per tahun

Wakil Presiden Ma`ruf Amin mengatakan pemerintah telah menargetkan pengurangan tingkat kemiskinan ek...

InfodariAnda (IdA)