Alasan PPOK bisa munculkan sesak
Elshinta
Minggu, 28 November 2021 - 12:11 WIB |
Alasan PPOK bisa munculkan sesak
Ilustrasi seorang wanita batuk (Antara/Pixabay)

Elshinta.com - Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Aditya Wirawan, Ph.D, Sp.P, menjelaskan, sesak yang dialami penderita penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) terjadi akibat paru melebar tetapi udara sulit keluar.

“Sesak yang dialami oleh penderita PPOK disebabkan terjadinya perubahan struktur anatomi paru," kata dia dalam siaran pers RSUI, Minggu.

Kantung paru menjadi melebar sehingga udara mudah masuk, namun udara tersebut akan sulit keluar. Akibatnya. produksi dahak akan meningkat. Aditya menyebut fenomena disebut bottle neck.

Terdapat gejala umum dan derajat skala sesak dari penyakit PPOK, dimulai dari derajat 0 hingga derajat 4. Pada derajat tidak ada sesak kecuali pasien melakukan aktivitas berat. Lalu pada derajat 1 sesak timbul bila berjalan cepat atau ketika berjalan menanjak.

Berikutnya derajat 2, pasien berjalan lebih lambat dari orang sebayanya karena sesak, kemudian derajat 3 muncul setelah berjalan 100 meter atau setelah berjalan beberapa menit dan pada derajat 4 sesak muncul saat mandi atau berpakaian.

PPOK yaitu suatu penyakit paru yang ditandai hambatan aliran udara, bersifat kronik dan progresif. Penyakit ini jika semakin lama akan semakin berat.

Untuk mendiagnosa PPOK, Aditya menyarankan orang-orang berkonsultasi ke dokter. Nantinya, dokter mengajukan beberapa pertanyaan, pemeriksaan dan melakukan tes spirometri.

Menurut dia, apabila ditemukan pada fase awal, PPOK dapat lebih mudah ditangani dan tidak berkembang ke tahapan yang lebih parah.

“PPOK adalah penyakit paru yang dapat dicegah dan diobati, namun akan berbahaya jika tidak ditangani. Oleh karena itu sebaiknya kita rutin untuk memeriksakan kesehatan paru, hindari pajanan zat berbahaya, salah satunya dengan berhenti merokok,” kata dia.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2002 memperlihatkan PPOK menempati urutan ke-3 setelah penyakit kardiovaskular dan kanker yang menjadi penyebab kematian di dunia.

Di Indonesia, diperkirakan sekitar 4,8 juta orang menderita PPOK dan angka ini bisa bertambah semakin banyaknya jumlah perokok, karena 90 persen penderita PPOK adalah perokok atau mantan perokok

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kenali gelaja MIS-C pada anak pasca-positif COVID-19
Jumat, 21 Januari 2022 - 13:15 WIB
Multisystem inflammatory syndrom in children (MIS-C) merupakan kondisi medis ketika bagian organ-or...
Tumor jinak primer tulang bisa ditangani lewat operasi `limb salvage`
Kamis, 20 Januari 2022 - 23:19 WIB
Giant cell tumor yakni tumor jinak primer pada tulang yang memiliki kecenderungan lokal agresif kin...
Kenali risiko pada tubuh bila minum soda setiap hari
Kamis, 20 Januari 2022 - 20:07 WIB
Perpaduan rasa manis, karbonasi dan kafein membuat soda menjadi minuman favorit sebagian orang. Namu...
`Gaslighting`, kekerasan psikis dalam hubungan tak sehat
Rabu, 19 Januari 2022 - 10:31 WIB
Dalam sebuah hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship, ada kalanya seseorang menjadi korba...
Tingkatkan pelayanan kesehatan, RSUDPA Boyolali tambah tiga gedung pelayanan 
Selasa, 18 Januari 2022 - 15:24 WIB
Upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat secara maksimal, Rumah Sakit Umum Daerah Pan...
Cara atasi jerawat anti rumit dengan produk lokal
Selasa, 18 Januari 2022 - 11:11 WIB
Pembahasan mengenai kesehatan kulit terutama wajah dalam beberapa tahun terakhir mengalami peningkat...
Ahli: Kekurangan cairan dapat terlihat dari kesehatan kulit
Minggu, 16 Januari 2022 - 06:01 WIB
Ahli nutrisi dari Herbalife Nutrition Aria Novitasari mengatakan kekurangan cairan dalam tubuh atau ...
Mitos tentang inhaler bagi penderita asma
Jumat, 14 Januari 2022 - 16:47 WIB
Para penderita asma tentu tidak asing dengan inhaler, bahkan sebagian besar selalu menyimpannya di d...
Dokter: Kebersihan gigi dan mulut cegah risiko komplikasi penyakit
Jumat, 14 Januari 2022 - 11:27 WIB
Kebersihan gigi dan mulut selain menjadi refleksi kesehatan tubuh secara umum ternyata juga sangat b...
Shahnaz Haque bilang jangan takut pada pengobatan kanker ovarium
Kamis, 13 Januari 2022 - 22:07 WIB
Selebritas sekaligus Duta Peduli Kanker Ovarium, Shahnaz Haque mengajak para perempuan tidak takut p...
InfodariAnda (IdA)