Warga Boyolali bangun rumah unik berbentuk sepatu dekat pintu tol
Dedy Sariyawan (46) warga Dukuh Berdug Rt.01 Rw.05, Desa Kragilan Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah membangun rumah di desain unik, yakni dibentuk menyerupai sepatu.

Elshinta.com - Dedy Sariyawan (46) warga Dukuh Berdug Rt.01 Rw.05, Desa Kragilan Mojosongo, Boyolali, Jawa Tengah membangun rumah di desain unik, yakni dibentuk menyerupai sepatu. Bangunan rumah tersebut di desain berbentuk sepatu, karena memiliki filosofi masa kehidupan yang dijalaninya saat ini tengah berpisah dengan isterinya.
Bangunan rumah berbentuk sepatu tersebut tepat berada di pinggir jalan baru menuju gerbang Tol Boyolali, sehingga bangun tersebut menjadi perhatian warga yang sedang melintas.
Dedy mengatakan rumah sepatu tersebut dibangun dua tahun lalu, tepatnya pada 2 Pebruari 2019. Dibangun di atas tanah seluas 200 meter. Bangunan tersebut berukuran tinggi sepatu 7 meter, lebar 6 meter dan panjang 12 meter.
Pada tahun 2011 saya pisah dengan isteri, setelah waktu berjalan maka saya mempunyai ide kisah kehidupan saya ini untuk mebangun rumah berbentuk sepatu sebelah kiri dan rumah tersebut saat baru 80 persen tinggal finishing saja,” kata Dedy kepada Kontributor Elshinta, Sarwoto, Minggu (28/11).
Bangunan tersebut mempunyai satu pintu dan empat ventilasi atau jendela. Direncanakan rumah tersebut akan dipergunakan untuk tempat peribadatan.
“Rumah ini ada dua lantai lantai pertama bisa digunakan untuk pertemuan atau sebagai ruang tamu, dan lantai dua bisa digunakan untuk tempat peribadatan,” ucapnya.
Di rumah tersebut juga telah dipasangi spanduk terkait dengan filosofi terkait rumah berbentuk sepatu sebelah kiri. Setidaknya ada tiga spaduk yang dipasang di depan rumah tersebut.
Tulisan yang ada di spanduk tersebut diantara filosofi sepatu, mereka saling melengkapi, seiring sejalan, kadang ada yang di depan maka yang di belakang berusaha mengimbangi yang di depan juga harus mengalah untuk bisa diikuti. Tidak ganti pasangan walau sudah usang dan karena dimakan usia. Bentuknya tidak persis sama namun serasi. Saat berjalan tak pernah kompak tapi tujuannya sama.
Tak pernah ganti posisi namun saling melengkapi.